August 2015

THROW ME BACK TO BORNEO, TERIOS!

Halo pembaca dari seluruh tanah air! Selamat merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke 70!

Di hari yang sangat spesial ini, saya akan membuat post yang spesial karena akan dilombakan dalam Lomba Blog Borneo Adventure. Tiga blogger terbaik akan berkesempatan menjelajahi Kalimantan bersama Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure, dengan Grand Prize berupa Macbook Pro. Hadiah yang ditawarkan sangat berarti bagi saya yang sangat menyukai jalan-jalan lintas alam dan menulis.

19-08-2015 11-56-36

Ada gairah tersendiri ketika saya hendak menulis tentang Borneo. Kalimantan memiliki tempat di hati saya sejak saya pertama mengunjungi pulau ini untuk pertama kalinya tiga tahun yang lalu di bulan Agustus. Pengalaman perjalanan tersebut (menjelajah Palangkaraya dan sekitarnya) bisa dilihat pada pada post saya sebelumnya yang berjudul Travel Back In Time : Memories In Borneo. Setelah perjalanan yang mengesankan tersebut, saya ingin sekali kembali ke pulau terbesar di Indonesia itu.

Saya sama sekali belum pernah mengunjungi tempat-tempat yang digadang-gadang akan dikunjungi selama perjalanan Terios 7 Wonders, kecuali Palangkaraya, itu pun bisa dibilang saya hanya “sekadar lewat”. Saya yakin semua tempat yang akan dikunjungi tersebut indah, menarik dan punya kesan tersendiri. Tidak sabar rasanya saya mendapat kesempatan itu, mereguk semuanya dan menuliskannya pada blog saya, untuk bercerita kepada dunia bahwa Indonesia itu indah !

Melakukan riset tentang destinasi yang akan dikunjungi dalam Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure membuat saya semakin bersemangat untuk berandai-andai tentang apa saja yang ingin saya lakukan selama mengunjungi tempat-tempat tersebut.

1. Palangkaraya

Destinasi pertama pada perjalanan ini akan mengunjungi kota terbesar di Indonesia : Palangkaraya. Banyak wacana yang timbul untuk memindahkan ibukota negara Indonesia ke Palangkaraya, bahkan wacana ini adalah mimpi Presiden Soekarno sejak 1950. Secara geologi, Palangkaraya aman untuk dijadikan ibukota negara, karena wilayah Kalimantan yang berada pada kerak benua yang stabil, sehingga kecil kemungkinan untuk terjadi gempa bumi dan jauh gunung berapi. Ibukota Propinsi Kalimantan Tengah ini juga sangat luas, sehingga diperkirakan mampu menampung pertumbuhan penduduk yang tak terkendali di ibukota. Letaknya pun strategis karena terletak di tengah-tengah negara Indonesia.

Saya baru mengetahui ada tempat konservasi orang-utan di dekat Palangkaraya. Tempat konservasi ini terletak di Arboretum Nyaru Menteng, yang katanya dapat dicapai sekitar 30 km dari kota Palangkaraya. Tempat konservasi ini bertujuan untuk menyelamatkan orangutan dan translokasi, perawatan dan pelayanan kesehatan, rehabilitasi dan reintroduksi (orangutan.or.id).  Tempat ini menitik beratkan sebagai tempat reintroduksi –pelepasan dan adaptasi dengan alam liar bagi orangutan.  Selama ini saya hanya melihat orangutan secara langsung di kebun binatang dengan tujuan hanya murni untuk berwisata dan melihat-lihat. Sangat meyenangkan rasanya jika saya diajak serta untuk mengunjungi tempat konservasi orangutan, melihat fasilitas pada tempat konservasi, turut praktek langsung  akan semua proses yang ada di dalamnya, dan kalau boleh saya ingin memegang orangutan secara langsung (mungkin agak sedikit ngeri, tapi patut untuk dicoba setidaknya sekali seumur hidup).

Mengunjungi tempat penyelamatan dan pelestarian orangutan seperti ini sangat penting untuk mengedukasi kita semua, termasuk saya, yang masih belum begitu peduli betapa menyedihkannya melihat kondisi fauna kita yang keberadaannya terancam. Kita terlalu nyaman tinggal di kota, tanpa sadar kalau orang-orang kota pun secara langsung merusak hutan. Tingginya kebutuhan orang-orang kotalah yang memancing para oknum untuk mengeruk kekayaan hutan dan menjualnya ke kota.  Ketika hutan menjadi rusak, maka rusak pula lah habitat orangutan dan fauna yang lain. Menumbuhkan rasa cinta alam ini penting. Jangan sampai binatang eksotis ini punah dan akhirnya menjadi legenda di masa depan.

