Kita Diciptakan dan Dikasihi

Sebagai manusia yang telah menerima Yesus sebagai Juruselamat, saya terus-menerus ingin mebagikan kabar baik ini kepada teman-teman : Kita diciptakan untuk dikasihi.

Untuk sebagian orang mungkin pertanyaan kenapa dia harus diciptakan di dunia ini, adalah pertanyaan yang besar. Untuk sebagian orang juga ada yang merasa dirinya tidak berharga karena merasa dosanya terlalu berat untuk diampuni. Ada juga yang merasa dirinya gagal dan tidak layak lagi. Atau ada yang ngerasa nasibnya ngga pernah ditakdirkan baik, rasanya ingin mati saja. Apa benar kita ini hanya ciptaan “iseng”nya Tuhan saja?

Kemudian muncul juga pertanyaan seperti ini :
“Kalau Tuhan dengan segala keberadaannya yang Maha Kuasa, untuk apa sih Dia menciptakan manusia? Kalau gue kalo jadi Tuhan sih ga bakal deh nyiptain manusia, nyusahin,bikin ribet dan pusing aja. Itulah sebabnya gw yakin kita semua tuh ada gara-gara kebetulan, meskipun itu dari kemungkinan satu banding satu triliun triliun,”

“Kita ini pasti bonekanya Tuhan, masing-masing udah ada cerita dan takdirnya. Mungkin Dia di atas sana hanya tertawa ngeliat cerita hidup kita masing-masing, sedangkan kita disini berusaha meraba-raba jalan hidup kita kedepan yang ngga jelas. Bahkan ketika kita berkehendak tuh pasti udah diatur juga tuh sama Tuhan.”

Itulah beberapa pertanyaan yang saya pernah dengar dari temen-teman saya sendiri.

Semua pertanyaan ini sebenernya terungkap dengan jelas di Alkitab. Oya btw, kalau membaca Alkitab jangan hanya sembarang dibaca ya, jangan membacanya kaya baca buku novel biasa. Harus ada waktu khusus tersendiri untuk membacanya, dihayati betul dan minta hikmat pengertian dari Tuhan untuk mengerti setiap kata-Nya. Jangan bersandar pada pengertian sendiri dalam mengerti ayat-ayat di Alkitab. Kalau berusaha mengerti ayat-ayat Alkitab dengan pengertian sendiri, yang ada hanya munculnya pertanyaan-pertanyaan baru yang pragmatis, munculnya penolakan dari dalam diri, atau bahkan salah tangkap.

Oke, yuk kita bahas!

“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
(Kejadian 1 : 26-28)

See? Allah menciptakan manusia sebagai pribadi yang diberi keistimewaan, kedudukan, kewenangan, dan tujuan dalam penciptannya. Keistimewaan kita sebagai manusia adalah diciptakan menurut gambar Allah. Wooww…kalau ada yang mau tahu Allah itu seperti apa, look at yourself. We are created by God in His image. Mau secantik, seganteng, sejelek, seancur apapun kita, itu adalah gambar dan rupa Allah.

Masih merasa kurang istimewa? Kita diberi kedudukan dan kewenangan sebagai penguasa bumi dan isinya. Kita dikasih kepercayaan yang besar, teman-teman! Sayangnya, banyak manusia yang menyalahgunakan kepercayaan tersebut.

Dan yang paling istimewa dari masing-masing kita ini adalah, kita diciptakan dengan tujuan. Tujuan manusia berdasarkan Kejadian 1 : 28 adalah untuk memenuhi dan menaklukan bumi, dan menjaga ciptaan Allah yang lain.

Jadi, apa sebenarnya Tujuan Allah menciptakan manusia itu sendiri?

