February 2015

SHORT FUN TRIP : YOGYAKARTA (DAY 3)

Hai readers! Gimana liburannya?

Dalam rangka menenangkan fisik, hati, dan pikiran, gw memutuskan memanfaatkan long weekend kemaren (18 Februari 2015-22 Februari 2015) untuk berlibur (sebenernya tanggal 19 Februari kemaren harusnya gw masuk kantor, tapi gw bolos, haha). Selain secara fisik dilanda flu yang ga sembuh-sembuh, secara batin gw juga agak muak dengan kehidupan Bandung. Gw butuh udara segar dari luar kota sebelum kembali bertempur dengan kehidupan Bandung lagi. Gw tinggalin sementara semua urusan pekerjaan, pelayanan, atau urusan yang lain-lain (tadinya mau sekalian matiin hape, tapi teryata gw masih punya hati nurani, haha). Susahnya menjadi seorang yang berkarakter melankolis adalah harus mengalokasikan wantu untuk me-time lebih banyak dibandingkan karakter yang lain (sanguinis, koleris, plegmatis) untuk men-charge mood. Jangan ganggu macan yang lagi tidur, jangan ganggu orang melankolis yang lagi pengen sendirian, haha. Liburan kemarin hanya diisi oleh makan yang teratur, tidur, jalan-jalan, dan main sama ponakan gw yang super lucu. Puji Tuhan, gw pulang ke Bandung dengan keadaan sehat walafiat dan semangat bekerja. Oh yeah, I love Monday like never before!

Btw, kalo kelamaan ga nulis tuh bikin gw jadi kaku buat nulis lagi. Rasanya pengen banget deh nulis teratur setiap hari walaupun hanya tulisan pendek untuk mengasah kemampuan menulis. Atau menyempatkan diri untuk membaca novel buat menambah perbendaharaan kata dan gaya tulisan. Menjadi seorang penulis yang handal itu tentu butuh kedisiplinan. Tapi ternyata meluangkan waktu untuk membaca dan menulis itu ngga mudah karena atas nama prioritas, mood dan stamina. Alhasil akhirnya gw selama ini hanya mencatat buah-buah pikiran yang menjadi cikal-bakal tulisan gw, khususnya untuk mengisi rubrik di blog ini. Dan pas gw buka lagi catetannya, gw hanya bisa melongo ngeliatin deretan ide-ide yang ternyata sudah menumpuk, tapi entah kapan untuk dikembangkan menjadi suatu postingan yang utuh.

Yang paling membebani pikiran gw untuk menulis adalah gw belum menyelesaikan travelling report gw selama di Jogja pas akhir tahun kemarin! Gw takut keburu lupa akan momen-momen yang bagus selama disana akibat ditimpa oleh memori pengalaman liburan yang baru. Oh iya, btw saat ini gw lagi mencanangkan program untuk liburan setidaknya sekali sebulan untuk berkunjung ke tempat yang baru, apalagi persebaran tanggal merah sepanjang tahun ini memungkinkan bagi gw untuk berburu harpitnas (mumpung masih kerja di konsultan, jadi jam kerjanya fleksibel, hehe :p). Liburannya bukan liburan sembarang lburan, tapi lebih terfokus untuk berwisata alam, seni dan sejarah karena secara pribadi gw sangat tertarik dengan ketiga hal tersebut. Well, tentu saja dengan biaya yang seirit mungkin, hehe. Gw butuh inspirasi baru dari tempat-tempat yang baru sambil menyegarkan pikiran yang suntuk. Selain itu gw juga gamau hari tua gw menyesal gara-gara pas mudanya jarang liburan dan menikmati hidup.

Pokonya, gw bertekad untuk menyelesaikan travelling report gw selama seminggu ini. Masa iya Februari udah mau beres tapi report-nya belom kelar-kelar. Hufft.

Oke, di postingan kali ini gw akan melanjutkan travelling report gw di Jogja selama hari ke-tiga. Siap-siap, readers, bakalan banyak banget foto yang di upload di postingan ini.