2. Kruing-Banjarmasin

Durian menjadi komoditas unggulan di Kruing, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Saya melihat artikel menarik di internet tentang Bupati dan Wakil Bupati dari daerah tersebut dengan gaya low profile-nya sengaja menyantap durian di pinggir jalan. Jelas bahwa buah ini menjadi kuliner kesukaan dan kebanggaan warga Katingan.

4

Bupati dan Wakil Bupati Tapin HM Arifin Arpan dan H Sufian Noor duduk santai di pinggir Jalan Hasan Basri sambil menyantap buah durian di warung Pedagang Kaki Lima (PKL) (http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/11/29/arifin-arpan-dan-wakilnya-santap-dan-borong-durian-di-pinggir-jalan)

Sejujurnya saya tidak suka dengan buah berduri ini karena baunya yang sangat menyengat dan bikin mual, mungkin karena orangtua tidak membiasakan saya untuk memakannya sejak kecil. Kalau saya mendapat kesempatan ke tempat ini bersama Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure, saya akan memberanikan diri memakan buar Durian. Sama halnya dengan memegang orangutan, hal ini juga patut dicoba setidaknya sekali seumur hidup :). Musim durian di Katingan biasanya terjadi pada bulan Oktober hingga Januari. Mengingat perjalanan akan dilakukan pada bulan September, semoga saat kita sudah sampai disana sudah terjadi musim durian (sebenarnya saya setengah berharap belum tiba musimnya dan tidak ada yang berjualan durian, hehe *peace)

Dari Kruing, Kalimantan Tengah, perjalanan dilanjutkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang terkenal akan julukan “Kota Seribu Sungai”. Wajar saja, karena kota ini banyak dilalui oleh sungai-sungai yang besar dan meliuk-liuk. Pasar Terapung langsung melintas di benak saya ketika mengingat kata Banjarmasin. Konon Pasar Terapung yang paling terkenal berada di muara Sungai Barito, yang juga menjual berbagai macam makanan. Berwisata kulinersambil memperhatikan pemandangan aktivitas jual beli di Pasar Terapung yang unik sepertinya menantang dan mengasyikkan !

3

Pasar Terapung Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (http://www.wisatamu.com/wisata-banjarmasin.html)

Wisata kuliner selanjutnya di kota ini adalah Lontong Orari. Konon, makanan khas Kota Banjarmasin ini dinamakan karena tempat yang menjual lontong ini menjadi tempat nongkrong para briker—Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI).  Berbeda dengan lontong kari yang ada di Pulau Jawa, Lontong Orari ini berbentuk segitiga dengan kuah santan kuning kecoklatan, lengan lauk daging ayam, telur bulat dan ikan haruan. Katanya rasanya pedas dan gurih. Hmmm…makanan berkolesterol tinggi yang menggoda selera, hehe.

5

Lontong Orari, kuliner yang diburu wisatawan yang bertandang ke Banjarmasin. (http://www.tourismwatchnews.com/berburu-kuliner-di-kota-banjarmasin/)

3. Pulau Kaget dan Kandangan

Masih di daerah Kalimantan Selatan, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Kaget. Pulau ini adalah habitat asli dari binatang maskot Kalimantan Selatan, kera Bekantan. Kera besar ini sering disebut sebagai Kera Belanda karena hidungnya yang panjang dan wajahnya yang merona merah. Primata unik ini mengingatkan saya pada maskot Dunia Fantasi (Dufan).

Pulau Kaget terletak di Sungai Barito, terbentuk oleh endapan sedimen sungai yang membentuk seperti pulau di tengah-tengah sungai. Kondisi pulau yang ditumbuhi hutan lebat ini sangat menarik bagi saya yang memiliki jiwa petualang. Sudah tiga tahun saya tidak menjejakkan kaki ke hutan dan saya sangat rindu untuk kembali ke sana :(. Sebagai pecinta tanaman, saya pun ingin melihat-lihat hutan anggrek indah yang ada di pulau ini.

Pulau Kaget dilihat dari angkasa (tripmondo.com)

Pulau Kaget dilihat dari angkasa
(tripmondo.com)

Pulau Kaget dijadikan cagar alam oleh Kementrian Kehutanan pada tahun 1976. Tidak hanya Bekantan, pulau ini pun menjadi rumah alami bagi berbagai macam satwa dilindungi yang lain seperti parkit, elang bondol, king fisher, elang laut, dll. Saya ingin merasakan “sensasi kaget”nya Pulau Kaget dengan dikejutkan oleh suara binatang-binatang eksotis tersebut.

Masih ada yang seru di Kalimantan Selatan. Setelah dari Pulau Kaget, Kandangan akan menjadi destinasi selanjutnya dari Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure. Saya menduga kita akan kembali melakukan wisata kuliner di ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini, karena kota ini adalah pusat kuliner khas Suku Banjar.

