Circle

Hai hai…udah lama banget yaa gw ga nulis…where have you been in this world, Rin?

Mungkin lebih baik gw certain aja kali ya apa yang gw kerjain akhir-akhir ini.

Pertama, gw lagi tergila-gila sama Benedict Cumberbatch gara-gara nonton serial Sherlock Holmes BBC (iya gw tau gw basi banget). Why? Pertama, karena dia punya rambut keriting cokelat dan berkulit putih (totally my type!). Kedua, karena aktingnya bagus banget. Gw paling gabisa liat cowo pinter, because being brillian is a new sexy! Gw kira ga ada yang lebih cocok memerankan Sherlock Holmes selain R. D. Junior, tapi ternyata gw salah besar. Ketiga, karena dia Inggris banget! Suaranya kece banget banget. Pantesan dia jadi pengisi suara dimana-mana, yang paling anyar dia jadi pengisi suara “Smaug” di The Hobbit.

Temen gw bilang ,”Cowo keriting putih emang oke sih, tapi biasanya cowo kaya gitu pacarnya cowo juga!,”. Asem. Sampe sekarang gw gabisa nerima kenyataan kalo Nicholas Saputra itu gay. BIG NO NO. Meskipun gosip dan fakta sudah berbicara, tapi hati gw mengatakan tidak! (padahal gw udah ga percaya lagi sama yang namanya perasaan, ups, wkwk). Tapi pas kemaren gw cari Youtube-nya Benedict Cumberbatch dan gw nontonin dia pas lagi diwawancara di suatu talk show, hmm…gw kok ngeliat dia agak melambai yah (nangis darah). Weee…please…katakan apa yang gw liat itu bohong. But, you looked soooo sexy in that suit, dear :*

Mungkin udah saatnya gw beneran beli buku Sherlock Holmes dan baca sendiri karakter sesungguhnya, bukan tergila-gila sama artisnya kaya sekarang. Sebenernya gw rindu masa-masa dulu, yang baca Harry Potter duluan sebelum nonton filmnya. Huaaa…enak banget sih dulu bisa baca, nulis dan nonton film sesuka hati!

Sudah-sudah, cukup prolognya. Yep, saat ini gw mau nulis tentang hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita : Circle. Atau lingkaran persahabatan tau pertemanan.

Circle ada dua macem : di social media atau di kehidupan nyata. Gw berpendapat, kalau Circle di media sosial seharusnya sama seperti di kehidupan nyata. How poor you are if you post every activities with your friend but you can’t find them in the real life, even one.

Gw memutuskan untuk ga posting apa-apa lagi di Instagram atau Path sejak berbulan-bulan yang lalu. Gw ngerasa dua sosmed ini jadi beralih fungsi aja : jadi ajang pamer. Bodo amat gw dibilang ga update sama berita-berita jaman sekarang, ato tepatnya gosip jaman sekarang. Itu ga penting banget. Gw setuju kalau Instagram digunakan secara tepat seperti Ibu Ani Yudhoyono, wow, dia berbakat banget dalam fotografi, I like it indeed. Atau Path digunakan buat menandai jejak lu di suatu tempat yang sangat unik dan orang-orang harus tau keindahannya. Foto bersama sahabat di momen yang sangat sangat penting (seperti pernikahan atau wisuda) masih ditoleransi lah. Tapi kalau dipake cuman buat foto makanan, foto sama temen-temen di setiap tempat, ato selfie setiap hari, oh my goodness….(speechless). Gw mau bilang dua kata : alay mampus. Apalagi kalau ada orang yang foto setiap aktivitas yang lagi dilakukan, termasuk foto cucian piring yang lagi numpuk. Ayolah, bisa ngga penting dikit jadi orang??. Dan paling ga ngerti kalau satu foto yang ga penting ini diposting di semua sosmed. What the @#$%^&*??!!

Ato mungkin gw emang tipenya tertutup dan butuh ruang yang sangat luas untuk privasi. Orang-orang ga perlu tau gw lagi ngapain aja, lagi sama siapa aja ato lagi punya apa. Gw lebih suka dikenal secara pribadi atau sebagaimana dipandang dalam kehidupan nyata, bukan di sosmed. If you want to know me, let’s have a chat with me. Apa emang trend orang-orang jaman sekarang kali ya, biar keliatan gaul, semua kegiatan “jalan-jalan” diposting di sosmed. Dunia ini ga harus tau kalo lu gaul kali.

Pada akhirnya gw saat ini paling sering hanya memanfaatkan empat line media sosial saat ini : Line, Whatsapp,Twitter dan Facebook. Gw suka Line karena gw hanya berteman dengan orang-orang tertentu aja (gw sangat selektif menyimpan nomor HP dan nge-add teman-teman line gw), yang berarti gw ga perlu ngeliat status Line orang-orang yang ga penting di hidup gw. Gw bisa bikin status dengan stiker gratis yang oke-oke. Sampai saat ini ada enam grup di Line gw, yang sangat menggambarkan Circle di kehidupan gw sebenarnya.

Gw suka pake Whatsapp karena ga neko-neko dan beberapa grup yang gw punya di dalamnya adalah real. Gw suka pake Twitter untuk tau info-info dari orang penting (seperti artis, walikota, atau info kota) dan seperti halnya Line, gw bebas mem-follow orang-orang yang menurut gw penting dan meng-unfollow orang-orang yang kerjaannya pamer doang. Terakhir, gw suka pake Facebook buat memantau perkembangan berita jaman sekarang dan perkembangan temen terdekat hingga temen yang biasa aja. Kadang gw pake facebook buat ngeliat meme yang lucu-lucu (9gag is not funny anymore, it is full of sex jokes which it is not a creative one). Menurut gw keempat sosmed ini sangat sangat cukup, tanpa harus punya Path ato Instagram.