Day 3, 29 Desember 2015

Karena banyak desas-desus yang mengatakan kalau daerah Wonosari, Guning Kidul, Yogyakarta, saat ini nggak gersang kaya dahulu kala dan ada tempat wisata yang menarik disana, maka keluarga besar gw memutuskan untuk berlibur kesana. Kami menyewa satu bis kecil supaya satu rombongan keluarga besar ini bisa terangkut semua dan menikmati suasana kebersamaan di dalamnya.

Pagi itu kami berangkat pkl 07.30 pagi dan perjalanan menuju gerbang daerah Wonosari mencapai dua jam lebih. Berhubung waktu perjalanan memakan waktu yang cukup lama, apa boleh buat, selama di dalem bis kami groufie (alesan banget yak, haha).

IMG_1646

Tampang gw masih keliatan kaya anak SMA kan? Sebelas dua belas lah mukanya sama sepupu-sepupu gw yang masih bau kencur itu, hehehe 😛

Para pakde, bude dan eyang berkaraoke ria lagu-lagu Dewi Yoel, Bruri Marantika, dll, ga ketinggalan berkaraoke lagu-lagu Jawa. Kocak juga sih, semuanya mau tua atau muda nyanyi sambil angkat tangan segala. 😀

Selama perjalanan gw memandang kanan kiri jalan melalui kaca jendela. Gw luar biasa kagum akan kesuksesan penghijauan daerah Wonosari, pepohonan bisa tumbuh di atas tanah yang penuh akan bebatuan gamping (Maaf ya gw lupa ambil fotonya). FYI, secara geologi sebagian besar daerah Wonosari terdiri dari perbukitan batuan gamping (karst). Mencari akuifer sebagai sumber air tanah di daerah yang berlitologi gamping susah-susah gampang. Susah untuk orang awam dan gampang bagi orang hidrogeologi. Karena kesulitan akan air inilah dahulu daerah Wonosari identik dengan keadaan yang susah dan melarat karena kondisi daerahnya yang kering dan tandus. Tetapi sejak ditemukannya underground river pada daerah tersebut (akuifer khas daerah karst), maka saat ini penduduk Wonosari tidak lagi kesulitan mencari air dan penghijauan sukses dilakukan. Lambat laun pergerakan ekonomi bagi orang Wonosari bisa beranjak naik. Kesuksesan penghijauan Wonosari tidak terlepas dari jasa orang tertentu seperti yang bisa dibaca pada link ini http://aolialova.blogspot.com/2011/10/masjid-aolia-khr-ibnu-hajar-sholeh.html

Pergerakan ekonomi untuk menuju kehidupan yang lebih baik ini terlihat juga dari pergerakan masyarakatnya untuk menjalankan usaha wisata daerah Wonosari secara swadaya. Seperti Wisata Goa Pindul yang gw kunjungi bersama keluarga besar gw juga adalah hasil dari swadaya masyarakat sekitarnya. Komplek wisata ini terdiri dari gabungan berbagai usaha yang ditata secara apik seperti usaha wisata outdoor (Cave Tubing, River Tubing, Goa Gelatik, dll) , usaha penjualan makanan, usaha penjualan baju (untuk oleh-oleh atau untuk wisatawan yang kebasahan setelah berwisata outdoor), bahkan gw melihat para sesepuh yang turut berkontribusi dengan memainkan alat musik gamelan sehingga menambah suasana ayem alam pedesaan. Gw juga menilai tempat ini bersih dan terawat. Untuk suatu tempat wisata yang baru berumur dua tahun, perkembangan wisata Goa Pindul ini bisa dibilang cukup pesat, cukup rapi, ditambah lagi dengan marketingnya yang sudah modern menggunakan website (http://goapindul.com/). Tempat wisata ini patut diacungi 4 jempol, recommended!

Setiba disana, gw bersama para sepupu sepakat pengen nyobain River Tubing, semacam wisata telusur gua atau menikmati pemandangan dalam gua dengan terapung di atas sungai dalam gua. Dengan alasan safety, kami diwajibkan memakai pelampung dan sepatu karet (no sandals). Gw sedari awal udah pake sendal gunung, jadi ga masalah. Tiket masuknya cukup murah, hanya Rp. 40.000,00 saja.