Makanan yang paling terkenal dari kota ini adalah Ketupat Kandangan yang disajikan dengan harawan (sejenis lele sungai) panggang dan santan yang diberi perasan jeruk nipis. Saya ingin mencicipinya dengan cara warga lokal menikmatinya, yaitu dengan tangan telanjang tanpa sendok. Hmmm…pasti awalnya terasa aneh karena saya kurang terbiasa, hehe. Selain Ketupat Kandangan, Lamang dan Dodol Kandangan juga terkenal di kota ini.

11

12

13

Makanan khas Kandangan, berurutan dari atas ke bawah : Ketupat Kandangan, Lemang, dan Dodol Kandangan (http://www.indonesia.travel/id/destination/918/loksado/article/284/tasty-culinary-attractions-of-kandangan)

4. Amuntai dan Balikpapan

Kalimantan Selatan belum juga habis dijelajahi, masih ada Amuntai yang menjadi tujuan selanjutnya.  Kota ini berdiri di tengah rawa-rawa yang luas. Saya tertarik melihat kehidupan perkampungan yang tinggal di atas rawa-rawa tersebut, dimana banjir menutupi daerah tersebut jika hujan datang. Tentu rawa-rawa bukanlah pilihan tempat tinggal yang biasa bagi kebanyakan orang.

Wilayah rawa-rawa menjadi habitat alami bagi kerbau air dan kerbau rawa, fauna yang unik dari wilayah Amuntai ini. Saya penasaran untuk melihat perbedaan kerbau rawa ini dengan kerbau yang sering saya temui di Pulau Jawa. Populasi kerbau rawa ini dikabarkan semakin menurun, bahkan terancam punah akibat rentan terhadap berbagai jenis penyakit serta tingginya kematian anak kerbau yang baru lahir. Sejauh ini pemerintah terus menghimbau para peternak kerbau untuk membudidayakan binatang ini, tidak hanya mengambil dan menjualnya.

Wilayah Amuntai ini sebenarnya menarik dikonservasi. Tidak hanya rawa, wilayah ini pun masih terdapat hutan yang luas dan banyak fauna yang unik seperti menjangan besar, burung baruh dan buaya kuning. Di daerah Amuntai juga terdapat situs sejarah, berupa candi agung sebagai peninggalan kerajaan Dipa. Semoga orang yang hidup di sana boleh menjaga kelestarian wilayah Amuntai ini dengan baik 🙂

Setelah dari Amuntai, perjalanan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure dilanjutkan menuju Kalimantan Timur, tepatnya ke kota Balikpapan, kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia. Maklum saja, hal itu salah satunya disebabkan karena banyak perusahaan minyak yang berdiri di tempat ini. Maka tidak heran kota ini mendapat julukan Kota Minyak (Banua Patra). Kota ini juga terkenal dengan pertambangan dan kayunya. Kota yang makmur ini berkembang dengan pesat dan modern.

Pemandangan Kota Balikpapan dari kejauhan (http://medianusantara.com/travel/wajah-transformasi-kalimantan/)

Pemandangan Kota Balikpapan dari kejauhan
(http://medianusantara.com/travel/wajah-transformasi-kalimantan/)

Di tengah Kota Balikpapan, tepatnya di Desa Teritip, terdapat penangkaran buaya terbesar di Kalimantan Timur. Penangkaran Buaya Teritip ini melindungi dua spesies buaya yang nyaris punah, yaitu buaya buaya air tawar (Crocodylus siamensis) dan buaya supit (Tomistoma segellly), sedangkan jenis buaya lainnya ialah buaya muara (Crocodylus porosus). Saya ingin mencoba memberi makan buaya secara langsung dan menyaksikan sendiri keganasannya.

Satu bucket list lagi bagi saya pribadi (setelah memegang orangutan dan makan durian) jika diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat ini : mencicipi sate buaya. Kuliner ekstrim ini konon dapat meningkatkan vitalitas pria. Bagaimana efeknya kalau dimakan oleh wanita ya? Hmm…

Selain menjual sate buaya, di penangkaran ini juga menjual aneka suvenir berbahan kulit buaya. Tentunya ini akan menggoda insting wanita saya untuk berbelanja.

5. Samarinda

Dari Balikpapan perjalanan diteruskan menuju Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Di kota ini kita dapat menikmati wisata budaya di desa Pampang yang dihuni oleh Suku Dayak Kenyah. Melalui desa ini wawasan kita akan diperluas dengan budaya setempat dengan menyaksikan pertunjukkan seni tari di gedung pertemuan desa yang kental dengan ornamentasi ukiran khas suku Dayak. Sebagai penggemar aksesoris etnik, jika berkunjung ke desa ini saya harus membeli cinderamata, khususnya kalung dan gelang, hasil kerajinan warga setempat. Selain itu, saya ingin menyewa baju adat dan berfoto dengan warga setempat.

18

19

20

Taman Budaya Pampang (http://www.indonesia.travel/id/destination/580/taman-budaya-pampang)

Kota Samarinda berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai, Kartanegara. Di Kabupaten ini, tepatnya di daerah Tanjung, merupakan daerah produsen Kayu Ulin, kayu Borneo yang terkenal dengan kekuatannya.

