Archives

Lara 

Sinar cerah menyibak fajar

Awan kelam menggelayuti  siang

Rintik hujan memayungi petang

Secepat itu nyatanya dinamika angan-angan

Meninggalkan pilu yang membekas

Aku butuh sendiri

Waktu itu pun aku ingin menyendiri

Mengapa kau datang hingga kubawa dalam doa tinggi-tinggi?

Aku tahu, salahkan ekspektasi

Jangan datang-datang lagi

Jika pada akhirnya aku ditinggal pergi

Aku lara

Tentang Biru

Mawar birumu tak kunjung layu

Seolah tidak menyerah mengingatkan aku tentang kamu

Maaf aku belum pernah menuliskan puisi untukmu

Bagiku, dirimulah perwujudan puisi terindah yang selama ini kutahu

Matamu seperti bisa menangkap arti gerak-gerikku

Senyummu selalu mampu meredam segala kegamanganku

Kehangatan, perlindungan, wangimu, akan selalu aku rindu

Siapapun yang bersama kamu kelak, ia akan beruntung

Karena aku tahu betul rasanya dijaga kamu

Terimakasih telah memperlakukanku bak seorang ratu

 

Percayalah, hidup tak selamanya biru

Kita akan terharu dengan yang baru

Now…what?

Saat ini kembali gw menapaki tahap terberat dalam hidup. Hingga akhirnya harus jatuh sakit.

Kecewa? Ya. Kesepian? Ya. Demotivasi? Ya. Depresi? Ya Frustasi? Ya.

Life is unfair.

Entah mungkin karena kelelahan mental atau memang karena pertahanan tubuh gw yang melemah, akhirnya gw kemarin jatuh sakit hingga tidak sanggup untuk berangkat ke kantor. Percayalah, sakit sendirian di kostan itu rasanya GA ENAK BANGET (gw udah mengalami hal ini dua kali). Pelarian gw atas kondisi seperti ini adalah : tidur. Tidur sampe pusing. Tidur sampe gabisa tidur lagi.

Gw tahu gw ga boleh kelamaan terpuruk kaya begini. Gw harus bangkit.

Entah kenapa gw jadi memiliki kehausan akan buku, film dan video streaming tentang motivasi. Gw yang selama ini ga punya waktu akan hal-hal seperti itu mendadak gw lalap habis.

Gw tahu gw salah karena gw tidak mengandalkan Tuhan, malah berpaling mengandalkan hal-hal seperti itu yang membuat semangat gw meletup sesaat, namun cepat padam lagi. Seperti minuman soda, yang setelah dikocok busanya meluap dari botolnya, lalu tidak lama busanya hilang.

Apakah keimanan gw sedang diuji?

Jelas.

Gw sedang menghadapi masa ujian. Lagi.

Untuk masa-masa seperti ini, bersyukur untuk keluarga dan sahabat yang mendoakan gw, sehingga di saat gw lemah, gw merasa ditopang oleh doa-doa mereka. Sehingga di kala gw menjauh dari Tuhan, Ia tetap berbicara kepada gw dengan cara apapun.

Tuhan selalu baik, gw tahu. Maafkan kalau gw pernah kecewa sama Engkau, walaupun sebenernya gw sama sekali ga berhak.

Sepertinya gw harus kembali belajar untuk terus percaya kepada Tuhan, mencontoh iman seorang anak kecil.

Stay with me Lord. All I know is I’m nothing without You. Absolutely nothing.

Honestly, I’m very weak now.

To Be Presenter at IAGI 2016

Haloooo…akhirnya rubrik geologi ini terisi kembali, haha. Tanggal 10-13 Oktober alias dua bulan yang lalu gw menghadiri konferensi IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), yaitu suatu event tahunan bagi seluruh geologist di Indonesia. Perhelatan ini diadakan di Trans Studio Hotel, Bandung.

