March 2016

Walau Ku Tak Dapat Melihat

[Jason]
Ku sadar tak semua dapat aku miliki di dalam hidupku,
hatiku percaya rancanganMu bagiku adalah yang terbaik.

[Grezia]
Walau ku tak dapat melihat semua rencanaMu Tuhan,
namun hatiku tetap memandang padaMu,
Kau tuntun langkahku.

Walau ku tak dapat berharap atas kenyataan hidupku,
namun hatiku tetap memandang padaMu,
Kau ada untukku.

by :  Grezia Epiphania ft. Jason:

 

Tanyaku

Tak Pernah Ku Merasa Hawa Sehangat Ini
Di Dalam Hidupku
Kau Beri Dan Kau Bagi Semua Marah Dan Candamu
Ku Harap Hanya Untukku
Tak Pernah Ku Hinggapi Bahagia..
Seperti Ini.. Jatuh Hati..
Tumbuhkan Nyaliku Tuk Nyanyikan
Kepadamu.. Aku Cinta
Sesaat Tersenyum Dan Kaupun Lalu
Terdiam Dan Berpaling Sisakan Laguku

Reff:
Seolah Tak Tahu
Hanya Engkau Yang Ku Tuju
Akan Kunantikan Hatimu Mengiyakanku
Ku Mau Kau Tahu Tiap Tetes Tatapmu
Iringi Tanyaku Kapan Kau Jadi Milikku

Saat Kau Maratap, Saat Kau Bahagia
Kuingin Ada Di Sana..
Saat Ku Melangkah, Saat Ku Berpijak
Adakah Kau Bersamaku Wouuu…

by : Sheila on 7

Banda Neira New Album Lyrics

Matahari Pagi
(Lagu: Ananda Badudu; Lirik : Ananda Badudu dan Rara Sekar)

Bilur embun di punggung rerumputan
Langit biru, kapas awan
Sapa burung berbalasan
Bisik daun dihembus angin nan pelan
Senandungkan lagu alam
Menyambutmu tiap hari menjelang

Matahari pagi
Hangat dan menerangi
Dunia yang gelap
Hati yang dingin
Perlahan berganti menjadi bahagia

Sebagai Kawan
(Lagu: Ananda Badudu; Lirik: Disampaikan di sebuah orasi oleh Adhito Harinugroho. Konon kutipan tersebut pertama kali diucapkan oleh Albert Camus)

Jangan berdiri di depanku
karena ku bukan pengikut yang baik
Jangan berdiri di belakangku
karena ku bukan pemimpin yang baik
Berdirilah di sampingku sebagai kawan

Pangeran Kecil
(lagu dan lirik: Ananda Badudu dan Rara Sekar)
Tidur, tidurlah sayang
Esok kan segera datang
Tutup buku kesayanganmu itu
Esok atau lusa kita buka kembali

Tidur, tidurlah sayang
Malam terlalu larut untukmu
Simpan buku kesukaanmu itu
Tarik selimutmu coba pejamkan mata
Beri tanda pada gambar yang kau suka
Rubah dalam gua, atau mawar dalam kaca
Beri tanda pada lembar yang kau suka
Pangeran kecil kabur terbang bersama kita

Tidur, tidurlah sayang
Lelah kan menidurkan matamu
Singgahlah ke tempat teman-temanmu
yang menyapamu di dalam lelap dan tidurmu

Pelukis Langit
(Lagu dan lirik: Ananda Badudu dan Rara Sekar)

Teringat akan sebuah kisah di balik kelabu
Ketika langit tak secerah dulu
Sepekan sudah tak hadir ia menemuiku
Mungkinkah matahari sedang sendu?
Menunggang bumi, sang pelukis bergegas menuju
Mencari matahari namun tak temu
Melihat itu kupu-kupu memanggil sang angin
Titipkan warna pada setiap hembus

Pelukis langit lari terburu-buru
Hingga dia lupa warna kuning dan biru
Pelukis langit lari terburu-buru
hingga yang ada hanya kelabu

Utarakan
(Lagu dan Lirik : Ananda Badudu)
Lihatlah bunga di sana bersemi
Mekar meski tak sempat kau semai
Dan suatu hari badai menghampiri
Kau cari ke mana, dia masih di sana

Walau tak semua tanya datang beserta jawab
Dan tak semua harap terpenuhi
Ketika bicara juga sesulit diam
Utarakan, utarakan, utarakan.