7. Pulau Maratua

Petualangan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure berakhir pada surga dunia yang berada di batas terluar Indonesia : Pulau Maratua. Pulau ini merupakan satu dari banyak pulau di Kepulauan Derawan. Karena kecantikannya yang terkenal hingga ke mancanegara, sekaligus menjadi habitat bagi bayak binatang langka dan eksotis, Kepulauan Derawan dicalonkan untuk menjadi situs warisan dunia UNESCO pada 2005. Akses menuju Pulau Maratua beserta akomodasi selama tinggal disana bisa dibilang sudah tersentuh oleh tangan-tangan modern, karena adanya speedboat dan villa resort disana, namun penduduk sekitar pun menyediakan fasilitas home stay yang lebih murah

Pulau ini menawarkan banyak pesona, seperti wisata bahari, wisata gua dan danau. Kita dapat melihat kehidupan di terumbu karang serta hutan bakau (mangrove). Sebaik apapun saya mendeskripsikan pulau surga ini ketika saya melihat foto-fotonya selama riset, atau bahkan ketika saya diberikan kesempatan untuk melihatnya secara langsung, saya tidak akan sanggup untuk menggambarkan kecantikan pulau ini dengan kata-kata. This is more than beautiful. This is amazing.

Saya membayangkan suatu saat akan menikmati keindahan tempat ini dalam ketenangan alam yang belum terganggu oleh tangan-tangan manusia yang serakah.

Saya pernah melakukan snorkeling, namun belum pernah menyelam sebelumnya. Kalau ada kesempatan bersama Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure, saya ingin menyelam di sekitar Pulau Maratua. Selain itu, saya ingin menyentuh Penyu Hijau (Chelonia mydas) atau Penyu Sisik (Erethmochelys fimbriata) yang berhabitat di sekitar pulau ini. Selain itu, saya juga ingin berenang di Danau Ubur-Ubur dan menyentuh binatang ini (semoga tidak aman dan tidak menyengat ya, hehe).

Semoga alam disini boleh dijaga dengan baik oleh pemerintah, masyarakat sekitar dan para pengunjung Derawan, jangan samapai terusik oleh para pemilik modal yang lagi-lagi hanya memikirkan perutnya sendiri. Ayo rakyat Indonesia, cintailah alammu, demi anak cucu kita!

Bayangan perjalanan dalam petualangan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure yang akan dilakukan pada 14-23 September 2015 dapat dilihat seperti berikut ini :

6

Perjalanan Darat Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure (https://maps.google.co.id/)

7

Titik-titik destinasi perjalanan Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure (https://maps.google.co.id/)

Mungkin perjalanan ini akan lebih seru kalau dimulai dari Kalimantan Barat, sehingga kita bisa betul-betul menjelajahi Kalimantan dari barat hingga ke timur. Itu pendapat saya saja sih, hehe.

Spesifikasi Terios

Yang saya sukai dari New Daihatsu Terios, khususnya Terios R-Adventure adalah desain interior dan eksteriornya yang keren dan sporty, sangat cocok untuk anak muda, jauh dari kesan desain mobil keluarga pada umumnya yang membosankan. Mobil ini cocok untuk digunakan dalam Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure, yang pada sebagian perjalanannya ditempuh perjalanan darat dengan medan yang lumayan menantang. Ketika saya bertanya pada para kolega saya di kantor yang menggunakan Terios, sebagian besar dari mereka mengaku suka dengan rem dan tarikannya yang kencang. Hal ini menunjukkan performa mesin Terios yang baik. Selain itu, mesin berkapasitas 1480 cc yang dimiliki oleh Terios membuatnya menjadi kendaraan yang hemat energi.

unduhan TERIOS R ADVENTURE SILVER BLKNG

New Daihatsu Terios memiliki keunggulan dalam interiornya. AC Double Blower yang menyejukkan mobil akan memuat perjalanan jauh menjadi lebih nyaman bagi penumpang yang ada di dalamnya. Ditambah juga oleh fitur Audio / Video Double Din yang mendukung untuk USB & HDMI connector akan membuat perjalanan menjadi menyenangkan. Selain itu, kapasitas dalam mobil juga besar (untuk 7 orang) dengan posisi bangku yang bisa disesuaikan untuk mengangkut orang dan barang.Tidak perlu khawatir untuk tersesat karena adanya GPS navigation pada mobil ini, yang juga akan mengarahkan kita pada Daihatsu Dealer terdekat jika terjadi apa-apa dengan mobil.

