March 2014

When You Are Near

I’ ve realized.
I am not lonely when you are near.
And despite me, and all of my doubts, gone is my fear.

I am made warm by your care
I was disarmed so slowly
For you my heart goes untied.
You chase away all of my pride.

I would give you everything i have
Coz i want you here by my side
Just tell me how you feel
And I’ll open up my heart wide to you.

I see that. I can’t go back now, not now you’re here.
Life was cold before what we… We have now something, don’t we?
For you my heart goes untied.
You chase away all of my pride.

I would give you everything i have
Coz i want you here by my side
Just tell me how you feel
And I’ll open up my heart wide to you.

I’ve realized. I am not lonely
Hope you stay near.

by : Marion Grace

My Dad, My Superhero

Papaku mungkin bukan kriteria papa yang ideal menurutmu.

Dia bukan Papa yang punya pekerjaan yang dibanggakan. Dia tidak punya motor atau mobil yang keren. Penampilannya tidak necis, dengan kemeja rapi, sepatu mengilap dan parfum mahal. Dia tidak selalu bisa memberiku uang jajan berlebih. Dia tidak selalu bisa memenuhi kebutuhan materi yang aku inginkan, meskipun aku tahu dalam hatinya dia merasa perih, karena anaknya tidak bisa menikmati kehidupan seperti teman-temannya yang lain.

Sempat aku mengeluh karena itu. Tetapi aku menyadari, begitu banyak hal yang bisa kubanggakan dari Papa terkasih.

Dia bukan sosok yang selalu mengajarkan langsung Firman Tuhan kepadaku setiap hari. Tetapi aku kagum ketika secara diam-diam aku mendengarkan ketika ia memberi penjelasan tentang Firman Tuhan kepada orang lain. Atau terkesima ketika ada orang yang menyampaikan kepadaku, bahwa betapa luar biasanya sikap dan sifat yang dimiliki Papa karena ia telah mengenal Tuhan sedari masa mudanya. Aku bangga.

Dia memberiku nama yang keren. Kristyarin Dwi Anggritya. Termasuk nama yang sangat jarang di dunia ini. Nama yang indah, unik, dan penuh makna. Aku bangga.

Dia tidak kaya akan harta, tetapi begitu kaya akan ilmu dan wawasan. Senang rasanya mendengarkan cerita saat dia menginjak bangku kuliah dahulu di UGM. Ketika menyetel televisi dan berita jaman sekarang yang berkaitan dengan sejarah masa lalu, Papaku pasti dengan sukarela akan menjelaskannya dengan detail. Atau ketika hanya sekedar menemani Papa ketika naik mobil berdua, dia pasti akan memberitahuku tentang apa saja yang berguna, meskipun aku tidak bertanya. Aku menjadi tahu segalanya karena Papaku. Aku bangga.

Dia memberiku figur sosok seorang laki-laki yang setia. Dia sangat menyayangi mamaku. Hal itu semakin terlihat kelas ketika mamaku sakit. Dia dengan sigap memantau keadaan mamaku saat itu. Aku bangga.

Dia mengajarkan cara sederhana menikmati hidup di siang tengah hari yang terik. Tidak perlu ke kafe, cukup mampir ke pinggir jalan untuk membeli cendol, minuman dingin, es krim atau yoghurt. Yang murah saja. Terkadang membeli mie ayam atau batagor juga. Menikmatinya berdua dengan Papa serasa kencan dengan sepuluh kekasih. Aku bangga.

Dia bisa membuat nasi goreng, mie goreng, telur dadar bawang atau sambal dadakan yang sangat enak ketika tidak ada lauk pauk di rumah. Percayalah, cita rasanya selalu membuat ketagihan. Aku bangga.

Dia marah ketika aku diperlakukan tidak wajar oleh orang lain. Walaupun kadang-kadang memang karena aku yang salah, tetapi tetap saja dia membelaku. Aku tidak bangga dengan itu, tetapi aku bangga rasanya selalu punya pembela. Rasanya menyenangkan. Aku bangga.

Dia bukan montir, tapi dia tahu seluk-beluk mobil. Dia bukan tukang bangunan, tapi dia tahu cara membetulkan genteng bocor. Dia selalu menemukan cara untuk membetulkan payungku yang rusak, menjahit sol sepatuku yang lepas atau tasku yang berlubang. Dia tahu cara berkebun yang baik. Dia selalu bisa membetulkan alat elektronik yang rusak. Iya, ia adalah seorang tukang. Tukang insinyur yang cerdas!!!

