Christian Spiritual

Share The Love (Part II)

Kenapa “Part II”? Karena ada “Part I” nya, yang bisa dibaca di sini

Minggu lalu, tanggal 3 Desember 2016, gw mengikuti kegiatan bakti sosial ke suatu Panti Asuhan bersama Mba Debby (senior gw di gereja) dan kawan-kawan (total peserta sekitar 7 orang). Ketika Mba Debby menanyakan kesediaan gw untuk berpartisipasi atau tidak, gw langsung mengatakan “iya” dengan mantap. Gw sayang dengan anak-anak dan sulit bagi gw untuk melewatkan momen seperti ini. Mba Debby mengadakan kegiatan bakti sosial ini dalam rangka berbagi kasih menjelang hari Natal.

Gw hanya mendengar sedikit tentang panti asuhan ini dari Mba Debby. Panti Asuhan ini bernama panti asuhan “Kasih Karunia”. Pengelola panti asuhan ini bernama ibu Esther Kim, beliau adalah orang Korea asli. Ibu Esther Kim inilah yang menemukan adik-adik untuk dirawat dan dididik di panti asuhan ini. Sekilas berita yang gw dengar, anak-anak di panti asuhan ini mendapat biaya pendidikan dari Negara Korea, namun untuk dana akomodasi dan makan murni berasal dari donatur. Puji Tuhan, hingga saat ini banyak donatur yang bersedia membantu.

Sebenarnya kegiatan ini ingin diadakan di panti asuhan yang terlihat lebih membutuhkan, dan bukan panti asuhan Kristen. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya kami mengadakan kegiatan ini di panti asuhan Kasih Karunia. Dan gw yakin, ketika kesempatan berbakti sosial ini diadakan disana pastinya bukan karena suatu kebetulan.

Letak panti asuhan Kasih Karunia ini terletak di sekitar Sarijadi, Bandung. Kalau ada yang penasaran persisnya dimana, tulis komen aja yaa, nanti gw tanyain ke Mba Debby.

Sampai di lokasi panti asuhan, kami langsung disambut anak-anak. Ada satu anak yang namanya Amel, yang langsung “gelendotan” sama gw. Jujur, gw seneng banget disambut seperti itu. Mereka terlihat polos dan menyenangkan. Jumlah adik-adik yang berada di panti asuhan ini adalah 22 orang.

Kegiatan baksos-nya diadakan dari pkl 18.00-20.00, dan konten acaranya dilakukan sederhana saja. Acara ini diawali dengan acara makan bersama, lalu games. Mungkin karena banyaknya kunjungan yang dilakukan di panti asuhan ini, para adik sudah tahu games yang akan kami bawakan. Akhirnya kami membawakan games “Manequinn Challenge” dan “Tang Ting Tung Teng Tong Dor” yang belum pernah mereka mainkan sama sekali. Puji Tuhan, games nya berlangsung seru banget.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama. Adik-adik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompoknya dipimpin oleh satu kakak. Kami duduk dalam formasi lingkaran, kemudian kami mendoakan teman sebelah kami searah jarum jam secara bergantian. Gw terharu banget ketika mendengar satu orang adik minta didoakan supaya bisa dekat dengan Tuhan. Luar biasa, bahkan gw aja tidak terpikir untuk memiliki kerinduan itu. Ketika gw mendengar cara adik-adik berdoa, gw tahu, bahwa mereka pasti rajin berdoa. Tuhan seperti membukakan mata gw lagi, menyadarkan gw lagi.

Selesai berdoa, gw menyempatkan diri untuk mengobrol dengan mereka. Ada satu adik yang gw notice, namanya Annisa. Dia berasal dari Subang. Orangtuanya sudah meninggal, kerabat terdekatnya saat ini hanyalah kakeknya yang masih tinggal di Subang. Dia bercerita bahwa dia sangat menyukai seni. Dia bisa melukis, menyanyi, menari. Bakat seninya itu diturunkan oleh neneknya ketika beliau masih hidup, berharap bahwa suatu hari nanti cucunya ini akan menghidupi diri dengan seni. Dia juga bercerita kalau sudah besar nanti, ia ingin berkuliah di FSRD ITB dan berkeliling dunia. Negara yang ingin ia kunjungi adalah negara Italia, karena negara adalah gudangnya karya seni. Dia mengaku (dikonfirmasi juga oleh teman-temannya) kalau ia suka melukis keindahan negara-negara tersebut. Gw sangat kagum dengan remaja yang bernama Anissa ini. Walaupun raganya terkungkung di sana, namun pikirannya melanglang buana. Gw bilang sama dia, kalau gw bisa S2 di Inggris nanti, gw bakalan kirim post card. Seperti berjanji dan gw akan berusaha menepatinya.