Untuk fitur keamanan dapat dilihat sebagai berikut :

  • Dual SRS Airbag membuat pengemudi dan penumpang semakin aman terlindungi ketika terjadi benturan
  • Pretensioner & Force Limiter Seatbelt, adalah seatbelt yang dirancang khusus untuk mengurangi potensi cidera saat airbag mengembang
  • Immobiliser & Alarm, kunci anti maling yang mengamankan mobil dari aksi pencurian yang dilengkapi oleh alarm
  • Window Jam Protection, membuat kaca mobil otomatis turun ketika ada benda yang mengenai kaca, memberikan keamanan lebih bagi penumpang
  • Side Impact Beam dan Anti Lock Braking System, memberikan perlindungan lebih jika terjadi tabrakan dari samping
  • All Row Seatbelt & Headrest, membuat semua penumpang mobil semakin aman

Untuk melihat kelengkapan semua fitur New Daihatsu Terios dapat dilihat di http://daihatsu.co.id/product/terios

New Daihatsu Terios memiliki segala fitur kenyamanan dan keamanan yang dibutuhkan ketika berjalan-jalan dari satu tempat ke tempat yang lain, dan siap untuk dibawa dalam perjalanan yang jauh.

Berikut adalah bukti saya mengikuti twitter @DaihatsuInd @VIVA_log dan like fanpage Facebook Daihatsu Indonesia :


FB 1FB 2
follow twitter_2follow twitter

Bukti screenshot saya sudah membagikan artikel ini di twitter :

19-08-2015 12-14-28

Sekian tulisan saya tentang riset tempat-tempat indah di Kalimantan, setidaknya menambah pengetahuan tentang “surga tersembunyi” di pulau Borneo ini. Semoga Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure memberikan saya kesempatan untuk kembali untuk menjelajahi pulau ini. Tidak sabar rasanya menemukan hal-hal yang spesial di kota ini, baik kulinernya, adat isitiadatnya maupun tempat wisatanya, lalu menuliskannya kembali dalam blog ini.

Nb : Blog ini adalah riset yang disadur dari berbagai sumber.

Saya bangga menjadi warga Indonesia, bagaimana dengan kamu?

Please, throw me back to Borneo, Terios!

Notes (27 Agustus 2015) :

Blog ini berhasil masuk ke dalam 50 besar (http://log.viva.co.id/news/read/665722-ini-dia-50-finalis-lomba-blog-terios-7-wonders), namun tidak berhasil membuat saya menjadi pemenang lomba Terios 7 Wondes Borneo Wild Adventure. Selamat kepada para pemenang! 😀

Vagabond

Oh girl I don’t know all the reasons why,
I found the answer lookin’ in your eye,
I go out walking all day long,
Take away this lonely man soon he will be gone,

Cause I’ll tell you everything about living free,
Yes I can see you girl can you see me,

You don’t need to know what I do all day,
It’s as much as I know watch it waste away,

Cause I’ll tell you everything about living free,
Yes I can see you girl can you see me,

Go and see the sorcerer look into a ball,
You may find the answer written on the wall,

The left one was a dancer can you see the answer, Oh

Put her in a mansion on top of the hill,
Please don’t make her do things against her will,
I found something special I don’t know why,
Looking into her pretty little eye,

Cause I’ll tell you everything about living free

by : Wolfmother

Travel Back In Time : Memories in Borneo

Hai readers! Do you still alive?

Post kali ini saya ingin bernostalgia tentang perjalanan saya ke Kalimantan tiga tahun yang lalu, karena rindu.

Kesempatan untuk menjejakkan kaki di Kalimantan waktu itu saya dapatkan dalam rangka kepentingan mengambil data lapangan untuk Tugas Akhir saya. Saat itu saya mengambil kuliah jurusan Geologi. Saya ingat, betapa gugupnya saya ketika mendapat kesempatan ini. Pertama, saya tidak pernah bepergian keluar Pulau Jawa. Kedua, saya terbayang-bayang oleh suasana hutan hujan tropis yang akan saya masuki nantinya untuk mengambil data. Ketiga,karena saat itu adalah kali pertama saya naik pesawat, seorang diri pula! Biarpun gugup, saya penasaran sekaligus semangat juga.

Ternyata sensasi naik pesawat itu tidak seburuk yang saya bayangkan. Betapa leganya saya waktu itu ketika akhirnya pesawat yang saya tumpangi mendarat dengan selamat di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya. Kedatangan saya saat itu disambut oleh sinar matahari yang sangat terik.