Di konferensi ini Puji Tuhan gw bisa mengirimkan paper dan mempresentasikannya. Papernya masih berasal dari penelitian tugas akhir gw tiga tahun lalu, hehe. Gw lega, akhirnya gw tuntas mempublikasikan tugas akhir gw berupa dua paper.

Berikut adalah abstrak paper gw :

Exposed Basement Characteristics of Northern Barito Basin, Siung Malopot Area, Central Kalimantan
Anggritya K D (1), Priadi B (2)
1 Stratigraphy Group, Exploration Division, LEMIGAS
2 Geological Engineering Department, Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut of Technology Bandung
Abstract

Borneo island has a complex geological history, it can be seen from its basement lithology as a result of tectonic events at a certain age, particularly the Pre-Tertiary. Meta-andesite, breccia, and granodiorite as exposed basement lithology in the research area, allegedly uplifted and eroded due to compressional phase during the Miocene and Plio-Pleistocene. Research area that located in the Siung Malopot Area, Central Borneo, geologically is part of the northern Barito Basin.

The authors present the results of petrographic study of basement lithology in research area that has been metamorphosed, microscopically visible the presence of secondary minerals of prehnite and zeolite, and the presence of other characteristics that indicate strong deformation in the basement rocks. In addition, some mysterious limestone boulders found in the research area contains larger foraminifera fossil of Late Pennsylvanian-Early Permian, which is suspected derived from reworked fossil of older lithology.

Keywords : Borneo, Barito Basin, basement, larger foraminifera, metamorphic facies..

Link proceeding paper gw bisa diunduh di link berikut :

https://drive.google.com/file/d/0B20SAfyzcCfBNTcyaWVXLWc3WWc/view?usp=docslist_api

Entah kenapa sepanjang tahun ini gw sering diingatkan tentang kebaikan Tuhan di masa lampau. Setiap gw mengingat perjuangan menyelesaikan tugas akhir gw yang berdarah-darah, gw selalu beryukur punya Tuhan yang amat sangat baik. Ketika rintangan demi rintangan masa lalu sudah Tuhan atasi, gw percaya rintangan-rintangan di masa depan pun demikian. Gw tidak perlu khawatir, walaupun rasanya sulit untuk tidak khawatir.

Percayalah seperti di saat kamu khawatir.

img-20161012-wa0002img_20161012_075101

Selain presentasi, di event IAGI ini gw juga menjaga booth LEMIGAS, kalau-kalau ada geologist yang berkunjung, antara ingin tahu tentang LEMIGAS atau syukur-syukur ngasih project :p. Lucunya, stand LEMIGAS berdiri di sebelah booth Geodin. Alhasil di saat giliran jaga booth kadang-kadang gw main ke booth sebelah. Gw turut senang melihat geodin masih bisa berjalan sampai sekarang.

img-20161013-wa0012

img_20161011_133145

Booth LEMIGAS sama Geodin yang bersebelahan, hehe

Di saat acara penutupan, hoki gw lagi bagus, gw mendapatkan doorprize berupa power bank (lumayaaann). Di acara penutupan juga gw berbincang dengan seorang professor dari suatu universitas di Myanmar, namanya Miss Cho. Ssaat itu gw berniat menemani beliau yang sedang sendirian, sekalian melatih skill bahasa Inggris gw juga. Tidak disangka, di akhir percakapan beliau memberikan gelang dari batu giok. Suka banget sama model gelangnya! Terimakasih Mrs Cho! Suatu saat saya akan mengunjungi Myanmar dan bertemu dengan anda lagi, juga bertemu dengan para profesor geologi yang lain dari Myanmar. Pasti.

img_20161013_131934

Zed bracelet from Mrs. Cho. Thank you!

Demikian cerita gw kali ini di konferensi tahunan IAGI 2016. Bersyukur punya Tuhan yang luar biasa baik.

Bye bye readers!!