Oiya, maaf banget kalau foto-foto yang diambil agak jelek, kabur di sudut-sudutnya. Gw bingung kenapa bisa kaya begitu, hmmm…nampaknya udah saatnya kakak gw beli kamera yang baru

P1060290

Gaya dulu setelah memakai pelampung 😀

P1060293P1060300

Untuk bermain di wahana ini, kami masing-masing menggunakan ban karet yang besar supaya badan kami bisa terapung di atasnya selama di permukaan air nanti.

P1060304

Foto gaya bersama papa tercinta 🙂

P1060309

P1060310

Foto depan singkapan batugamping dulu 😀

Untuk penggemar olahraga air yang ekstrim, sebenernya wisata river tubing ini ga ada apa-apanya, tapi wisata ini cocok banget untuk menikmati tempat wisata bersama keluarga. Sayangnya, saat gw dan keluarga besar menikmati river tubing ini keadaannya over crowded banget :(. Maklum, lagi masa liburan akhir tahun.P1060318 P1060326

Untuk pertama kaliny gw melihat banyak kampret alias kelelawar yang bergantungan di langit-langit gua. Hmm…skarang gw tau darimana aroma khas gua berasal. Kotoran kelelawar dikenal dengan kandungan urea yang tinggi.

Keliatan ngga kampretnya?

Keliatan ngga kampretnya?

Kalo geologist diajak ke tempat wisata yang kaya gini, pasti terfokus sama singkapannya. Bawaannya pengen observasi singkapan batuan melulu, entah dengan singkapan batu gamping klastik dengan perlapisannya, dengan bentukan-bentukan stalaktit yang ada di dalamnya,  ataupun dengan lubang-lubang pada gua sebagai hasil presipitasi air selama ratusan tahun.

P1060355 P1060377 P1060379

Bye-bye Goa Pindul, sampe ketemu lagi di lain waktu!

P1060397 P1060404

Untuk kembali ke tempat semula, kami harus naik pick-up terbuka atau bahasa jadulnya kol buntung. Gw tiba-tiba inget masa-masa kuliah lapangan Karang Sambung, yang dimana kalau setiap pulang dari lapangan, gw sama temen-temen sebisa mungkin nyari truk buat pulang ke asrama (kalau nunggu bisa jemputan dari asrama kelamaan, ntar bisa-bisa dapet giliran mandi terakhir).

Sensasi naik truk di Karsam setelah pulang melapang di sore hari  itu ga tergantikan! :D

Sensasi naik truk di Karsam setelah pulang melapang di sore hari itu ga tergantikan! 😀

Dari goa pindul,kami bertolak ke pantai Drini yang dapat ditempuh selama 2 jam dari goa pindul. Pantainya kecil, bersih dan tidak terlalu ramai (mungkin karena terlalu jauh dari kota). Uniknya,tidak jauh dari pantai ini terdapat pulau kecil yang bisa kami sebrangi dengan berenang karena air lautnya yang berada di antaranya tergolong dangkal. Entah kenapa pantai ini mengingatkan gw dengan pantai di Tanah Lot, Bali, ya meskipun keindahan Pantai Tanah Lot tetap tidak tergantikan.

Panorama Pantai Drini

Panorama Pantai Drini

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gw ga sempet bermain di pantai karena keasikan ngobrol sama sepupu gw, Mas Wen. Kami saat itu ngobrolin tentang konservasi paus (mas Wen sedang merintis semacam konsultan konservasi satwa). Fokus konservasi dia saat ini adalah di daerah laut Timor. Ternyata di sana adalah jalur migrasi paus dunia. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah ternyata paus-paus tersebut mengalami disoriented arah migrasi akibat sonar yang dipancarkan oleh kapal-kapal dari perusahaan minyak demi kepentingan mengambil data seismik. Paus-paus itu mengira bahwa sonar tersebut berasal dari kawanan paus yang lain. Betapa menyedihkan ya 😦

Meskipun ga sempet berenang disana, gw udah cukup puas dengan mengamati pemandangan pantai Drini selama menikmati makan siang disana. Makan nasi hangat beserta lauk gorengan sea food dan cah kangkung, ditutup dengan minum teh manis panas. Sederhana namun sempurna 🙂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dari pantai Drini, kami kembali ke Wisma Millenium di Kaliurang. Sebenernya masih kurang puas, tapi gw bersyukur untuk hari yang boleh gw nikmati bersama keluarga besar.