Dengarlah kawan di sana bercerita
Pelan ia berbisik, pelan ia berkata-kata
Dan hari ini, tak akan dimenangkan
Bila kau tak berani mempertaruhkan

Biru
(Lagu: Ananda Badudu; Lirik: Ananda Badudu dan Bramantya Basuki)
Biru, tuk segala yang jauh
Biru, tuk semua yang luruh
Bayang resah tak kan lesap
segala pekat, kan niscaya

Biru, tuk segala yang jauh
Biru, tuk semua yang luruh
Singgah saja, kita nanti
Harap terang, kan menjelang

Bunga
(Lagu dan Lirik: Rara Sekar)

Pada akar kita tanamkan bersama, harapan
Tumbuh kembang berbagi tanah udara
Hingga ruang mulai beradu
Hingga waktu tak lagi mampu
Hari ini bukan tuk kita miliki
Tapi menjadi

Bersemilah di taman
Kawan jadilah bunga
Bunga yang mekar
Temani daun-daun
Dan terangi hidupnya
Jadilah bunga

Pada awan kita sering berumpama, berandai
Bila daun dan tangkai ini dewasa
Lahir rasa yang tak menentu
Usah melangkah dan berlalu
Tak semua yang kita tanam kita tuai bersama

Sampai Jadi Debu
(Lagu: Ananda Badudu dan Gardika Gigih; Lirik: Ananda Badudu)
Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersama mu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu,
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersama ku

Langit dan Laut
(Lagu dan Lirik: Ananda Badudu; Aransemen dawai: Gardika Gigih)
Dan dengarkan ombak yang datang menerjang kuatmu
Dan dengarkan arus yang datang nyatakan

Langit dan laut
dan hal-hal yang tak kita bicarakan
Biar jadi rahasia
Menyublim ke udara
Hirup dan sesakkan jiwa

Re: Langit dan Laut
(Lagu dan Lirik: Rara Sekar)
Biarkan saja alam yang membahasa
Biarlah saja tak akan ubahnya yang ada
Dengarkan saja pasang gelombang yang bersahutan
Rasakan getar dari kedalaman samudera

Di ambang gelap dan terang
Di batas indah dan perih
Ada, sunyi

Mewangi
(Lagu dan Lirik: Ananda Badudu)

Riuh rasa diembannya
Melewati hari
Menyeruak
Mengumbar wewangi
Menuruti rindu yang tiada habis
Mewangi
Ke mana kau menuju, anakku?
Kalah atau menang kita kan jadi
Arang dan abu
Arang dan abu
Mewangi

Derai-derai Cemara (1949) – Musikalisasi Puisi Chairil Anwar
(Lagu: Ananda Badudu; Aransemen dawai: Gardika Gigih; puisi : Chairil Anwar)

Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada berapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
Sudah berapa waktu bukan kanak lagi
Tapi dulu memang ada suatu bahan
Yang bukan dasar pertimbangan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
Tambah terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah

Tini dan Yanti
(lirik: Ida Bagus Santosa; lagu: Amirudin Tjiptaprawira; Aransemen ulang : Ananda Badudu dan Rara Sekar)

Tini dan Yanti, kepergianku
buat kehadiran di hari esok yang gemilang
Jangan kecewa meski derita menantang
Itu adalah mulia
Tiada bingkisan, hanya kecintaan akan kebebasan mendatang
La historia me absolvera!
La historia me absolvera!

Benderang
(lagu dan lirik: Ananda Badudu dan Rara Sekar)
Benderang jalan telah terang
Dan lapang jalan terbentang
Tuk kau dan ku lalui
Tuk berserah pada waktu

Terentang jejak di belakang
Dan hilang yang kelak di depan
Tak kau dan ku lalui
Tak menyerah pada waktu

Terang benderang

Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti
(Lagu: Ananda Badudu; Lirik: Ananda Badudu dan Rara Sekar; Aransemen dawai: Gardika Gigih)

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat

Yang,
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Di mana ada musim yang menunggu?
Meranggas merapuh
Berganti dan luruh
Bayang yang berserah
Terang di ujung sana

Pentas Seni Adik Asuh

Hello guys, udah lama ya ga nulis. Entah kenapa setelah pindah ke Jakarta mood gw untuk menulis jadi memburuk. Mungkin karena cuaca disini terlalu panasss, jadi males aja buat nulis (beliin AC dong buat di kosan, hehe). Atau mungkin gw kenyataannya merindukan Bandung ya? Hmm…bisa jadi, hehe.

Kali ini gw mau cerita tentang kegiatan rutin gw setiap malam minggu. FYI, gw setiap sabtu melayani menjadi kakak asuh untuk adik-adik SMP di Pelayanan Adik Asuh GKI Kebayoran Baru, Jalan Panglima Polim 1. Gw tertarik untuk melayani disini setelah membaca pengumuman di berita gereja (dan sebenernya dari dulu gw mencari ladang pelayanan serupa, tapi belum dapet aja). Dan sejak hari pertama gw bergabung disini, mudah bagi gw untuk beradaptasi mengajar, berkenalan dengan adik-adik asuh dan mendapatkan teman-teman baru, and then I fell in love with this community :). Gw bersyukur ditempatkan mengajar adik-adik SMP yang lincah-lincah, bersama para senior yang seru-seru.