Terakhir, kunjungan ini ditutup oleh pertunjukan musik anak-anak panti asuhan Kasih Karunia. Ada yang bermain piano, biola, cello, ada pula yang menyanyi. Mereka memainkan tiga lagu. Gw terenyuh banget mendengarnya. Good job, adik-adik!

dsc_0009

dsc_0011

dsc_0015

dsc_0026

Jujur saja, minggu kemarin adalah minggu yang buruk bagi gw. Gw merasa hidup gw flat banget, ga ada semangat dan gairah, gw juga takut sama hari depan. Hubungan gw sama Tuhan juga dalam keadaan ga baik, gw lagi males saat teduh dan berdoa. Namun kegiatan ini sangat menggugah gw, menyadarkan gw dan membuat gw semangat kembali, terimakasih Tuhan 🙂

dsc_0022

Mrs. Kim (paling kanan)

img-20161203-wa0021

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1 : 27)

Sekian postingan kali ini, gw berharap Tuhan kasih gw kesempatan lagi untuk mengunjungi anak-anak yang lain di komunitas yang berbeda

See you readers! 🙂

Buku Lagu Pujian Rohani PPGKJB

Gw berusaha merealisasikan wacana yang udah lama banget (lamanya kebangetan!) dari pada sesepuh PPGKJB (Persatuan Pemuda Gereja Kristen Jawa Bandung). Dari dulu kita punya kerinduan buat membuat buku pujian pemuda sendiri. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya wacana ini terbengkalai.

Puji Tuhan, setelah sedikit demi sedikit gw mencicil konten buku pujian ini, beserta Shenna Widianta yang mendesain cover bukunya, akhirnya buku Kumpulan Lagu Pujian PPGKJB ini jadi juga. E-book nya bisa diunduh di link berikut

https://drive.google.com/file/d/0B20SAfyzcCfBSjFWYXBGbjZXVG8/view?usp=docslist_api

E-book ini semoga berguna untuk adik2 pemuda PPGKJB untuk mencari referensi lagu pujian di kegiatan PPGKJB (mengisi pujian di Gereja, PD, retreat, kebaktian kreatif, dll). Konten buku ini gabungan dari buku pujian PP yang jaman dahulu kala, buku lagu Rekriwa (zaman kepengurusan Mas Gigih dan Yudea), serta di update dengan lagu rohani masa kini

Tadinya pengen dicetak juga sekalian, cmn berhubung anak2 jaman sekarang rata2 punya smartphone dan supaya go paperless, jadi praktisnya di share dalam bentuk PDF aja. Bisa diakses kapan aja dan dimana aja.

Tetap semangat melayani yaa adik2 PPGKJB! Ah, betapa gw rindu untuk menjadi pemuda lagi. Bersyukur Tuhan memberikan gw kesempatan untuk mengenal dan melayani Tuhan di masa muda, memberikan pondasi rohani yang kokoh di hari gw sampe saat ini.

Mazmur 98:1 (TB)  “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. ”

Sengaja gw share link e-book lagu rohani ini, supaya boleh dinikmati boleh pemuda Kristen manapun di Indonesia. Silakan dipergunakan untuk kalangan pemuda gereja, maupun mahasiswa Kristen di kampus.