Sekian postingan travelling report di Jogja selama hari ke tiga ini. Tunggu travelling report di hari berikutnya ya ! 🙂

Kar’na Salib-Mu

Hanya Kau Tuhan dihidupku
Kau berikan hidup yang baru
Darah-Mu menyucikan, pulihkan hatiku
Kunyatakan Kau-lah segalanya

Engkaulah sumber pengharapan
Kuasa-Mu sanggup menyembuhkan
Jiwaku pun berserah hanya kepada-Mu
Yesus Kau-lah segalanya

Reff:
Kar’na salib-Mu kuhidup
Kar’na salib-Mu kumenang
Engkau yang berkuasa
Sanggup tuk melakukan
Mukjizat-Mu dihidupku

Good Vibration

Yeah, can you feel it, baby?
I can too

Come on swing it
Come on swing it
Come on swing it
Come on swing it

1, 2, 3
Now we come to the pay off

It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation
It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation

Yo, it’s about that time
To bring forth the rhythm and the rhyme
I’m a get mine so get yours
I wanna see sweat comin’ out your pores
On the house tip is how I’m swingin’ this

Strictly hip hop boy, I ain’t singin’ this
Bringing this to the entire nation
Black, white, red, brown
Feel the vibration

Come on, come on
Feel it, feel it
Feel the vibration

It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation
It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation

Vibrations good like Sunkist
Many wanna know who done this
Marky Mark and I’m here to move you
Rhymes will groove you
And I’m here to prove to you

That we can party on the positive side
And pump positive vibes
So come along for the ride
Making you feel the rhythm is my occupation
So feel the vibration

Come on come on
Feel it feel it
Feel the vibration

It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation
It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation

Donnie D, break it down

Donnie D’s on the back up
Drug free, so put the crack up
No need for speed
I’m the anti D R U G G I E

My body is healthy
My rhymes make me wealthy
And the Funky Bunch helps me
To bring you a show with no intoxication
Come on, feel the vibration

Yeah, can you feel it, baby?
I can too

It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation
It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation

Now the time has come for you to get up
The rest had you fed up but, yo, I won’t let up
On the rhythm and rhyme that’s designed to
Make your behind move to what I’m inclined to

Pure hip-hop, no sell out
If you ain’t in it to win it then get the hell out
I command you to dance, I wanna see motivation
Come on now, feel the vibration

It’s such a good vibration
Come on, come on, come on
It’s such a sweet sensation
Feel it, feel it

It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation
It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation

It’s such a good vibration
Come on, come on, come on
It’s such a sweet sensation
Feel it, feel it

It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation
It’s such a good vibration
It’s such a sweet sensation

by : Marky Mark

Siapa Gerangan Dirinya

Aku sayapnya… tambatan hatinya
Yang mengilhami tiap langkah hidupnya
Begitu adanya… dalam goresan pena
Ia suratkan berkala untukku
Tak sekalipun kujumpai dia

#
Tak pernah berhenti mencintaiku
Seluruh jiwa raga meskipun samar
Siapakah gerangan dirinya

Aku nafasnya mungkin pula nadinya
Kan menjaga denyut jiwanya
Berartinya aku dimata hatinya
T’lah meniupkan cinta sejatinya
Sungguh enggan ia merelakan aku

#
Tak pernah berhenti mencintaiku
Seluruh jiwa raga hati meskipun samar
Siapakah gerangan dirinya

by : Padi

The Amateur Director

Hello! Topik gw postingan kali ini tentang kisah gw menjadi sutradara for the first time. Meskipun hanya bikin film kecil-kecilan plus ilmu videografi ala amatiran, Puji Tuhan gw bisa menyelesaikan film pendek berdurasi sepuluh menit selama kurang lebih satu minggu. Jangan tanya masalah kualitas ato teknik gw dalam mengambil gambar, pokonya jangan, namanya juga amatiran, haha. Videonya bisa rampung aja Puji Tuhan banget.

