Children

Share The Love (Part II)

Kenapa “Part II”? Karena ada “Part I” nya, yang bisa dibaca di sini

Minggu lalu, tanggal 3 Desember 2016, gw mengikuti kegiatan bakti sosial ke suatu Panti Asuhan bersama Mba Debby (senior gw di gereja) dan kawan-kawan (total peserta sekitar 7 orang). Ketika Mba Debby menanyakan kesediaan gw untuk berpartisipasi atau tidak, gw langsung mengatakan “iya” dengan mantap. Gw sayang dengan anak-anak dan sulit bagi gw untuk melewatkan momen seperti ini. Mba Debby mengadakan kegiatan bakti sosial ini dalam rangka berbagi kasih menjelang hari Natal.

Gw hanya mendengar sedikit tentang panti asuhan ini dari Mba Debby. Panti Asuhan ini bernama panti asuhan “Kasih Karunia”. Pengelola panti asuhan ini bernama ibu Esther Kim, beliau adalah orang Korea asli. Ibu Esther Kim inilah yang menemukan adik-adik untuk dirawat dan dididik di panti asuhan ini. Sekilas berita yang gw dengar, anak-anak di panti asuhan ini mendapat biaya pendidikan dari Negara Korea, namun untuk dana akomodasi dan makan murni berasal dari donatur. Puji Tuhan, hingga saat ini banyak donatur yang bersedia membantu.

Sebenarnya kegiatan ini ingin diadakan di panti asuhan yang terlihat lebih membutuhkan, dan bukan panti asuhan Kristen. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya kami mengadakan kegiatan ini di panti asuhan Kasih Karunia. Dan gw yakin, ketika kesempatan berbakti sosial ini diadakan disana pastinya bukan karena suatu kebetulan.

Letak panti asuhan Kasih Karunia ini terletak di sekitar Sarijadi, Bandung. Kalau ada yang penasaran persisnya dimana, tulis komen aja yaa, nanti gw tanyain ke Mba Debby.

Sampai di lokasi panti asuhan, kami langsung disambut anak-anak. Ada satu anak yang namanya Amel, yang langsung “gelendotan” sama gw. Jujur, gw seneng banget disambut seperti itu. Mereka terlihat polos dan menyenangkan. Jumlah adik-adik yang berada di panti asuhan ini adalah 22 orang.

Kegiatan baksos-nya diadakan dari pkl 18.00-20.00, dan konten acaranya dilakukan sederhana saja. Acara ini diawali dengan acara makan bersama, lalu games. Mungkin karena banyaknya kunjungan yang dilakukan di panti asuhan ini, para adik sudah tahu games yang akan kami bawakan. Akhirnya kami membawakan games “Manequinn Challenge” dan “Tang Ting Tung Teng Tong Dor” yang belum pernah mereka mainkan sama sekali. Puji Tuhan, games nya berlangsung seru banget.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama. Adik-adik dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompoknya dipimpin oleh satu kakak. Kami duduk dalam formasi lingkaran, kemudian kami mendoakan teman sebelah kami searah jarum jam secara bergantian. Gw terharu banget ketika mendengar satu orang adik minta didoakan supaya bisa dekat dengan Tuhan. Luar biasa, bahkan gw aja tidak terpikir untuk memiliki kerinduan itu. Ketika gw mendengar cara adik-adik berdoa, gw tahu, bahwa mereka pasti rajin berdoa. Tuhan seperti membukakan mata gw lagi, menyadarkan gw lagi.

Selesai berdoa, gw menyempatkan diri untuk mengobrol dengan mereka. Ada satu adik yang gw notice, namanya Annisa. Dia berasal dari Subang. Orangtuanya sudah meninggal, kerabat terdekatnya saat ini hanyalah kakeknya yang masih tinggal di Subang. Dia bercerita bahwa dia sangat menyukai seni. Dia bisa melukis, menyanyi, menari. Bakat seninya itu diturunkan oleh neneknya ketika beliau masih hidup, berharap bahwa suatu hari nanti cucunya ini akan menghidupi diri dengan seni. Dia juga bercerita kalau sudah besar nanti, ia ingin berkuliah di FSRD ITB dan berkeliling dunia. Negara yang ingin ia kunjungi adalah negara Italia, karena negara adalah gudangnya karya seni. Dia mengaku (dikonfirmasi juga oleh teman-temannya) kalau ia suka melukis keindahan negara-negara tersebut. Gw sangat kagum dengan remaja yang bernama Anissa ini. Walaupun raganya terkungkung di sana, namun pikirannya melanglang buana. Gw bilang sama dia, kalau gw bisa S2 di Inggris nanti, gw bakalan kirim post card. Seperti berjanji dan gw akan berusaha menepatinya.