Tidak ada laki-laki yang tahan uji melebihi Papaku untuk selalu menjemputku dan mengantarkanku kemana saja, puluhan kilometer. Bahkan bersedia mengantarkan makanan jika perlu. Ketika ada Papa, rasanya pacar menjadi tidak berguna. Dia melarangku untuk mengendarai motor karena dia takut terjadi apa-apa padaku di tengah lalu lintas Bandung yang membahayakan. Sebagai gantinya, dia bersedia menjadi “supir ojek” untuk putri kecilnya. Dia selalu memastikan keselamatan putrinya. Aku bangga.

Tiba-tiba aku teringat masa kecilku, mungkin sekitar 5 tahun. Aku ingin sekali punya rumah-rumahan mini setelah membaca komik Doraemon. Sepupuku mempunyai rumah-rumahan Barbie, tetapi aku sungguh iri. Aku merengek kepada orangtuaku. Tak lama kemudian, Papaku membuatkan tempat tidur kecil untuk bonekaku, lengkap dengan busa, bantal-guling mini dan seprainya. Waktu itu aku kecewa karena aku meminta rumah-rumahan, bukan tempat tidur. Tetapi jika sekarang aku mengingatnya, aku terharu. Dia tidak punya uang banyak untuk membelikanku mainan, tetapi dia berusaha sekreatif mungkin untuk menyenangkan putri kecilnya. Aku bangga.

Aku tidak merasa cantik dan percaya diri dengan kacamataku, tetapi Papaku bercerita bahwa Ia selalu mengidolakan gadis berkacamata sejak ia SMP. Seketika aku merasa benar-benar seperti seorang putri yang disanjung pangerannya. Aku bangga.

Kemarin untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menemani Papa yang sedang mengendarai mobil pick-up yang mengangkut barang-barang menuju tempat retreat. Meskipun mobilnya butut, tetapi suasana sepanjang jalan sungguh indah. Ada sinar matahari terbit yang sangat aku sukai, ada sawah yang menghampar hijau, ada udara segar yang masuk dari jendela mobil yang membelai lembut rambut dan wajah kami. Aku senang sekali berada di mobil saat itu, rasanya seperti cerita ayah dan anak di film-film yang melintasi jalan raya di tengah padang gurun di Amerika. “Enak kali ya kalau kita berdua jalan-jalan kemana aja pake mobil kaya begini? Biar mobilnya butut, tapi orang-orang di dalemnya keren,”. WOW, ternyata Papa juga merasakan hal yang sama! Dan anehnya lagi, dia tidak mengikutsertakan Mama dalam khayalannya itu, padahal Mama selalu ada dalam pikirannya selama ini karena Papa sangat menyayanginya. Rasanya saat itu juga aku ingin memakai kacamata hitam untuk kita berdua karena kita keren. AKU BANGGA.

Suatu saat, pasti ada kesempatan bagi aku dan Papa menjelajahi alam Indonesia. Bersama.

Sekarang umurku 22, dan sampai sekarang aku merasa Papaku tetap memperhatikanku seperti saat aku 5 tahun. Mungkin dia melakukan hal-hal yang luar biasa itu karena permintaanku, tetapi jika kupikirkan lagi rasanya tidak demikian. Dia memang ikhlas memelihara putrinya dengan sangat baik. Sampai kapanpun, aku tahu, aku tetap putri kecilnya yang selalu ia sayangi. Dan sampai kapanpun juga, aku tetap menyayangi Papa. Aku akan selalu membuat Papa bangga mempunyai seorang putri seperti aku.

Entah sampai kapan aku selalu bergantung sama Papa. Sebut aku manja, tetapi aku tidak peduli. Mungkin hingga saatnya aku menemukan sosok seperti Papa pada seorang pria, dan Papa bisa mempercayakan putri tercintanya kepada pria itu dengan tatapan tajamnya yang sedikit mengancam, namun berusaha untuk ikhlas.

But when the time comes, trust me, I’m still your little princess, Dad. I always proud have a superhero like you in my life.

I love you, Saktyanu Widjaja Djati Dermoredjo

Sincerely your lovely daughter,

Kristyarin Dwi Anggritya Dermoredjo

P1040722

Screenshot_2014-03-31-14-05-26

Itu cerita tentang Papaku. Bagaimana cerita tentang papamu?