Menurut gw ini project yang cukup gila, karena sebagian besar eksekusinya dihandle oleh gw sendiri dan videonya harus jadi dalam rentang seminggu. Berawal dari permintaan temen-temen panitia paskah di Gereja untuk membuat video tentang keluarga (mereka tau kalau gw suka bikin naskah) dalam rangka menghimbau jemaat untuk bersaat teduh di lingkungan keluarga. Dikasih tanggung jawab kaya gitu kepala gw langsung mumet mikirin gimana caranya soalnya gw belum pernah bikin video sama sekali!

Pas dapet tugas kaya gitu, gw langsung kepikiran beberapa langkah yang harus gw jalanin  :

  1. Bikin naskah
  2. Cari dan hubungi para pemain yang cocok dengan karakternya
  3. Latihan akting
  4. Ambil gambar
  5. Edit video
  6. Uji tayang di gereja

Banyak yee…kelar kaga ya seminggu?

Gw kepikirannya untuk shooting kali ini dibutuhkan kamera yang bagus, supaya kualitas gambar yang diambil mantep. Oleh sebab itu gw tadinya mau minta tolong Ariza atau Mas Catur buat minta tolong pengambilan gambar, tapi berhubung Ariza tempat tinggalnya terlalu jauh dan Mas Catur menolak dimintai tolong lantaran belom pernah video shooting sama sekali (apalagi gue!), walhasil antara berani dan nekat gw memutuskan buat shooting sendiri. Nekat banget gila, gw pake kamera oke aja belom pernah! Sebenernya gw sangat suka dan tertarik luar biasa dengan dunia photography dan cinematography, tapi ya gimana ya, belom punya duit buat beli kamera bagus yang mendukung hobby gw yang satu itu, hehe. Tapi gw yakin suatu saat Tuhan pasti kasih gw kamera :0

Tapi Tuhan memang selalu baik. Dia selalu menyediakan apa yang kita butuhkan, terlebih untuk pelayanan. Gw tadinya berpikir buat shooting pake pocket camera aja, berhubung gw ga pernah pake DSLR ato handycam. Susah banget nyari yang mau minjemin pocket camera, satu-satunya yang mau minjemin malah nawarin kamera DSLR Canon EOS 60D, gokillll. Jesus, You rock! Terimakasih buat Muhammad Edo Marshall yang mau mempercayakan kamera super kerennya di tangan gw selama dua hari, semoga lu cepet dapet jodoh (Amen!). Btw itu doi dapet kamera itu dari doorprize kantor pas akhir tahun kemaren, betapa iriiiii banget gw saat itu pas tau si Edo yang dapet, soalnya gw ngincer banget dooprize yang satu itu. Tapi setelah dikasih kesempatan “bermain” sama kameranya selama dua hari kemarin, ternyata gw mendapat kegembiraan yang lebih dari cukup J

Berikut kronologis gw dalam membuat film pendek :

Minggu, 8 Februari 2015 – Senin, 9 Februari 2015

Selama dua hari gw memikirkan konsep cerita dan menuangkannya dalam bentuk naskah pendek. Puji Tuhan, akhirnya gw bisa menemukan para pemain yang cocok dan mau berkomitmen. Berikut naskah asli yang gw tulis :

Pembukaan

Pak Firdaus :

Shalom, bapak, ibu dan saudaraku di Gereja Kristen Jawa Bandung Pepanthan Bandung Selatan. Apakabar? Semoga semuanya baik, sehat dan selalu dalam perlindungan Tuhan. Sebentar lagi kita akan merayakan Paskah. Apakah kita sudah mempersiapkan hati kita untuk menyongsongnya, atau biasa-biasa saja seperti hari-hari yang lain?

Drama Keluarga

Karakter

  • Ibu                               : Rempong, cerewet           , oleh Bu Agus Rianto
  • Bapak                          : Pendiam (Tokoh Utama) ,  oleh Om Satrio
  • Anak laki-laki               : cuek, suka maen PS         , oleh Awan
  • Anak perempuan         : centil, sibuk sendiri,          , oleh Riri

(Alkisah diceritakan ada sebuah keluarga di GKJ Pepanthan Bandung Selatan)

(Setting Meja Makan)

Bapak     : Awan, awan?