Terakhir, kunjungan ini ditutup oleh pertunjukan musik anak-anak panti asuhan Kasih Karunia. Ada yang bermain piano, biola, cello, ada pula yang menyanyi. Mereka memainkan tiga lagu. Gw terenyuh banget mendengarnya. Good job, adik-adik!

dsc_0009

dsc_0011

dsc_0015

dsc_0026

Jujur saja, minggu kemarin adalah minggu yang buruk bagi gw. Gw merasa hidup gw flat banget, ga ada semangat dan gairah, gw juga takut sama hari depan. Hubungan gw sama Tuhan juga dalam keadaan ga baik, gw lagi males saat teduh dan berdoa. Namun kegiatan ini sangat menggugah gw, menyadarkan gw dan membuat gw semangat kembali, terimakasih Tuhan 🙂

dsc_0022

Mrs. Kim (paling kanan)

img-20161203-wa0021

“Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” (Yakobus 1 : 27)

Sekian postingan kali ini, gw berharap Tuhan kasih gw kesempatan lagi untuk mengunjungi anak-anak yang lain di komunitas yang berbeda

See you readers! 🙂

Proses Shooting Video Klip “Natrium Klorida” (Tim Pelayanan Adik Asuh Panglima Polim)

Wah gila, udah lama banget gw ga nulis…(Bosen ya openingnya begini melulu)

Percaya atau tidak, betapa gw ingin memulai menulis dari kemarin. Tapi ya begini kalau udah kelamaan ga nulis, rasanya skill menulis gw seperti menumpul, ibarat pisau yang terlalu lama tidak dipakai, berkarat dan tumpul. Gw sebenernya sedih, entah kenapa gairah gw untuk membaca dan menulis menjadi hampir hilang sama sekali.

Aneh. Kalau dulu kelamaan tidak menulis gw akan merasa terbeban, seperti orang yang punya hutang dan ingin cepat-cepat membayar. Kalau sekarang masih merasa seperti punya hutang juga, hanya saja kali ini gw enggan untuk membayar hutang gw. Gw ingin berlama-lama menunda melunasi.

Apa mungkin karena gara-gara gw pacaran? *mikir keras*

Haha, ngga juga sih. Kemarin gw fokus mempersiapkan diri gw untuk test LPDP. Dan banyak kegiatan lain. Besok adalah pengumuman LPDP, gw berharap hasilnya adalah kado natal terindah dari Tuhan di tahun ini 🙂

Ayo kembali semangat membaca dan menulis, Rin!

Hmm…kali ini gw mencoba menulis pengalaman kemarin membuat video klip bersama adik-adik asuh gw, dalam rangka Healthy Dance Competition di Jambore Sahabat Anak 2016.

Seperti postingan gw sebelumnya di sini, di tahun ini, meskipun gw anak baru, Puji Tuhan gw mendapat kehormatan untuk menjadi PJ Area Panglima Polim di JSA (Jambore Sahabat Anak) 2016. Pada acara JSA XX tahun ini, masing-masing komunitas peserta mendapat kesempatan mengikuti Healthy Dance Competition Video. Jujur, mengetahui hal ini membuat gw merasa tertantang dan bergairah, karena sesungguhnya dunia videografi merupakan bagian dari passion gw juga. Setelah melihat contoh videonya, segera gw membuat konsep video bersama kakak-kakak yang lain.

Gw sangat menikmati proses pembuatan video klip ini

  • Dimulai dari membuat lirik lagu “Natrium Klorida” (Untuk mengisi irama lagu Dawin – Desert). Beryukur ada kakak asuh bernama Permata Okvianti (Ovi) yang suaranya bagus banget! Bersyukur juga Ovi bisa merekam suaranya sendiri dan mengeditnya di suatu software.
  • Membuat konsep bersama kakak panitia JSA dari Panglima Polim, berkaitan dengan kostum, setting, property, timeline, dll. Kebetulan adik-adik setiap minggu belajar di PSKD 4, sehingga kita memutuskan untuk syuting di gedung sekolah, dengan kostum yang casual. Sebisa mungkin, kita low budget, hehe. Puji Tuhan banget gw punya kamera, thank you, Lord 🙂
  • Bertemu dengan pelatih dancer, temennya Mas Jojo (a.k.a pacarku, hehe), lumayan jadi nambah temen
  • Menemani adik-adik berlatih nari. Bukan hal yang mudah menghadapi anak-anak remaja yang tukang ngelesnya luar biasa dan susaaaahhhh banget buat diatur. Gw disini belajar buat sabar
  • Tidak cukup sampai disitu, gw juga harus super sabar banget saat menjadi sutradara dan mengatur adik-adik ketika rekaman berlangsung. Terimakasih untuk kakak-kakak yang membantu gw, maafkan kalo sikap gw saat itu berasa kaya sutradara yang merintah-merintah crew. Gw terharu ada yang ngipasin gw, mayungin gw, bantuin ngatur adik-adik (baca : ngomel), ahaha…
  • Gw jadi belajar lagi tentang teknik pengambilan gambar dan jadi punya ide bagaimana untuk mensetting peralatan untuk syuting di lapangan.
  • Gw seneng banget bisa belajar ngedit video Adobe Premiere Pro. Sofware ini amazing banget, sangat memudahkan gw dalam mengedit. Puji Tuhan juga laptop gw masih kuat buat nginstall softwarenya yang cukup berat, hehe
  • BERYUKUR BANGET kalau akhirnya di kompetisi ini, videonya bisa dapet juara 1! Wah Tuhan, sungguh Engkau luar biasa!! So proud of you guys…kakak-kakak dan adik-adik!!!
  • Bersyukur bisa melihat adik-adik peserta Healthy Dance Competition ini bisa tampil di panggung utama. Tujuan gw memang supaya mereka punya pengalaman tampil berani di atas panggung dan punya pengalaman saat syuting (bisa melihat kejadian di balik layar)

