January 2015

Keep Smiling, Keep Dreaming, Keep Praying.

Lagi lagi pengen nulis. Mungkin karena gw sekarang lagi krisis temen cewe yang bisa diajak bicara. Sosmed bisa aja membantu menghubungkan gw dan sahabat-sahabat gw, tapi apa daya mereka udah punya urusannya masing-masing. Gw butuh temen yang real bisa diajak bicara di hadapan gw sekarang. Tapi daripada pikiran gw melantur kemana-mana, lebih baik gw menuangkannya pada blog.

Malem minggu yang galau. Bukan gara-gara jomblo, bukan gara-gara gw malem ini ga kemana-mana, tapi gw dapet berita lagi-lagi kehilangan kolega di kantor. Kolega gw itu cewe.

Ditinggalin itu rasanya engga enak banget. Hari demi hari gw menyaksikan para kolega gw satu per satu meninggalkan tempat dimana gw bekerja, menyongsong kehidupan mereka yang baru, yang terlihat sangat sangat sangat menyenangkan. While I still stuck in my place, overwhelmed with boredom and rutinity. Sebagai seorang yang berjiwa petualang besar dan memiliki daya imajinasi tinggi, gw merasa sangat terkungkung di tempat gw yang sekarang. Sekarang gw tau banget rasanya si katak yang terjebak dalam tempurung. Gw sangat tersiksa dengan kebosanan, ditambah harus melihat kenyataan temen-temen gw yang sudah hijrah ke dunia luar sana.

Kemarin jumlah cewe di kantor gw masih ada tiga. Sekarang setelah kolega cewe yang satu angkat kaki dan kolega cewe yang satu lagi udah punya kehidupannya sendiri karena beliau sudah menikah, alhasil gw bener-bener ngerasa sendirian. Gw sangat menikmati persahabatan dengan temen-temen cowo di kantor gw, mereka semuanya asik-asik banget kok. Tapi percayalah, setomboy-tomboynya gw masih butuh temen cewe.

Ga hanya di tempat kerja, temen-temen gw yang lain yang di luar lingkaran tempat kerja, khususnya di lingkungan Gereja, juga satu per satu mulai keluar Bandung. Yang paling sedih lagi, gw tau bulan kapan aja di masa mendatang saat sahabat-sahabat gw pergi.

Rasanya sedih…banget.

Rasanya lelah untuk bertanya,”Kapan?,” terhadap diri sendiri dan Tuhan.

Sekarang udah lewat tengah malam, lebih baik gw tidur.

Gw percaya, berdoa bukanlah hanya suatu solusi, tapi itu adalah solusi yang melebihi di atas segala solusi.

Keep smiling, Rin. Cheers.

Esok pagi bangunlah dari tidurmu, dan terus bermimpi.

Di Penghujung Januari

Gw udah lama pengen banget nulis, cuman apa daya gw harus mendahulukan prioritas, maka hasrat menulis gw ditunda dulu. Udah banyak di notes gw tentang judul blog yang pengen gw buat, bahkan report gw tentang liburan di Jogja kemaren aja belom kelar. Kalau kelamaan ga nulis sesuatu itu bikin gw ngerasa kaya, apa ya, yah semacem pengen boker tapi ditunda-tunda terus karena ga ada waktu buat boker. Yang ada jadinya kesel sendiri, marah-marah sendiri. I really need time to do my hobby! Sekarang akhirnya ada waktu juga buat nulis. Saking pengennya nulis, gw jadi bingung mau nulis tentang apa dulu.

Di tengah siklus rutinitas yang membosankan, untuk pertama kalinya di tahun ini, hari kemarin gw sampe di puncak kebosanan. Saking bosennya, gw sampe mau nangis. Gw jarang banget ngerasa frustasi ngadepin kebosenan, tapi itulah yang terjadi kemarin. Kemarin gw harus nyelesein kerjaan project database seabrek-abrek, yang dimana deadlinenya adalah tadi pagi. Gw ga suka sama format database yang sekarang, ribet banget! Kenapa sih ga pake format database yang sama kaya project sebelumnya? Kenapa sih data satu sumur tuh bisa banyak banget isinya? Kenapa sih deadlinenya harus besok? Dan kenapa kenapa kenapa yang lainnya.

Ngeluh memang ga bakalan pernah nyelesein masalah, banyak ruginya daripada untungnya. Akhirnya gw berhenti sejenak buat menenangkan diri dan ga mikirin kerjaan.

“Kalo lu ngendelin kekuatan sendiri ya memang ga bakalan kelar semua kerjaan ini, Rin,”

Bener juga.

Selanjutnya gw berdoa minta supaya Tuhan kasih gw rasa semangat, minta supaya gw menikmati pekerjaan ini. Hufft.

Tadi pagi pekerjaan gw akhirnya beres total, meskipun ngumpulinnya di menit-menit terakhir. Menurut gw, itu adalah suatu kejaiban yang luar biasa! Terimakasih sudah memampukan aku, Tuhan! 🙂

Hari yang baru. selalu membawa harapan baru. Seperti hari ini, sinar matahari yang cerah dan langit yang biru mengiringi gw ketika gw pergi ke kantor, membuat gw lupa kalo kemaren begadang mati-matian sampe mata kantongan demi nyelesein database. Tuhan membuat gw kembali tersenyum ketika gw ngambil hasil TOEFL. Seneng rasanya bisa ngobrol tentang kehidupan sama Bu Diman, orang tua penjaga rumah kantor. Gw bersyukur bisa ketawa sama temen2 di kantor pas jam makan siang tadi. Hari ini rasanya gw pengen terus-terusan tersenyum untuk setiap hal.