Awan     : Iya (nada ogah-ogahan)

Bapak     : Ayo makan

Awam    : Ga ah, lagi seru nih main Psnya!

Bapak     : Hmm…Riri? Ayo makan!

Riri         : Aduh paakkk, ntar deehh…ini gosipnya lagi seru nih…halo Cyin, jadi gimana2? Si   Cinta jadian sama si              Rangga?? Sumpe loo??

Bapak     : Bu, Ibu, temenin Bapak makan yok…

Ibu          : (nyamperin bapak, duduk di kursi meja makan, tapi sambil main gadget)

Bapak     : Bu, ini anak-anak gimana toh ya, disuruh makan tapi kok pada sibuk sendiri-sendiri…kan enak gitu loh kalo kita sehari sekali aja makan berempat di meja makan…Bu…Bu!

Ibu          : Apa toh Pak?

Bapak     : Ini lagi Ibu juga asik sendiri, pasti lagi fesbukan

Ibu          : Ih, Bapak sok tau…ini ibu lagi nyari resep masaaakk…kan kalo ibu masak yang enak juga siapa? Bapak sama anak-anak juga kan?

Bapak     : Itu loh bu, anak-anak…

Ibu          : Ya udahlah pak, namanya juga anak-anak yang lagi remaja, punya dunianya sendiri-sendiri…wes ah, aku mau praktek resep ini dulu…pasti enak, slurrppp…

(Ibu pergi, tinggal Bapak di meja makan sendiri)

***

(Bapak mengambil alkitab, ada kertas yang jatuh, lalu mengambil kertas tersebut. Bapak tersenyum sendiri, lalu pergi)

(Sang Bapak memanggil anggota keluarganya satu per satu, ada penolakan tapi akhirnya nurut juga)

(Semua anggota keluarga berkumpul di ruang tamu)

Bapak     : Bapak kumpulkan kita semua disini buat renungan bareng. Sebentar aja kok, ga akan menghabiskan waktu kalian.

Kemarin kan waktu kita ke gereja kita dikasih ini nih (sambil ngacungin kertas renungan), renungan untuk keluarga dalam masa Pra-Paskah. Gimana kalau mulai hari ini kita teratur buat saat teduh bareng? Sebentar aja setiap harinya.

Awan     : Ah, ngebosenin amat sih pak

Bapak     : Dicoba dulu…kamu main PS bisa sampe 4 jam, masa untuk renungan bareng yang ga nyampe setengah jam aja gak bisa??

(Keluarga hening)

Bapak     : Ya udah yuk, sebelum mulai renungan ini mari kita berdoa…

Ibu          : Ulangan 30 : 15 – 20

Awan     : Mazmur 1

Riri         : Lukas 9 : 22-25

Bapak     : Renungan Singkat

(Drama ditutup dengan adegan berdoa bareng sekeluarga)

***

Penutup

Pak Firdaus          :

Dengan ini saya mengajak bapak ibu dan saudara sekalian untuk memulai kebiasaan ber-saat teduh, dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan ini amat sangat baik untuk membangun hubungan baik dengan Tuhan, mengintropeksi diri, khususnya mempersiapkan hati kita dalam menyongsong hari raya paskah. Perayaan Paskah bukanlah hari yang biasa. Kita sepatutnya sangat bersyukur karena perayaan ini mengingatkan kita akan kasih Allah yang luar biasa bagi kita sekalian.

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Selamat hari minggu saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.

***

Gimana naskah gw? Jadi inget film jadoel “Keluarga Cemara” yak? :p

Selasa, 10 Februari 2015 – Rabu, 11 Februari 2015

Dua hari ini terasa cukup berat dijalani karena gw harus fokus dalam mengambil gambar dalam keadaan badan meriang. Hufft.

Gw menerima kamera si Edo di tangan gw pas Selasa siang. Waktu itu gw cepet aja diajarin sama dia cara nyalainnya, cara megang yang bener, cara ambil gambar, cara ngecharge sampe cara buat masukkin kamera ke tas. Saking hati-hatinya, gw ngejaga kamera itu kaya ngejaga bayi gw sendiri (lebay yak, haha). Sensasi megang kamera mahal yang gw impi-impikan tuh….gitu deh, deg-degan kaya ketemu gebetan, haha. Tuhan, plis kasih gw kamera yang semacem itu, Ameenn!