Liztomania

So sentimental
Not sentimental no!
Romantic, not disgusting yet
Darling, I’m down and lonely
When with the fortunate only
I’ve been looking for something else

Do let, do let, do let, jugulate, do let, do
Let’s go slowly, discouraged,
Distant from other interests
On your favorite weekend ending
This love’s for gentlemen only
That’s with the fortunate only
No, I gotta be someone else
These days it comes, it comes, it comes, it comes, it comes and goes

[Chorus 2x:]
Lisztomania
Think less but see it grow
Like a riot, like a riot, oh!
Not easily offended
Not hard to let it go
From a mess to the masses

Follow, misguide, stand still
Disgust, discourage
On this precious weekend ending
This love’s for gentlemen only
Wealthiest gentlemen only
And now that you’re lonely
Do let, do let, do let, jugulate, do let, do

Let’s go slowly, discouraged,
We’ll burn the pictures instead
When it’s all over we can barely discuss
For one minute only
Not with the fortunate only
Thought it could have been something else
These days it comes, it comes, it comes, it comes, it comes and goes

[Chorus 2x]

Ooh, this is showtime, this is showtime, this is showtime [2x]
Time, time to show it off, time to show it off, it’s time to show [2x]

From a mess to the masses!
Lisztomania
Think less but see it grow
Like a riot, like a riot, oh!

Disgust, disgust, disgust, disgust, disgust, disgust, discouraged.

by : Phoenix

Kiss Me Slowly

Stay with me, baby stay with me,
Tonight don’t leave me alone.
Walk with me, come and walk with me,
To the edge of all we’ve ever known.

I can see you there with the city lights,
Fourteenth floor, pale blue eyes.
I can breathe you in.
Two shadows standing by the bedroom door,
No, I could not want you more than I did right then,
As our heads leaned in.

Well, I’m not sure what this is gonna be,
But with my eyes closed all I see
Is the skyline, through the window,
The moon above you and the streets below.
Hold my breath as you’re moving in,
Taste your lips and feel your skin.
When the time comes, baby don’t run, just kiss me slowly.

Stay with me, baby stay with me,
Tonight don’t leave me alone.
She shows me everything she used to know,
Picture frames and country roads,
When the days were long and the world was small.

She stood by as it fell apart,
Separate rooms and broken hearts,
But I won’t be the one to let you go.

Oh, I’m not sure what this is gonna be,
But with my eyes closed all I see
Is the skyline, through the window,
The moon above you and the streets below.

Hold my breath as you’re moving in,
Taste your lips and feel your skin.
When the time comes, baby don’t run, just kiss me slowly.

Don’t run away…
And it’s hard to love again,
When the only way it’s been,
When the only love you knew,
Just walked away…
If it’s something that you want,
Darling you don’t have to run,
You don’t have to go …

Just stay with me, baby stay with me,

Well, I’m not sure what this is gonna be,
But with my eyes closed all I see
Is the skyline, through the window,
The moon above you and the streets below. (Don’t let go)
Hold my breath as you’re moving in,
Taste your lips and feel your skin.
When the time comes, baby don’t run, just kiss me slowly.

Oh, I’m not sure where this is gonna go,
But in this moment all I know
Is the skyline, through the window,
The moon above you and the streets below. (Baby, don’t let go)
Hold my breath as you’re moving in,
Taste your lips and feel your skin.
When the time comes, baby don’t run, just kiss me slowly.

by : Parachute

All Night

We always dreamed about this better life, this better life
We always felt it coming all along, yeah, all along
We got the keys to open paradise, yeah, paradise
Now let’s go walking hand in hand

Come on baby we can hit the lights
Make the wrongs turn right
We can smash the club, make the pop go rock
With a love this deep, we don’t need no sleep
And it feels like we could do this all night
We could do this all night
Yeah, everything is alright

We got the keys to open paradise, yeah, paradise
It feels like…
We could do this all night

[Beat break]

(we could do this all night)

Our winter melts under the summer skies, the summer skies
The seasons change, our hearts will stay the same, yeah, stay the same
We got that burning feeling, start a fire, start a fire
Giving a shout, let’s make it hot

Come on baby we can hit the lights
Make the wrongs turn right
We can smash the club, make the pop go rock
With a love this deep, we don’t need no sleep
And it feels like we could do this all night
We could do this all night
Yeah, everything is alright

We got the keys to open paradise, yeah, paradise
It feels like…we could do this all night

Feels like…
We could do this all night
All night, all night, all night, all night

Come on baby we can hit the lights
Make the wrongs turn right
We can smash the club, make the pop go rock
With a love this deep, we don’t need no sleep
And it feels like…
We could do this all night
We could do this all night
We could do this all night
We could do this all night
Yeah, everything is alright

We got the keys to open paradise, yeah, paradise
It feels like…
We could do this all night

by : Icona Pop

Mengampuni dan Mengasihi Musuh

Flying too high, falling too deep. That’s me.

