Serupa Embun Kemarin

Kabut kemarin datang menemani dan memberi embun dalam genggaman
Ketika mentari datang, ia menguap tak berbekas
Begitu pula dengan embunnya

Senja kemarin datang memberi semburat jingga dalam kehangatan
Ketika malam datang, jingganya pudar menjadi gelap
Begitu pula dengan hangatnya

Pelangi kemarin datang memberi warna semarak dalam gemerlap
Ketika guntur datang, warnanya luntur oleh air hujan,
Begitu pula dengan cerianya

Hari ini beda halnya dengan kemarin
Meski kabut, senja dan pelangi datang kembali
Tetapi aku tahu sayap fajar akan mengepak datang
Maka embun datang dan menguap lagi…pergi

Maka aku menghirup udara dingin dalam kabut
Maka aku mencuri busur dari pelangi
Maka aku menggapai-gapai mega yang merengkuh mentari senja
Aku melompat kegirangan dan berputar-putar
Aku tidak mengizinkan dipermainkan ilusi

Maka ketika malam tiba dan sayap fajar menjemput

Cukup embun saja yang menghilang, dan aku tetap menari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s