Share The Love (Part II)

Kenapa “Part II”? Karena ada “Part I” nya, yang bisa dibaca di sini

Minggu lalu, tanggal 3 Desember 2016, gw mengikuti kegiatan bakti sosial ke suatu Panti Asuhan bersama Mba Debby (senior gw di gereja) dan kawan-kawan (total peserta sekitar 7 orang). Ketika Mba Debby menanyakan kesediaan gw untuk berpartisipasi atau tidak, gw langsung mengatakan “iya” dengan mantap. Gw sayang dengan anak-anak dan sulit bagi gw untuk melewatkan momen seperti ini. Mba Debby mengadakan kegiatan bakti sosial ini dalam rangka berbagi kasih menjelang hari Natal.

Gw hanya mendengar sedikit tentang panti asuhan ini dari Mba Debby. Panti Asuhan ini bernama panti asuhan “Kasih Karunia”. Pengelola panti asuhan ini bernama ibu Esther Kim, beliau adalah orang Korea asli. Ibu Esther Kim inilah yang menemukan adik-adik untuk dirawat dan dididik di panti asuhan ini. Sekilas berita yang gw dengar, anak-anak di panti asuhan ini mendapat biaya pendidikan dari Negara Korea, namun untuk dana akomodasi dan makan murni berasal dari donatur. Puji Tuhan, hingga saat ini banyak donatur yang bersedia membantu.

Sebenarnya kegiatan ini ingin diadakan di panti asuhan yang terlihat lebih membutuhkan, dan bukan panti asuhan Kristen. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya kami mengadakan kegiatan ini di panti asuhan Kasih Karunia. Dan gw yakin, ketika kesempatan berbakti sosial ini diadakan disana pastinya bukan karena suatu kebetulan.

Letak panti asuhan Kasih Karunia ini terletak di sekitar Sarijadi, Bandung. Kalau ada yang penasaran persisnya dimana, tulis komen aja yaa, nanti gw tanyain ke Mba Debby.

Sampai di lokasi panti asuhan, kami langsung disambut anak-anak. Ada satu anak yang namanya Amel, yang langsung “gelendotan” sama gw. Jujur, gw seneng banget disambut seperti itu. Mereka terlihat polos dan menyenangkan. Jumlah adik-adik yang berada di panti asuhan ini adalah 22 orang.

Kegiatan baksos-nya diadakan dari pkl 18.00-20.00, dan konten acaranya dilakukan sederhana saja. Acara ini diawali dengan acara makan bersama, lalu games. Mungkin karena banyaknya kunjungan yang dilakukan di panti asuhan ini, para adik sudah tahu games yang akan kami bawakan. Akhirnya kami membawakan games “Manequinn Challenge” dan “Tang Ting Tung Teng Tong Dor” yang belum pernah mereka mainkan sama sekali. Puji Tuhan, games nya berlangsung seru banget.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama. Adik-adik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompoknya dipimpin oleh satu kakak. Kami duduk dalam formasi lingkaran, kemudian kami mendoakan teman sebelah kami searah jarum jam secara bergantian. Gw terharu banget ketika mendengar satu orang adik minta didoakan supaya bisa dekat dengan Tuhan. Luar biasa, bahkan gw aja tidak terpikir untuk memiliki kerinduan itu. Ketika gw mendengar cara adik-adik berdoa, gw tahu, bahwa mereka pasti rajin berdoa. Tuhan seperti membukakan mata gw lagi, menyadarkan gw lagi.