Kadang gw iri sama orang yang bisa datang dengan mudahnya, dan pergi dengan mudahnya tanpa ambil pusing.

Gw? Easy come, hard to go.

Gw bukan tipe orang yang suka cari-cari masalah. Sebisa mungkin gw bisa berhubungan baik dengan semua orang. Tapi maaf gw agak kurang sabar sama tipe-tipe orang yang emang menyebalkan by nature. Yah, gw akuin itu kebiasaan buruk gw yang harus diubah. But overall, gw jarang banget punya masalah sama orang lain, apalagi sama temen. Kalau mulai kerasa ada masalah, cepetan gw inisiatif minta maaf. Dan gw ga pernah tahan untuk memaafkan orang yang memang benar-benar minta maaf.

Tapi masalahnya adalah, gw ngga nyari-nyari masalah, tapi masalah yang nyari-nyari gw!

Salah seorang psikolog pernah ngomong sama gw. Jangan terlalu baik sama orang dan jangan terlalu benci sama orang. Kalau dirasa terlalu dekat sama orang, ingatlah keburukannya. Demikian juga kalau terlalu benci sama orang, ingatlah kebaikannya. Gw setuju dengan yang kedua, tapi gw kurang setuju dengan yang pertama. Bagi gw, mengasihi orang yang lain harus tulus dan memberikan apa yang terbaik dari hati kita.

Tapi ternyata, ada beberapa titik di hidup gw yang gagal untuk menguji kata-kata psikolog yang ‘kedua’ tersebut.

Ada beberapa momen jarang dalam hidup gw disakiti orang sedemikian dalamnya. Mungkin salah gw juga yang terlalu mengasihi orang tersebut, atau terlalu berekspektasi berlebih, bahwa dia bukan tipe orang yang bakal menyakiti gw. Maka ketika ada momen dia menyakiti gw sedemikian dalamnya, gw ngerasa kaya ada petir di siang bolong. Tiba-tiba dan mengejutkan. Dan sampai saat ini, ga ada satupun dari musuh-musuh gw itu meminta maaf dengan tulus. Ketika ada yang minta maaf juga munafik. Semacam hattrick jadinya.

Gw bukan tipe orang yang mencari pelarian untuk melupakan, tapi gw tipe orang yang memang lari untuk melupakan. Gw memilih berlari sejauh-jauhnya daripada balas dendam. Gw (bilangnya) mengampuni, tapi nggak mau percaya lagi, ngga mau ngomong, ngga mau liat mukanya lagi dan gamau punya urusan apa-apa lagi sama orang itu. Blok semua sosmed kalau perlu. Buang semua barang yang bisa mengingatkan gw dengan musuh gw tersebut. Just cut it off, completely.

Untuk kasus-kasus yang sudah berlalu, gw merasa hal itu sukses untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan berbagai kesibukan, dengan penghiburan dari teman-teman, gw yakin gw pasti lupa dan ngga mengingat-ingat lagi. Meskipun gw adalah seorang melankolis dan tipe orang yang susah banget move on. Oke, itu berhasil, terbukti dengan ketika bertemu muka lagi dengan mereka satu atau dua tahun kemudian, gw akhirnya bisa tersenyum tulus dan seakan lupa dengan apa yang terjadi di antara kami.

Tapi Tuhan seakan bilang, bahwa gw belum lulus dari ujian ini.

Masalah kembali mencari gw. Orang terdekat gw menyakiti tanpa ampun, ditambah dengan pergumulan Tugas Akhir gw yang luar biasa sulit dan banyak masalah keluarga. Gw ngerasa tahun 2013 adalah titik terendah dalam hidup gw. Masih banyak yang bisa gw syukuri dari tahun 2013, karena semua masalah bisa terlewati dan terselesaikan dengan sangat baik. Kecuali satu : pergumulan dengan musuh.