Bandar Udara Tjilik Riwut, Samarinda, Kalimantan Timur

Selamat Datang di Bandar Udara Tjilik Riwut, Samarinda, Kalimantan Timur

Kesan pertama saya saat melintasi Kota Palangkaraya adalah satu kata : sepi. Hal ini sangat kontras dengan Kota Bandung, tempat saya dibesarkan, dengan segala kepadatan, kesibukan dan hiruk pikuknya setiap hari. Jalanan kota ini lengang di siang hari, terkesan sangat lega dan jarang terdapat gedung tinggi. Tata Kota Palangkaraya (termasuk bandaranya) masih terbilang sederhana dan menurut saya masih butuh banyak pembaruan dalam pembangunan. Saya yakin banyak keunikan yang tersembunyi dalam kota ini, namun sayangnya saya saat itu tidak punya banyak waktu. Salah satu perusahaan batubara yang membiayai Tugas Akhir saya hanya memberikan jangka waktu yang terbatas bagi saya untuk mengambil data, dengan urut-urutan jadwal yang harus dipatuhi. Saya yakin suatu saat saya akan punya kesempatan untuk kembali menjelajahi kota ini.

2

3

Kondisi jalanan yang sepi di Palangkaraya

Untuk menuju lokasi pengambilan data, saya harus menggunakan mobil dalam waktu kurang lebih 6 jam. Ingatan saya masih merekam dengan baik akan hal-hal yang saya lihat sepanjang perjalanan. Tidak lupa saya mengambil foto untuk setiap hal yang unik yang saya temui.

Banyaknya jembatan yang saya lewati di perjalanan membuat saya terkagum-kagum memandang sungai-sungai besar dengan warna air yang cokelat dari kejauhan. Selain itu, entah kenapa saya merasa langit Pulau Kalimantan terasa jauh lebih biru dibandingkan dengan langit di Pulau Jawa, membuat saya tidak bosan untuk memandangnya terus menerus sepanjang perjalanan. Apakah mungkin karena belum tercemar polusi? Saya kurang tahu. Uniknya, saya melihat tanah di kanan kiri saya yang berwarna putih, sehingga terkesan seperti salju.

11

12

Jembatan Kalahien

8

Bukan, itu bukan salju 🙂

Jalanan sangat sepi, terkadang berpapasan dengan satu atau dua mobil. Terkadang menemui sedikit keramaian pada warung-warung di tepi jalan, yang dikunjungi oleh pengendara mobil yang hendak beristirahat. Atau terkadang juga melintasi desa kecil tempat pemukiman penduduk. Sisanya perjalanan terasa lengang sekali seperti jalan tol (hanya saja bedanya badan jalan kurang mulus), diapit oleh hutan-hutan yang masih tersisa. Saya tidak berani melihat speedometer mobil, karena sang supir membawakan mobil dengan ngebut sekali. Kebanyakan orang biasanya melintasi jalan ini di waktu siang. Perjalanan malam dirasa berbahaya oleh karena minimnya penerangan dan terlalu sepi, sehingga sulit mendapatkan bantuan jika terjadi apa-apa.

7

5

Papan jalan yang menunjukkan arah “Buntok” membuat saya lega, karena kota itu dekat dengan lokasi pengambilan data yang akan saya lakukan. Pemukiman penduduk yang lebih besar terlihat di tempat ini. Sesekali saya melihat truk pengangkut air yang menyiram badan jalan untuk mengurangi debu jalanan yang berterbangan yang bisa mengganggu kesehatan penduduk sekitar dan mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Setelah lebih dari 6 jam, akhirnya saya sampai pada site penambangan batubara, basecamp yang akan saya tinggali selama sebulan kedepan yang berada di Kabupaten Barito Selatan

10

14

15

Pemandangan Sungai Barito, sungai terpanjang ke-2 di Kalimantan. Sungai yang sangat lebar ini banyak digunakan oleh banyak perusahaan batubara sekitar untuk mengangkut batubara dengan kapal-kapal tongkang. Banyak penduduk setempat yang memancing pada sungai ini dan mendapatkan ikan yang besar-besar!

Keesokan harinya saya diajak berkeliling area pertambangan untuk sekedar melihat-lihat. Saat itu aktivitas eksploitasi sedang berlangsung, banyak truk-truk pengangkut batubara yang hilir mudik.  Truk-truk tersebut besarnya bukan main! Di beberapa tempat terdapat stockpile, tempat untuk menimbun batubara yang sudah dikeruk dari singkapan batuan. Berikut pemandangan area pertambangan dan sekitarnya yang saya tangkap dengan kamera :

16

17

18

Stockpile batubara

19

20

Tiba saatnya bagi saya untuk mengambil data lapangan. Tempat saya mengambil data lapangan bukanlah di site pertambangan yang baru saja saya ceritakan, tetapi di hutan! Ya, begitulah tugas seorang Geologist, tangan pertama yang menjelajah suatu area yang baru demi mencari cadangan sumber daya alam yang baru, salah satunya adalah batu bara. Aktivitas eksplorasi ini tergolong eksplorasi tahap awal. Data yang saya ambil nantinya dipakai untuk membuat peta geologi, untuk memetakan persebaran batuan beserta struktur geologi yang ada pada suatu area. Peta geologi ini nantinya akan dipakai bagi kepentingan ekplorasi lanjut.