Selesai berdoa, gw menyempatkan diri untuk mengobrol dengan mereka. Ada satu adik yang gw notice, namanya Annisa. Dia berasal dari Subang. Orangtuanya sudah meninggal, kerabat terdekatnya saat ini hanyalah kakeknya yang masih tinggal di Subang. Dia bercerita bahwa dia sangat menyukai seni. Dia bisa melukis, menyanyi, menari. Bakat seninya itu diturunkan oleh neneknya ketika beliau masih hidup, berharap bahwa suatu hari nanti cucunya ini akan menghidupi diri dengan seni. Dia juga bercerita kalau sudah besar nanti, ia ingin berkuliah di FSRD ITB dan berkeliling dunia. Negara yang ingin ia kunjungi adalah negara Italia, karena negara adalah gudangnya karya seni. Dia mengaku (dikonfirmasi juga oleh teman-temannya) kalau ia suka melukis keindahan negara-negara tersebut. Gw sangat kagum dengan remaja yang bernama Anissa ini. Walaupun raganya terkungkung di sana, namun pikirannya melanglang buana. Gw bilang sama dia, kalau gw bisa S2 di Inggris nanti, gw bakalan kirim post card. Seperti berjanji dan gw akan berusaha menepatinya.

Terakhir, kunjungan ini ditutup oleh pertunjukan musik anak-anak panti asuhan Kasih Karunia. Ada yang bermain piano, biola, cello, ada pula yang menyanyi. Mereka memainkan tiga lagu. Gw terenyuh banget mendengarnya. Good job, adik-adik!

dsc_0009

dsc_0011

dsc_0015

dsc_0026

Jujur saja, minggu kemarin adalah minggu yang buruk bagi gw. Gw merasa hidup gw flat banget, ga ada semangat dan gairah, gw juga takut sama hari depan. Hubungan gw sama Tuhan juga dalam keadaan ga baik, gw lagi males saat teduh dan berdoa. Namun kegiatan ini sangat menggugah gw, menyadarkan gw dan membuat gw semangat kembali, terimakasih Tuhan 🙂

dsc_0022

Mrs. Kim (paling kanan)

img-20161203-wa0021

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1 : 27)

Sekian postingan kali ini, gw berharap Tuhan kasih gw kesempatan lagi untuk mengunjungi anak-anak yang lain di komunitas yang berbeda

See you readers! 🙂

Proses Shooting Video Klip “Natrium Klorida” (Tim Pelayanan Adik Asuh Panglima Polim)

Wah gila, udah lama banget gw ga nulis…(Bosen ya openingnya begini melulu)

Percaya atau tidak, betapa gw ingin memulai menulis dari kemarin. Tapi ya begini kalau udah kelamaan ga nulis, rasanya skill menulis gw seperti menumpul, ibarat pisau yang terlalu lama tidak dipakai, berkarat dan tumpul. Gw sebenernya sedih, entah kenapa gairah gw untuk membaca dan menulis menjadi hampir hilang sama sekali.

Aneh. Kalau dulu kelamaan tidak menulis gw akan merasa terbeban, seperti orang yang punya hutang dan ingin cepat-cepat membayar. Kalau sekarang masih merasa seperti punya hutang juga, hanya saja kali ini gw enggan untuk membayar hutang gw. Gw ingin berlama-lama menunda melunasi.

Apa mungkin karena gara-gara gw pacaran? *mikir keras*

Haha, ngga juga sih. Kemarin gw fokus mempersiapkan diri gw untuk test LPDP. Dan banyak kegiatan lain. Besok adalah pengumuman LPDP, gw berharap hasilnya adalah kado natal terindah dari Tuhan di tahun ini 🙂

Ayo kembali semangat membaca dan menulis, Rin!

Hmm…kali ini gw mencoba menulis pengalaman kemarin membuat video klip bersama adik-adik asuh gw, dalam rangka Healthy Dance Competition di Jambore Sahabat Anak 2016.

Seperti postingan gw sebelumnya di sini, di tahun ini, meskipun gw anak baru, Puji Tuhan gw mendapat kehormatan untuk menjadi PJ Area Panglima Polim di JSA (Jambore Sahabat Anak) 2016. Pada acara JSA XX tahun ini, masing-masing komunitas peserta mendapat kesempatan mengikuti Healthy Dance Competition Video. Jujur, mengetahui hal ini membuat gw merasa tertantang dan bergairah, karena sesungguhnya dunia videografi merupakan bagian dari passion gw juga. Setelah melihat contoh videonya, segera gw membuat konsep video bersama kakak-kakak yang lain.