God bless us! 😀

Posted from WordPress for Android

Merenung Dari Kekesalan

Beberapa hari ini saya merasa agak kesal dengan beberapa teman saya. Tapi sebenarnya mereka ga salah apa2 sih, haha. Begini ceritanya :

Teman 1
Dengan teman yang satu ini saya sudah bersahabat cukup lama. Sejak saya menginjakkan kaki di Jakarta, saya ingin sekali bertemu dengan dia, hanya sekedar ngopi2 cantik barang sejam dua jam juga ga masalah. Tapi sudah 6 bulan berlalu, dia masih enggan juga untuk bertemu. Selama ini adaaa aja alasannya gabisa ketemuan. Dan sedihnya selalu saya yang mengajak ketemuan, dia sama sekali ga terbeban belum bertemu dengan saya di Jakarta. Kadang2 line sama whatsapp saya hanya di read saja. Sekalinya saya bertanya frontal di grup, dia ngasih jawabannya kurang enak. Terlepas dari masalah pribadi yang dia punya, terlepas dia berhak untuk terbuka pada orang tertentu, sebenernya dia masih menganggap saya sahabatnya atau bukan?? 😦

Teman 2
Teman yang satu ini baru saya kenal beberapa bulan. Orangnya pemalu. Terlihat mandiri, tapi sebenernya dia ga setangguh itu. Dia ga pernah minta tolong secara terang2an, tapi suka memberikan kode kalau sebenernya dia butuh pertolongan. Tapi entah kenapa kalau di hadapan orang tertentu, dia bisa terus terang. Apa saya segalak itu ya sampe bikin dia ga terbuka?? Padahal saya sudah membuka diri selebar2nya, dengan senang hati menawarkan bantuan anytime and  anywhere.

Begitulah cerita kekesalan saya. Tapi entah kenapa dari kekesalan itu juga saya bertanya2, apa begitu juga ya perasaan Tuhan terhadap saya?

Tuhan ingin sekali bertemu dengan saya dalam doa, tapi saya terkadang malas untuk meluangkan waktu teduh dengan Dia. Dan parahnya terkadang saya “lempeng” aja gitu kalau belum berdoa seharian. Roh kudus seringkali menghubungi saya lewat hati nurani, tapi seringkali saya abaikan dan saya lebih memilih keinginan daging. Saya tahu kalau Tuhan sudah tahu apa yang saya pinta, tapi akhirnya saya mengerti mengapa Tuhan ingin saya memintanya secara langsung.

Saya kesal dengan kedua teman saya itu karena saya sesungguhnya saya sayang dengan mereka, sedih rasanya ketika rasa sayang ini seolah tidak terbalas karena mereka tidak terbuka dan meminta secara jelas kepada saya. Tuhan pun menunggu kita untuk terbuka kepada-Nya karena Dia sayang sama kita. Dan akhirnya saya mengerti, keterbukaan adalah manifestasi dari hubungan yang erat dengan Bapa kita, dan sebagai cara kita untuk merespon kasih-Nya. Tuhan pasti senang sekali kalau kita menghadap Ia apa adanya, itu berarti kita masih menganggap Dia sahabat dan Tuhan kita.

Kalau dipikir-pikir, Tuhan sabar sekali menunggu saya selama ini, yang jatuh berkali2, yang memilih untuk berharap pada manusia alih2 bersandar kepada-Nya, yang menikmati perasaan senang dan sedih sendirian alih2 berdoa dan bersyukur.

Mazmur 119:147-148 “Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu.
Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu.”

Mazmur 4:2 “Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah, yang membenarkan aku. Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku. Kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku!”

Matius 6:8 “…karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.”

Yohanes 16:24 “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Terimakasih Tuhan sudah menunggu saya selama ini, dengan tangan terbuka dan penuh kasih.

Thank for reading. Jesus bless us!

image

Posted from WordPress for Android

Pentas Seni Adik Asuh

Hello guys, udah lama ya ga nulis. Entah kenapa setelah pindah ke Jakarta mood gw untuk menulis jadi memburuk. Mungkin karena cuaca disini terlalu panasss, jadi males aja buat nulis (beliin AC dong buat di kosan, hehe). Atau mungkin gw kenyataannya merindukan Bandung ya? Hmm…bisa jadi, hehe.

