March 2015

In The Wednesday Morning

Halo guys…udah lama banget yaa gw ga nulis…

Saat ini gw lagi di kafe ‘Herb and Spice’ (Jl. Pasir Kaliki 163, Bandung), menunggu sobat2 gw yang penyakit jam karetnya ngga sembuh2 dari jaman SMA. Pagi-pagi disini, di dalam kafe dengan interior bernuansa cokelat natural yang teduh, ditemani segelas healthy juice yang seger banget dan lagu akustik serta memandang langit mendung di luar sana…sempurna 🙂

Gw sangat bersyukur sama Tuhan yang selalu menghibur gw di tengah segala kejenuhan yang ada akibat banyaknya kerjaan kantor yang harus diselesaikan dan padatnya jadwal pelayanan yang ada. Seperti Sabtu di minggu lalu, gw bisa rehat sejenak dengan menginap di hotel (yang menurut gw cukup mewah) lantaran ditawarin temen gw buat nemenin dia sementara menginap di Bandung. Saat ini gw janjian sama sobat2 SMA gw, bahkan setelah ini pun gw masih harus ketemu sama temen gw yang dari Bali. Minggu depan, gw mau ke Jakarta buat nonton dua film indie yang gw tunggu2 selama ini (Someone’s Wife In The Boat of Someone’s Husband sama Postcard In The Zoo) ,dan kebetulan juga di hari yang sama tiket kereta lagi promo jadi gw bisa kesana dengan murah meriah!!

Tuhan Yesus baik banget 🙂

Dipikir-pikir,kalo menghitung berkat Tuhan setiap harinya tuh bakalan ga ada habisnya. Untuk masalah bersyukur, gw mengaku kalau hal itu masih jauh dari kata gampang. Gw masih suka ngeluh saat mengerjakan apa yang harus gw kerjakan, iri hati akan pencapaian orang lain, dan misah-misuh tentang gw sendiri sama Tuhan. Intinya gw tuh seringkali sulit untuk bersyukur, padahal Ia layak mendapatkan pujian dan hormat akan kasih-Nya atas hidup gw, dimulai dari hal yang terkecil Ia mengerti.

Sekian postingan gw kali ini (dan temen gw pada belom nyampe juga, hufft).

I have amazing life because I have marvellous Lord 🙂

See you at the next post about my wonderful life! 😀

Look At Me

I would bet my life, like I bet my heart
That you were the one, baby
I’ve never been so sure of anything before
It’s driving my heart crazy

I can’t hold out, I can’t hold back now
Like I’ve done before

Darling, look at me
I’ve fallen like a fool for you
Darling, can’t you see
I’d do anything you want me to

I tell myself I’m in to deep
Then I fall a little farther
Every time you look at me

How do you do that, babe?
Make me feel like I’m the only girl alive for you
I don’t know what it is that makes me fall like this
First time in your arms, I knew

The way you held me, I knew that this could be
What I’ve been waiting to find

Darling, look at me
I’ve fallen like a fool for you
Darling, can’t you see
I’d do anything you want me to

I tell myself I’m getting in to deep
Then I fall a little farther
Every time you look at me

Every time you look at me

by : Carrie Underwood

Asmara Nusantara

waktu itu kamu pakai baju merah
yang ku tahu aku pakai baju putih
kita bergandengan menyusuri kota
dan cinta kita seperti indonesia

walau kini kau ada di wakatobi
yang jelas-jelas aku di raja ampat
luasnya lautan memisahkan kita
oh indahnya bercinta di nusantara

kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
tak mudah didapat
perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
seperti pahlawan

kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
asmara kau dan aku di bumi khatulistiwa

kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya
tak mudah didapat
perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan
seperti pahlawan

kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
kita nyatakan saja pada mereka dengan sebuah lagu

kita tulis cerita yang takkan kita lupa
bersama di bawah langit senja
dimana kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu
asmara kau dan aku di bumi yang indah di khatulistiwa

By : Budi Do Re

A Short Goodbye

Sweet melodies
Breaking on a sullen ear
Will endear
And bring memories
Sweet melodies

Sweet melodies
Cross an ancient battlefield
Soaring still and claim memories

Say a short goodbye, a short goodbye now, a short goodbye now
Say a short goodbye, a short goodbye now, a short goodbye.