IMG-20160612-WA0046IMG-20160612-WA0045IMG-20160612-WA0043IMG_20160612_171541IMG_20160612_171420IMG_20160612_172427DSC_0002

img-20160617-wa0004

Begitulah cerita singkat dari proses pembuatan video klip di bulan Juni kemarin. Gw merasa sangat terberkati dengan prosesnya, Tuhan kasih gw kesempatan memiliki pengalaman yang luar biasa seperti ini. Mendapat juara 1 dan juga…pacar (ehm) adalah bonus :). Terimakasih Tuhan untuk kehidupan yang menyenangkan 😀

IMG-20160801-WA0172

IMG_20160731_145319

Aku bangga dengan kalian, adik-adik! 🙂

Video klip “Natrium Klorida” bisa dilihat di sini

Sekian tulisan gw kali ini. Akhirnya semangat gw nulis kembali lagi. Yah, seperti pepatah, alah bisa karena biasa, alah biasa karena dipaksa! :p

Sampai bertemu di momen Jambore Sahabat Anak selanjutnya! Gw pasti jadi panitia lagi 🙂

God bless us!

Jambore Sahabat Anak XX 2016 (Pengalaman sebagai PJ Area)

Okay…Inhale…exhale…Take a deep breath…

HELLO EVERYBODYYYYYYY!!!

Astaga…gw sadar betul kalau gw udah terlalu lama tidak menulis. Terlalu banyak kejadian yang gw alami selama 3 bulan terakhir, dan sayangnya gw blm punya waktu untuk merekamnya dalam waktu tulisan. Untung ada sosmed yang bernama Path dan Instagram, jadi gw sempat mengabadikan momen di saat event sedang berlangsung. Makin hari makin terasa, bahwa gw membutuhkan lebih dari 24 jam sehari.

Hmm…dimulai darimana ya?

Oya, gw akan menulis tentang satu event besar tanggal 30-31 Juli 2016 : Jambore Sahabat Anak XX 2016.

Suatu kehormatan tersendiri bagi gw ketika Ketua Tim Pelayanan Adik Asuh yang bernama Kak Anna, di saat bulan April kemarin, meminta gw untuk menjadi PJ Area Panglima Polim untuk Jambore Sahabat Anak 2016. Gw bingung, yang terlintas di kepala gw adalah apa itu PJ Area? Apa itu Jambore Sahabat Anak? Gw kan baru 3 bulan pelayanan disini, kok udah dipercayakan hal yang nampaknya besar? Kak Anna meminta gw dengan santainya ketika sedang rame-rame makan pecel lele di depan Gereja seusai latihan nyanyi untuk pernikahan Kak Afri, meninggalkan gw dengan tanda tanya. Kak Arend, yang saat itu ikut makan malam bersama kami, sangat menyarankan gw untuk ikut. Deadline S2 masih lama kan? Ikutan aja, Rin, siapa tau ketemu jodoh. Sialan.

Gw dengan berani langsung mengiyakan untuk mengemban tanggung jawab sebagai PJ Area. Karena gw yakin, gw akan mendapat banyak pengalaman dan teman baru melalui kegiatan ini. Kalo masalah ketemu jodoh, yah saat itu gw ga berharap banyak deh, hehe. Itu gw anggep sebagai bonus dari Tuhan aja kalau memang dipertemukan.