Kali ini gw mau cerita tentang kegiatan rutin gw setiap malam minggu. FYI, gw setiap sabtu melayani menjadi kakak asuh untuk adik-adik SMP di Pelayanan Adik Asuh GKI Kebayoran Baru, Jalan Panglima Polim 1. Gw tertarik untuk melayani disini setelah membaca pengumuman di berita gereja (dan sebenernya dari dulu gw mencari ladang pelayanan serupa, tapi belum dapet aja). Dan sejak hari pertama gw bergabung disini, mudah bagi gw untuk beradaptasi mengajar, berkenalan dengan adik-adik asuh dan mendapatkan teman-teman baru, and then I fell in love with this community :). Gw bersyukur ditempatkan mengajar adik-adik SMP yang lincah-lincah, bersama para senior yang seru-seru.

Berminat? Ayo dateng aja ke Sekolah PSKD, Jl. Panglima Polim 1, pukul 14.00-17.00. Website : https://adikasuh.wordpress.com/

And how lucky I am…setelah tiga minggu gw mengajar disini ternyata ada kegiatan pentas seni adik asuh, dalam rangka memperingati berdirinya pelayanan adik asuh tanggal 20 Februari. Mulai dari adik asuh tingkat TK hingga SMA diberi kesempatan untuk menampilkan pertunjukkan seni mereka sendiri. Meskipun acaranya sederhana, namun semuanya antusias 🙂

IMG_8548

Pertunjukkan tari adik-adik TK

IMG_8599

Pertunjukkan menyanyi oleh anak-anak kelas 1-2 SD

IMG_8652

Pertunjukkan Seni Tari Betawi oleh ana-anak kelas 5-6 SD

IMG_8552

Paduan suara anak-anak SMP, yang paling kiri bukan anak asuh ya *alias gw*, hehehe

IMG_20160220_154035

Pertunjukkan tari TOR-TOR oleh adik asuh SMA

IMG_8695

Tiup lilin peringatan ulang tahun adik asuh ke 17. Wahhh…17 tahun lho! 

IMG_8756

Foto bersama adik-adik asuhkuuu 🙂

IMG_8782

Foto bersama kakak-kakak asuh

Gw pribadi senang bisa berkumpul dengan para adik, juga beserta para orangtua. Kami bisa berbagi sukacita, tanpa memandang perbedaan agama dan status sosial di antara kami.

Segitu dulu aja tulisan gw tentang Pentas Seni Adik Asuh 2016. Kapan-kapan gw pasti bakal tulis lagi post tentang pelayanan ini lebih dalam lagi, mengenal adik-adik, kakak-kakak dan kegiatan yang ada di dalamnya.

See you!

 

NKB 189 – Pegang Tanganku

‘Ku ingin selalu dekat padaMu,
ikut ‘Kau Tuhan tiada jemu;
Bila ‘Kau pimpin kehidupanku,
tak ‘kan ‘ku ragu, tetap langkahku.

Reff
O Jurus’lamat, pegang tanganku,
BimbinganMu yang aku perlu;
B’ri pertolongan dan kuasaMu,
o Tuhan Yesus, pegang tanganku.

2. Gelap perjalanan yang aku tempuh,
namun cerah berseri jiwaku;
susah kecewa di dunia fana,
damai menanti di sorga baka.

Reff
O Jurus’lamat, pegang tanganku,
BimbinganMu yang aku perlu;
B’ri pertolongan dan kuasaMu,
o Tuhan Yesus, pegang tanganku.

Terimakasih Tuhan…Engkau adalah Bapa yang baik…aku bangga menjadi anak-Mu…Terimakasih

Kaulah Kuatku

Meskipun musuh didepanku
Rintangan menghadang langkahku
Ku tahu sungguh Engkau bersamaku

Beribu rebah di kiriku
Berlaksa di sisi kananku
Ku tahu janjiMu Engkau Bersamaku

Takkan pernah goyah keyakinanku
Pada diriMu Yesus Tuhanku
Tiada yang seperti diriMU

Reff:
Kaulah kuatku, kebanggaanku
Gunung batu dan keselamatanku
Kuat tanganMu perlindunganku
Kaulah Allah sumber kemenanganku

by : Franky Sihombing

kesaksian Jim Caviezel pemeran Yesus dalam The Passion of the Christ.

This is amazing

Cool Getsemani

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film “The Passion Of the Christ”. Berikut refleksi atas perannya di film itu.

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN2 KECIL DALAM FILM2 YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA (SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL “ THE THIN RED LINE”. ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama…

View original post 1,748 more words