Tenang, saya tidak akan berbicara lebih jauh lagi tentang ilmu geologi, hehe. Saya akan bercerita lebih lanjut tentang apa yang saya temui di dalam hutan. Hutan yang saya masuki bersama teman-teman porter ternyata bukan hutan yang virgin, hutan ini sudah terjamah oleh tangan manusia. Selama melakukan pemetaan, terkadang saya melewati sepetak tanah hutan yang dibakar seseorang dalam upaya membuka lahan untuk ditanam menjadi perkebunan karet. Terkadang juga saya melihat ada orang yang terang-terangan menebang pohon secara sembarangan (kayu ulin yang terkenal kuat paling dicari oleh para penebang). Jujur, saya merasa miris dengan kenyataan tersebut. Namun sebenarnya kalau dipikir-pikir, saya sebagai seorang geologis pun berkontribusi dalam perusakan lingkungan. Kalau kami tidak menemukan cadangan energi dan mineral, maka aktivitas eksploitasi tidak akan terjadi. Demi kepentingan hidup orang banyak, maka kerusakan lingkungan tidak dapat dihindari. Semoga pemerintah bersama masyarakat bisa mengatasi permasalahan ini dengan baik dan tahan akan godaan suap yang membuka jalan bagi oknum-oknum nakal yang hanya memikirkan perutnya sendiri.

30

44

Pembukaan hutan untuk perkebunan karet yang baru

Terlepas dari aktivitas perusakan hutan yang saya lihat dengan mata kepala sendiri, saya masih melihat keindahan hutan yang tersisa. Saya bersyukur bisa melakukan pemetaan di antara pepohonan tinggi yang teduh, menyusuri sungai yang berair jernih, diiringi kicauan burung yang merdu. Saya juga beberapa kali melewati air terjun, meskipun airnya tidak terlalu deras. Terkadang sekilas saya melihat ada burung besar yang terbang, ular yang merayap, kera yang bergelantungan atau bahkan biawak! Binatang-binatang itu melintas dengan sangat cepat, bahkan saya tidak sempat untuk mengabadikannya dengan kamera. Namun saya sempat memotret beberapa jenis jamur dan tumbuhan aneh yang saya temui (akhirnya saya melihat tumbuhan Kantung Semar! Dulu saya hanya melihatnya di buku IPA, hehehe), juga beberapa jenis serangga (kaki seribu, kupu-kupu, dan semut yang berukuran besar). Sebagai orang kota yang sama sekali belum pernah masuk hutan, saya sangat mengagumi setiap hal yang ada di dalam hutan, bahkan hal yang terkecil sekalipun. Saya bersyukur bisa menghirup aroma udara di dalam hutan yang sungguh tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

21

23

24

32

Kantung Semar (Nepenthes alanta)

33

34

Semut seukuran jempol!

35

Kaki seribu sepanjang spidol whiteboard, amazing!

36

37

38

39

Kupu-kupu besar cantik yang hingga di jendela, menemani saya saat sedang mengolah data di basecamp

27

Dalam satu waktu, saya juga menemukan rumah panggung kosong yang tak berpenghuni. Rumah ini unik, terdapat unsur etnik dalam pembangunannya, khas Suku Dayak. Tentu saja saya sempatkan untuk mengambil gambar, sembari beristirahat makan siang.

Ada yang masih penasaran, apa yang sesungguhnya saya lakukan di dalam hutan? Hehe

Dalam melakukan pemetaan geologi, saya mencari sebanyak mungkin singkapan batuan dalam area tertentu. Biasanya seorang geologist akan mencari sungai, karena tingkat erosi tertinggi adalah di sungai. Jika tingkat erosi tinggi, maka lapisan tanah akan cepat tergerus dan menyingkapkan batuan yang ada di bawahnya. Singkapan yang saya temui akan saya observasi, lalu hasil observasi tersebut saya catat di buku lapangan. Setelah itu, saya melakukan pengukuran kedudukan lapisan batuan beserta struktur yang terdapat pada tubuh batuan dengan menggunakan kompas geologi. Jika ada singkapan batuan yang penting, saya ambil sampel batuannya dengan menggunakan palu geologi. Tidak lupa singkapan batuannya pun harus difoto. Nah, biasanya saya senang hati menjadi komparator dari suatu singkapan batuan alias bernarsis-ria, hehehe.

29

Saya difoto secara tidak sengaja oleh teman saya sesama geologis. Saat itu saya sedang mendeskripsi singkapan batubara yang saya duduki, sambil membiarkan kaki saya “bernapas” setelah sekian lama terendam air saat menyusuri sungai

singkapan

P1060824

31

Batubara, harta hitam terpendam Borneo

26

Menikmati bekal makan siang di tengah hutan

Tidak hanya di tepi sungai, kita juga dapat mencari singkapan batuan pada tebing yang curam dan pada puncak bukit yang tinggi, dimana tingkat erosi juga tinggi pada tempat-tempat tersebut

28

Berpose bersama pembimbing lapangan saya di atas singkapan batubara yang berkualitas tinggi

IMG_1011

Singkapan batupasir pada tebing yang nyaris 90 derajat.