Kalau Blog ini termasuk sosmed, oke, berarti ada lima sosmed yang gw sering pake. Suatu hari gw akan mengisinya dengan tulisan yang lebih bermutu, seperti membuat artikel atau cerpen buatan sendiri (kapan…? hiks). Ketika nanti pada akhirnya gw punya kamera DSLR sendiri dan berhasil menekuni fotografi, mungkin gw akan membuat akun Flickr, yang jauh lebih elegan daripada Instagram.

Oke, ketika banyak orang yang memiliki masalah dalam menahan kenarsisan, susah buat gue untuk ga ngata-ngatain orang lewat status. Hobi banget kayanya gw nyepet orang ato bahkan terlalu eksplisit. Maaf ya buat yang merasa pernah sakit hati dengan status Twitter ato Line gw. Ini serius gw minta maaf banget. Tapi percaya deh, sekarang gw lagi dalam tahap lumayan bertobat. Well, lumayan, hehe.

Ngomong-ngomong tentang Circle, gw sangat menikmati Circle yang gw miliki sekarang. Dan overall dari Circle yang gw miliki, gw lebih suka berteman dengan cowo. Dan temen cewe yang gw miliki juga rata-rata emang dasarnya tomboy. Temenan sama cowo tuh ga pake ribet, biar kondisi keuangan lagi tipis tapi masih bisa jalan-jalan. Bisa ngetawain apa aja, meskipun kadang otak mereka rada ngeres. Dan kalau temenan sama cowo, bisa mengurangi tendensi gw buat ngomongin orang, haha. Dan temenan sama cowo itu lebih kreatif. Selain gw tau film dan musik bermutu, gw juga ga harus jalan-jalan ke mall dan kafe mulu.

Sounds like I hate mall and cafe, right? Haha…probably, yep. I hate of being glamourous or luxury thing. For me, going there is such an expensive things. It’s ok if you go there once in one or two week. But if it almost everyday? Oh, it’s not my life style. It’s just waste your time and money.

I like to hang out with my friend, as long as I can laugh loudly and I can do it in the cheap way. For me, the most important thing when you get along with my friend is how you enjoy your relationship. Laughing a lot, mocking each other and without fake smile. It doesn’t matter with the place where we are. A good place but if you cannot laugh or talk for 15 minutes, what for? So, sometimes a picture in a photo can deceive you. I don’t have to post the photo and show it to the world. The real relationship is more evergreen than a photo.

Untuk saat ini, ada beberapa lingkaran pertemanan yang gw miliki. Dan gw ingin menjaganya sampai kapanpun. Lingkaran-lingkaran pertemanan yang gw miliki ini sebenarnya menjadi pokok doa gw setiap malam. Gw suka mendoakan mereka, dan mungkin hidup gw selama ini ditopang juga dengan doa mereka. Menurut gw, inilah makna persahabatan yang paling tulus, yaitu ketika lu mendoakan orang-orang yang lu kasihi.

Orang-orang bilang, kalau pernikahan itu bukan hanya menikahkan sepasang insan, tapi menyatukan kedua belah pihak keluarga juga. Dan dalam definisi gw, ada satu lagi : pernikahan itu menyatukan persahabatan yang dimiliki oleh kedua pihak juga. Aneh aja kalau ada orang yang pacaran, tapi gamau kenal temen-temen cewenya ato cowonya siapa aja. Boro-boro mau kenalan, mau tau aja ngga. Ya ampun, dunia tuh ga cuman milik berdua lagi. Walaupun mungkin hubungan tersebut akan berujung pada pernikahan, nyatanya kita masih butuh teman-teman kita ketika sudah menikah. Jadi, kalau ada pacar yang gamau dikenalin ke temennya, ato ga mau ngobrol sama temennya, udah, tinggalin aja. Dia akan berlaku demikian juga sama keluarga lu.

Sekian tulisan gw tentang lingkaran persahabatan. Topik yang agak random sebenernya, dan baru kepikiran beberapa saat setelah gw menyelesaikan prolog gw tentang si ganteng Cumberbatch, haha. Mungkin di bawah alam sadar gw, gw agak menyesal pernah meninggalkan teman-teman gw untuk satu hal. Satu hal yang sebenarnya tidak sepenting itu sampai gw bisa meninggalkan keluarga dan teman-teman gw dan ga mendoakan mereka lagi. Gw sadar betul tentang hal ini ketika gw menghadapi masa-masa susah, dan kelihatan jadinya siapa yang hanya ada di kala senang dan tidak bertahan di kala sulit. Dan gw sangat bersyukur bahwa Tuhan memberikan gw kesempatan kedua untuk menggenggam semua Circle gw lagi dan kesempatan untuk membagikan kasih gw untuk mereka.

Teruntuk semua teman gw di dunia ini : terimakasih.

Bestfriend is worthy than boyfriend or even husband. If I recognize my boyfriend as my bestfriend ever, I will marry him as my husband. Someone who loves all the part all my life. My God, my family, and my friend. And of course, I will do the same stuff to his life.

Same fundamental, same commitment, same vision.

And same circle.

Click.

BC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s