Sweet melodies
At a trembling finger stroke
Will evoke
A skin memory
Sweet melodies

Sweet melodies
Fade to quiet evening pale
And a trail of white memories

Say a short goodbye, a short goodbye now, a short goodbye now
Say a short goodbye, a short goodbye now, a short goodbye.

by : Oren Lavie

Ruby Rises

Ruby rises at dawn
With a sigh and a yawn
And a dream lingers on
In her dream she’s a swan

With a cloud over head
Ruby swims out of bed
She removes from her hair
Monsters made out of air
And she screams with no sound
As her feet touch the ground

She’ll be a morning shadow
She’ll be a morning shadow
With the sun that rises
She dematerializes

Ruby rise at dawn
With a sigh and a yawn
And you search for a trace
But there’s none in her face
Of the thoughts that she keeps
They are lost in her sleep

She’ll be a morning shadow
She’ll be a morning shadow
With the sun that rises
She dematerializes

by : Oren Lavie

Naskah Drama Jumat Agung : Petrus

Prolog : Narasi Perjamuan Terakhir

(Pengantar berupa suara, disertai gambar/video tanpa suara pada LCD tentang suasana Perjamuan Terakhir)(Lampu diredupkan)

Yesus     : Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis : ‘Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai berai’. Tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea

Petrus    : Biar mereka semua terguncang imannya dan meninggalkan Engkau, tetapi aku tidak!

Yesus     : Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum. Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.

Petrus    : Tuhan, aku bahkan bersedia masuk penjara dan turut mati bersama-sama dengan Engkau. Aku rela memberikan hidupku untuk-Mu!

Yesus     : Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku.

Prolog : Narasi di Taman Getsemani

(Pengantar berupa suara, disertai gambar/video tanpa suara pada LCD tentang suasana Taman Getsemani)

Yesus     : Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.

(*keterangan = Perkataan Tuhan Yesus berdasarkan Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes)

Monolog Petrus

(Opsi : percakapan monolog direkam, lalu pemeran Petrus hanya memainkan mimik / pantomim di panggung ATAU sang pemeran Petrus menghafal dialog dan berkata-kata penuh ekspresi di atas panggung) (Gambar / video pada layar LCD berupa Tuhan Yesus yang terbelenggu, berjalan mengikuti orang-orang suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi)

Petrus :

(Berbicara terhadap dirinya sendiri, perang batin, sambil mengamati Tuhan Yesus dari kejauhan dengan tatapan penasaran, khawatir, takut dan was-was)

Tuhanku disana sendirian, dibelenggu dan dikelilingi oleh orang-orang yang sangat kasar, padahal Ia sama sekali tidak bersalah…baik-baik sajakah Dia?

Betapa gelapnya disini…dingin…teman-temanku dimana? Mengapa mereka lari lalu menghilang? Tidakkah mereka khawatir dan bertanya-tanya kemanakah Rabi akan dibawa? Mengapa tinggal aku sendirian disini?

Ah…aku tidak menyangka…Yudas…ternyata dia sang pengkhianat itu! Cih, untuk apa tadi dia memeluk Rabi seperti itu? Pelukan yang sangat jahat…sangat keji, menjual Tuhanku dengan mencium-Nya! Kalau aku, tidak mungkin aku sampai hati berbuat seperti itu kepada Rabi, hidupkulah taruhannya!