Selain dari tempat-tempat yang telah disebutkan, singkapan batuan juga dapat mudah ditemui di tepi jalan. Batuan ini tersingkap akibat aktivitas manusia dalam membuka jalan. Singkapan batuan di area pertambangan juga bisa diobsevasi jika diperlukan

IMG_2044

singkapan 2

25

Suatu ketika bersama pembimbing, para geologis dan para porter. Miss u all badly 🙂

Sepulang dari lapangan saya selalu mengambil gambar langit sore. Saya selalu terkagum-kagum dengan pemandangan langit di senja hari. Foto-foto berikut tidak seutuhnya menggambarkan keindahan langit senja yang terekam dengan baik di benak saya.

40

41

43

Setelah sebulan lamanya menjelajahi hutan, tiba saatnya bagi saya untuk kembali ke kehidupan nyata saya di kota Bandung. Banyak cerita dan kesan yang saya dapatkan selama mengeksplorasi hutan hujan tropis Kalimantan, sayang saya belum punya kesempatan untuk mengeksplorasi bidang yang lain selain keadaan geologinya. Suatu saat saya pasti kembali dengan tujuan yang berbeda, untuk menyingkap sisi indah yang lain dari Borneo.

47

Finally, goodbye 🙂

48

Ga sengaja ketemu papan iklan yang ambigu di Palangkaraya 😀

Sebagai penutup yang manis pada post kali ini, saya mengedit video yang saya ambil dari dalam mobil pada saat perjalanan dari hotel menuju bandara, menghampiri pesawat yang akan membawa saya pulang ke Bandung. Video ini diambil pada saat dini hari, sekitar pukul 05.00, dimana kota masih sunyi dan penduduknya masih terlelap. Lagu Suara Awan dari Layur membawa pikiran saya bernostalgia lebih jauh lagi tentang pulau yang menakjubkan ini.

See you when I see you, Borneo!

By The Grace Of God

Was 27, surviving my return of Saturn
A long vacation didn’t sound so bad
Was full of secrets, locked up tight like Iron Mountain
Running on empty, so out of gas

Thought I wasn’t enough
Found I wasn’t so tough
Laying on the bathroom floor
We were living on a fault line
And I felt the fault was all mine
Couldn’t take it anymore

[Chorus:]
By the grace of God
There was no other way
I picked myself back up
I knew I had to stay
I put one foot in front of the other
And I looked in the mirror
And decided to stay
Wasn’t gonna let love take me out that way

I thank my sister for keeping my head above the water
When the truth was like swallowing sand
Now every morning, there is no more mourning
Oh I can finally see myself again

I know I am enough
Possible to be loved
It was not about me
Now I have to rise above
Let the Universe call the bluff
Yeah, the truth will set you free

[Chorus]

That way, no
That way, no
Not in the name of love (In the name of love)
That way, no
That way, no
I am not giving up

By the grace of God
I picked myself back up
I put one foot in front of the other
And I looked in the mirror

[Chorus]

by : Katy Perry

You Only Live Once

Ooooooo-ooooo-ooooooh
Some people think they’re always right
Others are quiet and uptight
Others they seem so very nice nice nice nice, oh
Inside they might feel sad and wrong, oh no

Twenty-nine different attributes
Only seven that you like, oh
Twenty ways to see the world, oh
Twenty ways to start a fight, oh

Oh don’t, don’t, don’t get up, I can’t see the sunshine
I’ll be waiting for you, baby ’cause I’m through
Sit me down, shut me up
I’ll calm down and I’ll get along with you

Ooooooo-ooooo-ooooooh
Oh, men don’t notice what they got
Women think of that a lot
One thousand ways to please your man, oh
Not even one requires a plan, I know

Countless odd religions too
It doesn’t matter which you choose, oh no
One stubborn way to turn your back, oh
This I’ve tried and now refuse, oh

Oh don’t, don’t, don’t get up, I can’t see the sunshine
Oh, I’ll be waiting for you, baby ’cause I’m through
Sit me down, shut me up
I’ll calm down and I’ll get along with you, alright

Shut me up, shut me up up up up up
And I’ll get along with you

by : The Strokes

Why Do You Let Me Stay Here?

Why do you let me stay here
All by myself?
Why don’t you come and play here?
I’m just sitting on the shelf

Why don’t you sit right down and stay a while?
We like the same things and I like your style
It’s not a secret, why do you keep it?
I’m just sitting on the shelf

I’ve gotta get your presents
Let’s make it known
I think you’re just so pleasant
I would like you for my own

Why don’t you sit right down and make me smile?
You make me feel like I am just a child
Why do you edit? just give me credit
I’m just sitting on the shelf

by : She and HIm