Gw ga mau ngerjain ujian yang satu itu. Gw pengennya lari dan menghilang aja, seperti kasus-kasus sebelumnya.

Tapi sekeras-kerasnya berdoa, sejauh-jauhnya berlari, sejauh-jauhnya berusaha menggapai mimpi, entah kenapa gw gabisa keluar dari Kota Bandung. Menyerah dengan keadaan, akhirnya gw bekerja di satu lingkungan yang sama dengan musuh gw di kota ini.

Huff.

Ibaratnya, ketika ada ujian suatu mata kuliah di kampus, gw belajar dengan ogah-ogahan dan ngerjain ujiannya dengan setengah hati. Oke, akhirnya gue lulus dan dapet C, tapi at least gw seneng karena merasa sudah melewati mata kuliah yang menyebalkan tersebut dan tidak harus mengulang. Ternyata gw salah. Di semester berikutnya ada mata kuliah yang mengandung unsur mata kuliah yang menyebalkan tersebut, ditambah beberapa usur yang lebih sulit pula. Dan itu mata kuliah wajib!

Oke Tuhan, oke.

Gw tau gw harus segera mengerjakan ujian ini, tapi gw awalnya sempet bersungut-sungut. Kenapa sih Tuhan, aku pernah bertemu dengan orang ini? kan kalau ketemu begini jadinya.

Gw membaca kembali satu ayat di Alkitab :

“Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5 : 44)

Gue tau gw harus mengasihi musuh, tapi gw juga lupa untuk mendoakan mereka.

Gw ga pernah mendoakan orang yang gw benci, seumur hidup gw.

Percaya deh, ini bukan pekerjaan yang gampang.

Pertama kali mencoba mendoakan hal-hal yang baik, gw ngerasa dada gw memanas, seolah kebencian dalam hati gw mendidih dan panasnya hingga ubun-ubun. Tetapi gw mencoba terus dan terus, karena gw juga ngga tau lagi gimana caranya mereduksi kebencian ini dan gw juga ngga yakin ini berhasil dengan berdoa. Terkadang masih menangis jika teringat lagi.

Setelah sekian lama berdoa, lama kelamaan gw mulai merasakan perbedaanya. Kesel dalam hati gw menghilang, gw bisa untuk tidak mengingat-ingat lagi. Dan entah kenapa hati gw berbalik menjadi berbelas kasihan. Tidak hanya teringat dia, tapi gw juga teringat dengan keluarganya.

Pada akhirnya di suatu titik gw mengerti akan satu hal dan mendapatkan jawaban dari Tuhan : Tuhan mengizinkan pertemuan dengan orang ini, dan mengizinkan gw disakiti, karena Ia ingin memakai gw untuk mendoakan dia dan keluarganya. Karena Tuhan mengasihi dia dan keluarganya.

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5 : 16b)

Gw sama sekali bukan orang benar. Gw hanya orang yang dibenarkan oleh Tuhan, dan gw bersyukur jika Tuhan berkenan memakai gw untuk menjadi seorang pendoa. Gw masih mendoakan mereka hingga sekarang. Tuhan pasti kasih jalan untuk memulihkan hubungan ini menjadi hubungan yang baik.

Semoga postingan gw kali ini bisa menjadi berkat bagi kalian yang memiliki pergumulan dengan musuh.

See you!

Straitjacket Feeling

Back me down from backing up
Hold your breath now it’s stacking up
Etched with marks, but I can deal
And you’re the problem and you can’t feel
Try this on, straitjacket feeling
so maybe I won’t be alone
Take back now, my life you’re stealing

Yesterday was hell
But today I’m fine without you
Run away this time without you
And all I ever thought you’d be
That face is tearing holes in me again

Trust you is just one defense
off a list of others, you don’t make sense
Beg me time and time again
to take you back now, but you can’t win
Take back now, my life you’re stealing

Yesterday was hell
But today I’m fine without you
Run away this time without you
And all I ever thought you’d be
That face is tearing holes in me
but today I’m fine without you
Run away this time without you
And all the things you put me through
I’m holding on by letting go of you

And when that memory slips away
There’ll be a better view from here
And only lonesome you remains
and just the thought of you I fear
it falls away

Yesterday was hell
But today I’m fine without you
Run away this time without you
And all I ever thought you’d be
That face is tearing holes in me
but today I’m fine without you
Run away this time without you
And all the things you put me through
I’m holding on by letting go of you

by : All American Reject

SANGAT menggambarkan keadaan gw sekarang.