Tuhan, aku takut Engkau diperlakukan tidak baik oleh orang-orang jahat itu…Rabi, jangan biarkan dirimu disiksa! Binasakanlah penjahat-penjahat itu dengan semua kuasa-Mu yang besar itu! Aku takut Engkau dibunuh.. (terisak)

Rabi, mengapa ini semua terjadi? Aku sama sekali tidak mengerti…Engkau dapat menyembuhkan orang sakit, Engkau dapat membangkitkan orang mati, bahkan aku yakin Engkau dapat memerintah segala malaikat…Orang-orang jahat itu hanya manusia biasa, sedangkan Engkau Tuhan Sang Juruselamat, Engkau dapat membinasakan mereka dalam sekejap! Jangan biarkan diri-Mu disiksa, Tuhan…kumohon…lawanlah…

Atau…apa benar yang dikatakan orang-orang itu? Bahwa Tuhan Yesus adalah seorang penipu? Oh…(tertawa miris)…tentu saja itu tidak mungkin…mereka hanyalah sekumpulan orang-orang munafik yang mencari-cari kesalahan Rabi karena hanya Rabi-lah yang berani menghardik kepalsuan mereka…Tapi, Tuhan, aku sungguh bingung…mengapa Engkau hingga saat ini belum juga bertindak? Bebaskanlah diriMu sebelum diperlakukan lebih kejam lagi!

Dialog penyangkalan Petrus terhadap Yesus

(Diperankan langsung oleh para pemain)(Gambar pada LCD berupa Tuhan Yesus dikelilingi oleh orang-orang yang mengadili-Nya)

Orang 1 : Hmm…Bukankah kamu adalah salah seorang dari murid-murid Yesus, Orang Nazaret itu?

Petrus    : Kau salah sangka, aku tidak mengenal Dia.

(Petrus beringsut pergi)

Orang 2 : Kau adalah murid Yesus, bukan? Aku melihatmu selalu mengikuti-Nya kemanapun!

Petrus    : Apa? Apa maksudmu? Kau pasti salah lihat, aku sama sekali tidak mengenal orang yang bernama Yesus itu!

(Petrus beranjak pergi dengan salah tingkah)

Orang 3 : (sambil menatap Petrus dari ujung kepala hingga ujung kaki) Hei, kau pasti salah seorang dari pengikut-Nya!

Petrus    : Tidak benar! Aku tak kenal Dia! Jangankan kenal, berbicara saja belum pernah!

Orang 3 : Aku sangat yakin! Dari logatmu saja aku sangat yakin bahwa kamu adalah orang Galilea! Bukankah kau yang aku lihat tadi di taman Getsemani bersama-sama dengan Dia?

Petrus    : Sekali-kali tidak! Sumpah mati, aku tidak mengenal Orang yang kalian maksudkan itu!

(Ayam berkokok yang ke dua kalinya tepat setelah Petrus berbicara, Petrus terperangah, kaget bukan main, lalu tersadar)

(Ada suara Tuhan Yesus : Sesungguhnya Aku berkata, sebelum ayam berkokok dua kali engkau sudah mengingkari Aku tiga kali.) (Gambar di LCD berupa Tuhan Yesus yang sedang melihat ke arah Petrus)

(Petrus menjatuhkan lututnya ke tanah dan menangis keras)

Petrus    : Aku adalah orang yang paling jahat di dunia. Aku mengkhianati-Nya sampai tiga kali…tiga kali, sungguh aku keterlaluan! Murid macam apa aku ini…Aku tidak layak lagi menghadap Dia…

Ampuni aku, Ya Tuhan, aku sangat menyesal…

(Fragmen Selesai) (Lampu dinyalakan)

IMG-20150403-WA0005

Cinta Yang Lain

Janganlah pernah kau harapkan aku
Untuk dapat mencintai dirimu
Coba renungkan dalam hati kita
Perpisahanlah yang mungkin terbaik

Reff:
Lupakan aku
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku

Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan

Mungkin suatu saat nanti
Kaupun akan mengerti
Bahwa cinta memang tak mesti
Harus bersama

Kembali ke: Reff (2x)

by : Ungu feat. Chrisye