Gw tiba-tiba inget sama momen tiga tahun lalu. Saat itu gw mengalami salah satu hari terberat dalam hidup ketika gw jadi panitia diksar himpunan di Bandung Selatan. Pikiran lagi galau, harus long march lebih dari 15 jam di tengah hujan lebat, menggigil kedinginan sampe nafas beruap dan kulit mati rasa, sakit badan, kelaparan, ketakutan, harus tegar meskipun lagi tertekan dan panik, perngen nangis, gatau mau ngeluh sama siapa, hanya bisa berdoa.

Ketika pagi menjelang, gw ga pernah lupa sama matahari pagi yang menyinari Danau Situ Patenggang. Sahabat laki-laki terbaik gw, Novian, tiba-tiba muncul di hadapan gw. Betapa gw senang dan terharunya saat itu (hampir aja gw meluk dia!), dia lagi sakit tapi bela-belain untuk datang. Gw ga pernah sebegitunya merindukan pagi setelah malam yang seburuk itu.

Tiba-tiba gw bersenandung lagu persekutuan yang udah lama gw kenal :

“Kasih Allah tak berkesudahan, s’lalu baru setiap pagi
Rahmatnya pun tak pernah berakhir, seumur hidupku
Dengan sukacita ku ‘kan menari, dengan sorak sorai memuji
Kunaikkan pujian Haleluya, Puji Bagi Dia Sang Raja”

Tuhan, terimakasih untuk hari ini, hari yang baru di penghujung Januari. Terimakasih untuk Kasih-Mu yang baru setiap pagi. Aku percaya, sekelam apapun jalan yang ditempuh, pasti ada jalan keluarnya asalkan Engkau menggenggam tanganku. Seperti pagi yang membawa harapan setelah malam hari.

Amin.

Mazmur 130, Seruan Dalam Kesusahan

Nyanyian ziarah.

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Dance Inside

You don’t have to move, you don’t have to speak
lips for biting.
You’re staring me down, a glance makes me weak
eyes for striking
Now I’m twisting up when I’m twisted with you
brush so lightly
and time trickles down, and I’m breathing for two
squeeze so tightly.

I’ll be fine, you’ll be fine.
this moment seems so long
Don’t waste now, precious time
we’ll dance inside the song

[Chorus]
What makes the one to shake you down?
Each touch belongs to each new sound
Say now you want to shake me too
Move down to me, slip into you

She sinks in my mind as she sheds through her skin
touch sight tastes like fire
hands do now what eyes no longer defend
hands to fuel desire

I’ll be fine, you’ll be fine
this moment seems so long
Don’t waste now, precious time
we’ll dance inside the song

[Chorus]

Ooo, ah [x8]

And I’ll be fine, you’ll be fine
Is this fine? I’m not fine
Give me pieces, give me things to stay awake (stay awake)

[Chorus x2]

Move down to me, slip into you

by : All American Reject

You Found Me

[Verse 1]
I found God
On the corner of First and Amistad
Where the west
Was all but won
All alone
Smoking his last cigarette
I said, “Where you been?”
He said, “Ask anything”.

[Verse 2]
Where were you
When everything was falling apart?
All my days
Were spent by the telephone
That never rang
And all I needed was a call
That never came
To the corner of First and Amistad

[Chorus 1]
Lost and insecure
You found me, you found me
Lyin’ on the floor
Surrounded, surrounded
Why’d you have to wait?
Where were you? Where were you?
Just a little late
You found me, you found me

[Verse 3]
In the end
Everyone ends up alone
Losing her
The only one who’s ever known
Who I am
Who I’m not, who I wanna be
No way to know
How long she will be next to me

[Chorus 2]
Lost and insecure
You found me, you found me
Lyin’ on the floor
Surrounded, surrounded
Why’d you have to wait?
Where were you? Where were you?
Just a little late
You found me, you found me

[Bridge]
Early morning
The city breaks
I’ve been callin’
For years and years and years and years
And you never left me no messages
Ya never send me no letters
You got some kinda nerve
Taking all I want

[Chorus 3 and outro]
Lost and insecure
You found me, you found me
Lyin’ on the floor
Where were you? Where were you?
Lost and insecure
You found me, you found me
Lyin’ on the floor
Surrounded, surrounded
Why’d you have to wait?
Where were you? Where were you?
Just a little late
You found me, you found me
Why’d you have to wait?
To find me, to find me

by : The Fray

Yesus Kekuatanku

Hanya Engkau jurus’lamatku
Tuhan Kau setia padaku
Yang ku pegang hanya janjiMu
Ku percayakan hidupku

Reff:
Ku sembah Kau Allahku
Bapa dan sahabatku
Kau yang pedulikan s’luruh hidupku
Walau lewati lembah
Aku tak di tinggalkan
Yesus kekuatan di hidupku

Hanya Engkau jurus’lamatku
Tuhan Kau setia padaku
Ku yakini pertolonganMu
Tak kan terlambat bagiku.

by : Trus Worshippers

Just Stay There

I won’t forget those amazing eyes
Like a rainbow, spreading in the middle of the grey sky
Like a fire, attracting at the edge of the dark path
Like a sunshine, greeting the new day after the worst night

I heard something knocking as those eyes talking
Then the sound whispering to the evening
The farther I walked
The louder it became
I wonder why the sound is still here

Please just stay there, don’t go anywhere
Pray when you also hear that sound
Because it’s the only way to go to one place
One place where our heart are allied
Hope God’s hand will bring us to one place
One place where our eyes are collided