“…semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku, yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!” (Yesaya 43 :7)

Bro, Sis, kita diciptakan untuk kemuliaan Allah itu sendiri. Sebagai contoh, seorang raja membuat istana yang mewah, memiliki kereta kencana yang indah, membayar ajudan yang banyak, atau memiliki jubah dan mahkota yang agung dengan maksud untuk memperlihatkan betapa besar kerajaan, kekuasaan dan kemuliaan yang ia miliki, sehingga akan banyak orang yang tekagum dan memuji Raja tersebut. Demikian juga dengan Allah kita. Ia menciptakan manusia untuk menunjukkan bahwa memang tidak ada tuhan selain Allah yang sanggup menciptakan manusia dengan segala keberadaannya yang istimewa. Semua makhluk patut bertekuk lutut atas kemuliaan-Nya yang satu ini, termasuk iblis harus tahu dan harus bertekuk lutut akan hal itu, bahwa tidak ada allah yang luar biasa selain Allah kita. Iblis sesungguhnya tidak berkuasa untuk membuat apapun dan tidak berkuasa atas apapun. Dia hanyalah bapa segala pendusta yang hanya bisa memutarbalikan kebenaran saja.

Segitunya ya manusia itu istimewa, sampai dipakai untuk memancarkan kemuliaan Tuhan?

Manusia itu makhluk yang rumit sekaligus canggih luar biasa, makhluk dengan perpaduan tubuh, jiwa dan roh (coba deh baca buku biologi dan psikologi, hehe). Meskipun seorang peneliti jenius atheis percaya dengan teori kemungkinan satu banding satu triliun triliun tentang terjadinya manusia, yakin deh, hati kecil mereka sebenernya bilang ‘it’s such an impossible thing could be happened on unlimited ratio’. Kenapa? karena memang hanya Tuhan yang mampu membuat hal itu mungkin terjadi. Semua makhluk harus bertekuk lutut akan kebesaranNya.

Tapi bukan berarti kita diciptakan hanya untuk “barang pameran” saja lho. Kita diciptakan terkhusus, teristimewa, bahkan lebih berharga dari makhluk hidup yang lain karena ia ingin menciptakan objek kasih, karena pada hakikatnya Allah adalah kasih (1 Yohanes 4 : 8b). Belum terbayang? Hmmm…kita bandingkan dengan perumpamaan, seorang pemuda/pemudi yang memilih anak anjing yang paling lucu menurut pandangannya sendiri di pet shop, lalu dengan senang hati ia ingin membawa anak anjing itu cepat-cepat pulang ke rumah karena ingin memeliharanya dengan segenap hati. Senang rasanya ketika ia memandikan, memberi makan, membelai, bahkan membersihkan kotorannya! Untuk yang tidak terlalu suka dengan anjing, mungkin memprediksi betapa repotnya punya seekor anak anjing. For your information, guys, majikannya hanya ingin menyayangi anak anjing tersebut, itu saja. Terharukah ketika kita menyadari bahwa kita diciptakan hanya untuk dikasihi?

Yesus melukiskan perhatian Allah kepada kita, bahkan hingga hal yang terperinci. Karena Ia adalah Kasih itu sendiri (1 Yohanes 4 : 8b).

“Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit,”
(Matius 10 : 31)

Teman-teman, ini adalah Janji Tuhan akan pemeliharaan-Nya atas hidup kita, jadi jangan jadi pribadi yang mudah kuatir. Allah mengetahui secara pasti segala aspek dalam hidup kita, bahkan itu adalah jumlah rambut di kepala kita, karena Ia sungguh mengasihi kita 🙂

Seberapa besar Kasih itu?