Selasa siang terima kamera, Selasa malemnya langsung janjian sama pemain buat latihan drama plus shooting, karena keterbatasan waktu. Shooting dilakukan di rumah Keluarga Agus Rianto di daerah Cincin Permata Indah. Saat pertama dateng ke rumahnya, gw langsung ngeliat-liat ruangan yang ada di rumah itu untuk mengira-ngira sudut pandang gambar yang akan gw ambil dengan pencahayaan yang cukup, disesuaikan dengan naskahnya.

Pengambilan gambar berlangsung lancar. Gw salut sama para pemain yang tidak perlu berlama-lama latihan, tapi dapat mengekspresikan karakter yang gw bayangkan. Satu jam pertama digunakan untuk  script reading dan latihan acting, kemuadian satu jam berikutnya langsung dilakukan shooting. Puji Tuhan, ga perlu berkali-kali retake. Good job guys! Besok malemnya gw janjian sama Pdt. Firdaus buat shooting  pembuka dan penutup film pendek tersebut.

Gw ga pernah ambil gambar sama sekali sebelumnya, hanya berbekal dari nonton film aja. Untung kameranya cukup berat, jadi tangan gw gabisa gemeteran, hehe. Tapi telapak tangan gw jadi dingin banget gara-gara nervous.

Jadi sutradara itu asik banget. Sensasi saat mengatakan “Action!” dan “Cut!” itu…

Menyenangkan 🙂

Kamis, 12 Februari 2015 – Jumat, 13 Februari 2015

Gw belum bisa bernafas lega karena gw harus menyatukan dan mengedit semua video yang gw ambil, gw takut gabisa pake software-nya karena gw tuh gaptek banget (gw sering dibilang ndeso sama Vian, asem). Di tengah kondisi badan yang kurang fit (gejala flu dan gejala sakit perut mau dapet, nice…), kerjaan kantor yang banyak dan pikiran persiapan wawancara beasiswa pas weekend, gw khawatir gw ga bakalan maksimal dalam mengedit video. Belum lagi ditambah harus ikutan rapat panitia paskah, super exhausted!

Pas gw tanya Edo sama Vian sih katanya gampang ngedit video pake Windows Movie Maker ato Adobe Premier Pro. Setelah belajar dikit sama Karin, ternyata ngedit video itu….gampang dan menyenangkan lho! Kalo kata Pak Bos Benyamin Sapiie, kalo anak ITB gabisa pake software dalam waktu 2 minggu itu sungguh dipertanyakan. Pepatah yang jero banget untuk gw yang gaptek, hehehe.

Dalam mengedit video, proses yang paling lama adalah menyeleksi video yang terbaik dari beberapa kali retake, trimming, dan menggabungkannya. Untuk final touch seperti mengattach musik dan menyisipkan tulisan bisa dibilang cukup cepat.

Berikut soundtrack yang gw pake sebagai pensuasanaan dalam film :

  • More Than by Hillsong United
  • All Praise to The King by Hillsong United
  • I Could Sing of Your Love Forever by Hillsong
  • I Could Sing of Your Love Forever by Hillsong United

Terimakasih untuk dukungan Mama dan Papa yang mau nemenin gw selama pengambilan gambar, mau menjadi penonton pertama atas karya anaknya serta memberi masukan dalam mengedit video 🙂

Sabtu, 14 Februari 2015 – Minggu, 15 Februari 2015

Di hari ini gw menguji coba tayang film pendek yang sudah gw buat di Gereja, berkoordinasi dengan Pak Parman untuk mengecek sound systemnya juga. Puji Tuhan tidak ada tantangan yang berarti :). Untuk yang mau beli kamera Canon EOS 60D, sangat gw rekomendasikan dalam membuat video bagi pemula, karena resolusi gambarnya tajam dan kualitas suara yang ditangkap sangat baik.