Gw sangat menikmati proses pembuatan video klip ini

  • Dimulai dari membuat lirik lagu “Natrium Klorida” (Untuk mengisi irama lagu Dawin – Desert). Beryukur ada kakak asuh bernama Permata Okvianti (Ovi) yang suaranya bagus banget! Bersyukur juga Ovi bisa merekam suaranya sendiri dan mengeditnya di suatu software.
  • Membuat konsep bersama kakak panitia JSA dari Panglima Polim, berkaitan dengan kostum, setting, property, timeline, dll. Kebetulan adik-adik setiap minggu belajar di PSKD 4, sehingga kita memutuskan untuk syuting di gedung sekolah, dengan kostum yang casual. Sebisa mungkin, kita low budget, hehe. Puji Tuhan banget gw punya kamera, thank you, Lord 🙂
  • Bertemu dengan pelatih dancer, temennya Mas Jojo (a.k.a pacarku, hehe), lumayan jadi nambah temen
  • Menemani adik-adik berlatih nari. Bukan hal yang mudah menghadapi anak-anak remaja yang tukang ngelesnya luar biasa dan susaaaahhhh banget buat diatur. Gw disini belajar buat sabar
  • Tidak cukup sampai disitu, gw juga harus super sabar banget saat menjadi sutradara dan mengatur adik-adik ketika rekaman berlangsung. Terimakasih untuk kakak-kakak yang membantu gw, maafkan kalo sikap gw saat itu berasa kaya sutradara yang merintah-merintah crew. Gw terharu ada yang ngipasin gw, mayungin gw, bantuin ngatur adik-adik (baca : ngomel), ahaha…
  • Gw jadi belajar lagi tentang teknik pengambilan gambar dan jadi punya ide bagaimana untuk mensetting peralatan untuk syuting di lapangan.
  • Gw seneng banget bisa belajar ngedit video Adobe Premiere Pro. Sofware ini amazing banget, sangat memudahkan gw dalam mengedit. Puji Tuhan juga laptop gw masih kuat buat nginstall softwarenya yang cukup berat, hehe
  • BERYUKUR BANGET kalau akhirnya di kompetisi ini, videonya bisa dapet juara 1! Wah Tuhan, sungguh Engkau luar biasa!! So proud of you guys…kakak-kakak dan adik-adik!!!
  • Bersyukur bisa melihat adik-adik peserta Healthy Dance Competition ini bisa tampil di panggung utama. Tujuan gw memang supaya mereka punya pengalaman tampil berani di atas panggung dan punya pengalaman saat syuting (bisa melihat kejadian di balik layar)

IMG-20160612-WA0046IMG-20160612-WA0045IMG-20160612-WA0043IMG_20160612_171541IMG_20160612_171420IMG_20160612_172427DSC_0002

img-20160617-wa0004

Begitulah cerita singkat dari proses pembuatan video klip di bulan Juni kemarin. Gw merasa sangat terberkati dengan prosesnya, Tuhan kasih gw kesempatan memiliki pengalaman yang luar biasa seperti ini. Mendapat juara 1 dan juga…pacar (ehm) adalah bonus :). Terimakasih Tuhan untuk kehidupan yang menyenangkan 😀

IMG-20160801-WA0172

IMG_20160731_145319

Aku bangga dengan kalian, adik-adik! 🙂

Video klip “Natrium Klorida” bisa dilihat di sini

Sekian tulisan gw kali ini. Akhirnya semangat gw nulis kembali lagi. Yah, seperti pepatah, alah bisa karena biasa, alah biasa karena dipaksa! :p

Sampai bertemu di momen Jambore Sahabat Anak selanjutnya! Gw pasti jadi panitia lagi 🙂

God bless us!