Ketika manusia jatuh dalam dosa, terbayang betapa sedihnya Tuhan karena Ia harus terpisah dengan objek kasihNya sendiri. Kemuliaan Allah pada manusia telah hilang karena dosa (Roma 3 : 23). Setan pun tertawa, seolah-olah Tuhan tidak berkuasa lagi karena Kemuliaan-Nya telah hilang, dan ia merasa manusia sekarang sudah berada dalam genggamannya. Ada tabir yang tidak tertembus antara manusia dan Allah akibat dosa. Allah suci dan kudus, sedangkan manusia kotor, hina dan tercela. Ini adalah dua hal yang tidak dapat disatukan dan dipertemukan. Allah tetap adil, tidak ada toleransi akan hal ini. Walaupun dosa manusia itu hanya sedikit, tetap saja manusia itu ada dosanya dan celanya, sehingga ia tidak berhak memasuki hadirat Allah. Upah dosa adalah maut (Roma 6 : 23), walaupun manusia membela diri bahwa dosanya sedikit, tetap saja dia harus menenggak racun maut. Tuhan bukanlah Allah yang bisa dipermainkan, Keadilan-Nya tidak tergugah oleh apapun, hukum-Nya tetap berlaku. Menerima keselamatan dan hidup kekal selamanya di Surga menjadi terlihat sangat tidak mungkin.

Namun ingat, Allah adalah KASIH (1 Yohanes 4 : 8b). Dia Allah yang adil, namun Ia juga penuh kasih. Dua hal yang sangat bertolak belakang, namun Ia bukan Allah yang menjilat ludahnya sendiri. Keadilan harus ditegakkan, jangan sampai kasih menggoyahkan keadilan. Kalau orang bisa menikmati keselamatan berdasarkan amal baiknya sendiri yang lebih berat daripada amal buruknya, itu berarti Allah melanggar hukumnya sendiri. Sesedikit apapun dosa, tetap saja itu adalah cacat. Upah dosa adalah maut, sesedikit apapun dosanya. Tuhan ingin manusia kudus dan sempurna untuk melangkah dalam hadirat-Nya. Kasih Tuhan berbeda dengan kasih manusia kebanyakan yang diwarnai dengan toleransi, sehingga terkadang membenarkan hal yang buruk.

Maka karena kasih-Nya, Tuhan merelakan dirinya sendiri untuk menjadi manusia dan turun ke dalam dunia ini untuk menghampiri kita. Karena Kasih Karunia-Nya, maka darahNya tercurah di kayu salib untuk menyucikan dan menguduskan kita. Mengapa harus dengan jalan menjadi manusia? Teman-teman bisa mendapat sedikit penjelasan yang lebih panjang di postingan saya sebelumnya (https://kristyarin.wordpress.com/2014/01/27/298/)

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3 : 16)

Percayalah, maka hidup kekal akan menjadi milikmu. Sebanyak apapun pemberianmu terhadap orang miskin, seberapa seringnya dirimu datang ke gereja, seberapa seringnya dirimu berbuat baik, itu tidak berguna kalau dirimu tidak percaya, semua hal itu tidak akan membawa dirimu kepada keselamatan, hidup kekal bersama Tuhan di Surga. Keselamatan adalah anugerah, tidak ada yang bisa mengusahakan keselamatan itu sendiri. Ingat, hanya yang baik dan sempurna yang bisa melangkah kepada hidup yang kekal.

Bukan berarti setelah percaya, lantas berbuat baik itu menjadi hal yang tidak penting. Justru setelah percaya, kita harus berusaha keras lagi untuk tidak jemu-jemu berbuat baik. Namun kali ini sudut pandang dan motivasi kita dalam berbuat baik setelah percaya harus berubah. Kita tidak lagi berbuat baik dengan tujuan mencari keselamatan diri, tapi untuk menyatakan karya Tuhan dalam diri kita terhadap orang lain, khususnya kepada mereka yang belum percaya. Kita kembali pada rancangan-Nya semula, yaitu kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Jadi, semakin banyak yang melihat karya Tuhan dalam diri kita melalui perbuatan baik kita, semakin orang akan mengagumi Yesus yang bertahta dalam diri kita dan semakin banyak jiwa yang menjadi percaya karenanya. Dan yang terpenting adalah : kita menang terhadap setan, hingga mereka pun semakin gentar menghadapi Kemuliaan Tuhan.