Tadi pagi di barisan paling belakang gw turut menyaksikan pemutaran film pendek itu untuk pertama kalinya ditonton oleh seluruh jemaat gereja sebelum mulai kebaktian. Sebagian besar berkomentar positif, ada juga yang berkomentar negatif karena durasi videonya kelamaan (10 menit, susah banget buat ngurangin durasi video tanpa mengurangi esensi ceritanya!). Semoga semua jemaat boleh terberkati oleh film yang gw buat. I do all the works and You get all the glory, Jesus 🙂

Thanks Lord for everything. Thanks for this great opportunity. Actually  I dream about this all the time and You give me this chance to bring it into reality. I believe, there is another chance in the future to do the same thing again, to make an inspiring movie for many audience. Amen.

Buat yang mau nonton, berikut videonya :

Sekian kisah gw menjadi sutradara film  dan kisah Sang Sutradara hidup gw yang mengasihi gw dan mengerti segala keinginan dan cita-cita gw, sehingga gw boleh punya pengalaman fantastis kaya gini.

Happy Valentine! Selamat hari kasih sayang, readers! Sampai jumpa di karya-karya gw selanjutnya! )

Coming Back For You

Looking at the same sky that we used to lay under
Are you thinking about the love that I took from us

When you close your eyes
Do you see me, love?
Am I keeping you awake?
Would you scare to fly?
Are you giving up?
When you know, you know, you know

You know that I’m coming back for you
Don’t you worry, girl
Don’t you worry, girl
You know that I’m coming back for you
Don’t you worry, girl
I’ll be back for you
So you better wait up
Keeping the bed warm for me
All night puttin’ your whisper on me
Giving that love and emotion that I know
Doesn’t really matter what you do
I’ll be back for you
Coming back for you

I know there are millions of miles in between our hearts
But I will come running for you I don’t care how far

When you close your eyes
Do you see me, love?
Am I keeping you awake?
Would you scare to fly?
Are you giving up?
When you know, you know, you know

You know that I’m coming back for you
Don’t you worry, girl
Don’t you worry, girl
You know that I’m coming back for you
Don’t you worry, girl
I’ll be back for you
So you better wait up
Keeping the bed warm for me
All night puttin’ your whisper on me
Giving that love and emotion that I know
Doesn’t really matter what you do
I’ll be back for you
Coming back for you

You know that I’m coming back for you
Don’t you worry, girl
Don’t you worry, girl
I’m coming back for you
Don’t you worry now, now
Don’t you worry now

You know that I’m coming back for you
Don’t you worry, girl
Don’t you worry, girl
You know that I’m coming back for you
Don’t you worry, girl
I’ll be back for you
So you better wait up
Keeping the bed warm for me
All night puttin’ your whisper on me
Giving that love and emotion that I know
Doesn’t really matter what you do
I’ll be back for you
Coming back for you

by : Maroon 5

Mirah Ingsun

Nunggang roso ngener ing panggayuh
Lunging gadhung mrambat krambil gadhing
Gegondhel witing roso pangroso
Nyancang jati wasanane

Mbrebes mili banyu saking langit
Tiping kedhung lumembak ing pantun
Anut nyemplung lelakoning urip
Cemumplung roso atiku

Candrane wong nglangi
Ing tlogo nirmolo
Candrane kumambang
Ing sendhang sumolo

Solan salin slagahe manungso
Empan papan sak solah bawane
Esuk sore Rino sawengine
Ajur ajer ing kahanan

Candrane wong nglangi
Ing tlogo nirmolo
Candrane kumambang
Ing sendhang sumolo

Tan liyan gegondhelan
Tarlen mung wit krambil gadhing

Terjemahan :

Berkendara rasa menuju cita-cita

Seolah akar pohon merambat di pohon kelapa

Berpegang erat pada sumbernya rasa

Kelak akhirnya temukan jati diri

Air mata menetes dari angkasa

Jatuh ke telaga di pangkuan

Menyelam mengikuti kisah hidup

Lega rasa hatiku

Wibawanya seseorang yang berenang

Di telaga Nirmolo yang sakti

Wibawa yang mengambang

Di telaga Sumolo yang sakti

Berganti ‘wajah’ dan ‘peran’

Tergantung tempat dan perannya

Pagi, sore, siang dan malam harinya

Larut dalam drama kehidupan

Tiada bersandar kepada orang lain

Kecuali bersandar pada ‘jati diri’

By : Sujiwo Tedjo