Berminat? Ayo dateng aja ke Sekolah PSKD, Jl. Panglima Polim 1, pukul 14.00-17.00. Website : https://adikasuh.wordpress.com/

And how lucky I am…setelah tiga minggu gw mengajar disini ternyata ada kegiatan pentas seni adik asuh, dalam rangka memperingati berdirinya pelayanan adik asuh tanggal 20 Februari. Mulai dari adik asuh tingkat TK hingga SMA diberi kesempatan untuk menampilkan pertunjukkan seni mereka sendiri. Meskipun acaranya sederhana, namun semuanya antusias 🙂

IMG_8548

Pertunjukkan tari adik-adik TK

IMG_8599

Pertunjukkan menyanyi oleh anak-anak kelas 1-2 SD

IMG_8652

Pertunjukkan Seni Tari Betawi oleh ana-anak kelas 5-6 SD

IMG_8552

Paduan suara anak-anak SMP, yang paling kiri bukan anak asuh ya *alias gw*, hehehe

IMG_20160220_154035

Pertunjukkan tari TOR-TOR oleh adik asuh SMA

IMG_8695

Tiup lilin peringatan ulang tahun adik asuh ke 17. Wahhh…17 tahun lho! 

IMG_8756

Foto bersama adik-adik asuhkuuu 🙂

IMG_8782

Foto bersama kakak-kakak asuh

Gw pribadi senang bisa berkumpul dengan para adik, juga beserta para orangtua. Kami bisa berbagi sukacita, tanpa memandang perbedaan agama dan status sosial di antara kami.

Segitu dulu aja tulisan gw tentang Pentas Seni Adik Asuh 2016. Kapan-kapan gw pasti bakal tulis lagi post tentang pelayanan ini lebih dalam lagi, mengenal adik-adik, kakak-kakak dan kegiatan yang ada di dalamnya.

See you!

 

Natural

ku suka kamu apa adanya
senatural mungkin aku lebih suka
ku suka kamu begini saja
bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya

aku hidup di dunia
ingin tenang baik-baik saja
bersamamu aku bisa melewati itu

Reff:
bukan aku yang mencarimu
bukan kamu yang mencari aku
cinta yang mempertemukan
dua hati yang berbeda ini

ku suka kamu apa adanya
senatural mungkin aku lebih suka
ku suka kamu begini saja
bukan karena ada apa-apanya dari yang kau punya

aku hidup di dunia
ingin tenang baik-baik saja
bersamamu aku bisa melewati itu melewati itu

bukan aku yang mencarimu
bukan kamu yang mencari aku
cinta yang mempertemukan
dua hati yang berbeda ini

cinta yang mempertemukan
dua hati yang berbeda ini
bukan aku yang mencarimu
bukan kamu yang mencari aku
cinta yang mempertemukan
dua hati yang berbeda ini
dua hati yang berbeda ini

by : d’masiv

Siratan Yang Tersurat

Kali ini tolong jangan buat saya kecewa. Kenyataannya kamu sekali lagi…mengecewakan

Kamu ingin saya gamblang? Oke, semoga ini bisa menjawab

Waktu itu saya tanya kabar kamu, lalu kamu respon dua hari kemudian dengan santainya seolah-olah semua berjalan baik-baik saja…kamu pikir itu lucu?

Saya tidak berhak marah, saya ini siapa? Saya memilih diam dan pergi. Ternyata kamu juga tidak mencari

Kamu ingin saya menunggu, tapi kamu tidak pernah meminta saya untuk menunggu…kamu pikir kamu siapa?

Maaf, saya memilih untuk tinggal atau pergi, bukan berada di antaranya

Kalau memang benar hati saya sedemikian sulitnya untuk ditaklukkan, coba bertanya dahulu kepada dirimu sendiri, seberapa besar usahamu

Saya sangat peka, saya hampir mengerti isi dan jalan pikiranmu…saya hanya ingin melihat kamu melakukan apa yang kamu angan-angankan

Kalau kamu memang ingin dimengerti, tolong kamu juga mengerti keinginan saya…kalau belum mengerti juga, setidaknya bertanyalah!

Tolonglah mengerti, saya seorang wanita, sampai kapanpun saya tidak akan bisa menjadi wanita yang selama ini biasa kau temui…keberanian saya hanya sampai sebatas menunggu, dan menanggapi

Dan di atas semuanya itu, usahamu harus dua kali lebih keras karena saya pernah dibuat kecewa, karena saya pernah dibuat berharap, dan saya pernah jatuh sejatuh-jatuhnya

Iya, saya pernah jatuh hati. Namun ketika saya sudah bangkit, kamu datang lagi…dan sekarang semuanya sudah berbeda

Padahal dahulu sebenarnya caranya sederhana sekali

Paham?

Teriaklah sekali-sekali di hadapanku sekencang-kencangnya, makilah sekalian, buatlah aku terkejut dan terperangah…itu jauh lebih baik, karena aku benci dengan teka-teki

Ketika saya memikirkan betapa rumitnya jalan di antara kita yang semakin meredupan cahaya masa depan, saya mulai bertanya-tanya

Apa betul kita ini berjodoh?

Posted from WordPress for Android