Bagaimana, sudah cukup jelaskah? Yesus menciptakan kita dan mengasihi kita. Buang segala perasaan tidak berhargamu, segala perasaan bimbangmu, gantikanlah semuanya itu dengan perasaan dikasihi oleh Yesus, karena memang kenyataannya memang sungguh Ia mengasihimu. Carilah sampai ke ujung dunia manapun, cari tuhan yang kasihnya lebih dahsyat daripada Kasih Yesus, cari tuhan yang menjanjikan kehidupan setelah kematian. Niscaya kamu tidak akan mendapat. Karena Ia adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup (Yohanes 14 :6)

Kamu akan tahu sungguh tujuan hidupmu setelah percaya kepada Yesus. Tuhan menciptakan kita dengan segala sesuatunya yang dibutuhkan kita, terutama memperlengkapi kita untuk pekerjaan yang baik, Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya (Efesus 2 : 10). Tanyalah Dia, apakah tujuan hidupmu, niscaya pasti Dia pasti memberikan petunjuk. Berkebalikan dengan orang yang merasa depresi dengan hidup ini, mungkin sekarang kamu merasa hidupmu sukses. Ujilah lagi, apakah hal itu sungguh Tujuan Tuhan menciptakan hidupmu, atau hal itu hanya ukuran manusia semata. Pasti kamu akan sesuatu yang salah kalau hal itu tidak sesuai dengan Kehendak-Nya. Sebuah microphone mungkin bisa digunakan untuk menumbuk cabai hingga menghasilkan sambal terenak di suatu kota. Tapi apakah itu tujuan dibuatnya microphone?

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!”
(Yesaya 55:6)

Apabila langit adalah kertas, pohon adalah pena, laut adalah tinta, manusia yang menulisnya, tidak akan cukup untuk menggambarkan Kasih Tuhan. Post di blog ini hanya menggambarkan sebagian kecil saja Kasih Tuhan. Aku berdoa, semoga kamu yang membacanya, menerima Yesus sebagai Juruselamat dalam hatimu, dan dilahirkan menjadi baru kembali. Aku menulis postingan kali ini dengan perasaan yang menggebu-gebu, seperti ada yang meluap dari dalam hati, berlimpah oleh Kasih Tuhan. Tuhan rindu akan kehadiran jiwa-jiwa yang belum percaya, menjadi percaya akan diri-nya, dan merasakan Kasih-Nya yang berlimpah ruah sama seperti halnya yang aku rasakan sekarang. Kasih ini melimpah dan besar, cuma-cuma, dan akan memuaskan dahagamu senantiasa, menggantikan apapun dalam hidupmu. Syaratnya hanya satu : percayalah.

Ketika kamu sudah tahu betapa besarnya Kasih Tuhan yang luar biasa ini, terimalah Ia sungguh-sungguh dalam hatimu. Jangan takut, jangan ragu, semuanya sudah terbayar lunas. Kita memang seharusnya tidak layak karena kita bukan manusia yang benar, tetapi Tuhan Yesus lah yang melayakkan dan membenarkan kita dengan Kuasa Darah-Nya. Berhentilah merasa terintimidasi seperti itu. Kehidupan kekal bersama Dia sudah pasti ada pada genggaman orang-orang percaya, nyatakanlah hal itu dengan berani, simpanlah janji Tuhan dari Yohanes 3 : 16 dalam hati.

Maka, hargailah hidupmu, bertanggung jawablah dengan apa yang sudah Tuhan beri dalam hidupmu hingga detik ini. Teruslah mencari kehendak Allah dalam tujuan hidupmu.

Tuhan tidak memaksamu untuk percaya kepada-Nya. Yesus bukan Allah yang otoriter, kita diberi keistimewaan dalam berkehendak bebas. Semuanya tergantung pada keputusanmu, kawan.

Jangan sia-siakan Allah yang begitu mengasihimu. Itu saja

Tuhan menyayangimu, kawan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s