Btw, yang mau tau lebih banyak tentang Jambore Sahabat Anak, bisa mengunjungi websitenya  disini

IMG-20160801-WA0184

PJ Area Panglima Polim dari kiri ke kanan : Kristyarin a.k.a gw sendiri (2016), Anung (2015), Gisel (2014), Hegel (2013 & 2012)

Benar saja, setelah itu gw mengalami rentetan momen-momen yang baru dan menyegarkan. Briefing Jambore membuat gw tahu tempat-tempat baru seperti base camp Sahabat Anak Tumbak, dan kantor Microsoft (bersyukur banget gw dapet kesempatan bisa masuk dan melihat2 kantor Microsoft!). Gw juga bisa kenalan dengan teman2 dari komunitas serupa, yang membuat gw ingin mengunjungi anak-anak di komunitas mereka.

IMG-20160724-WA0008

Berkunjung ke SKM (Street Kids Ministry) Tomang. Adik-adik belajar bersama di bawah jembatan Tomang. Suatu saat gw pasti kesini lagi 🙂

Dan satu hal yang tidak kalah menyenangkan adalah membuat video bersama adik2 dan video tersebut mendapat juara 1 berdasarkan penilaian juri!! Cerita tentang pembuatan video bisa dilihat di sini

Terlibat dalam Jambore Sahabat Anak 2016 membuat gw sangat-sangat bersyukur. Betapapun capenya gw selama persiapan, semuanya itu hilang ketika berhadapan dengan anak-anak. Betapa gw mencintai anak-anak dengan segala kejujurannya. Gw sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memberikan apa yang gw punya, sebisa mungkin, setulus mungkin.

IMG_20160730_095629

Semangat jambore siang-siang panas-panas pake merah-merah. Bumi Perkemahan Ragunan, bakaaarrrr!!!

IMG-20160801-WA0000

Foto bersama adik-adik dan kakak-kakak SKM Tomang dan Tim Pelayanan Adik Asuh Panglima Polim.

IMG-20160801-WA0002

Edisi kakak-kakaknya aja 😀

IMG-20160816-WA0009

Terimakasi Slamet dan Via untuk gelangnya 🙂

As a bonus, melalui momen ini juga gw bisa mengenal seorang Yohannes Loui Pattinama lebih dekat. We are in a relationship now. Rasa syukur gw berlimpah-limpah ketika mengingat cara Tuhan mendekatkan kita secara ajaib. Bersyukur memiliki kekasih yang bisa diajak untuk berdoa dan melayani bersama. Seringkali juga kita berbagi cerita tentang kebaikan Tuhan. Terimakasih Tuhan Yesus yang baik 🙂

IMG-20160817-WA0010

No caption needed 🙂 ❤

Maaf kalo gw ga cerita tentang acara Jambore Sahabat Anak secara detail. Melalui blog ini gw hanya ingin menceritakan apa saja yang membuat gw merasa bersyukur selama persiapan hingga menjelang hari-H Jambore. Dengan Jambore ini gw juga semakin dikuatkan dan diteguhkan, untuk terus membagikan waktu, ilmu dan kasih kepada anak-anak yang membutuhkan.

That’s all, reader. I hope you’re doing well, and also as happy as me 🙂

God bless us!

 

Pentas Seni Adik Asuh

Hello guys, udah lama ya ga nulis. Entah kenapa setelah pindah ke Jakarta mood gw untuk menulis jadi memburuk. Mungkin karena cuaca disini terlalu panasss, jadi males aja buat nulis (beliin AC dong buat di kosan, hehe). Atau mungkin gw kenyataannya merindukan Bandung ya? Hmm…bisa jadi, hehe.

Kali ini gw mau cerita tentang kegiatan rutin gw setiap malam minggu. FYI, gw setiap sabtu melayani menjadi kakak asuh untuk adik-adik SMP di Pelayanan Adik Asuh GKI Kebayoran Baru, Jalan Panglima Polim 1. Gw tertarik untuk melayani disini setelah membaca pengumuman di berita gereja (dan sebenernya dari dulu gw mencari ladang pelayanan serupa, tapi belum dapet aja). Dan sejak hari pertama gw bergabung disini, mudah bagi gw untuk beradaptasi mengajar, berkenalan dengan adik-adik asuh dan mendapatkan teman-teman baru, and then I fell in love with this community :). Gw bersyukur ditempatkan mengajar adik-adik SMP yang lincah-lincah, bersama para senior yang seru-seru.

Berminat? Ayo dateng aja ke Sekolah PSKD, Jl. Panglima Polim 1, pukul 14.00-17.00. Website : https://adikasuh.wordpress.com/

And how lucky I am…setelah tiga minggu gw mengajar disini ternyata ada kegiatan pentas seni adik asuh, dalam rangka memperingati berdirinya pelayanan adik asuh tanggal 20 Februari. Mulai dari adik asuh tingkat TK hingga SMA diberi kesempatan untuk menampilkan pertunjukkan seni mereka sendiri. Meskipun acaranya sederhana, namun semuanya antusias 🙂

IMG_8548

Pertunjukkan tari adik-adik TK

IMG_8599

Pertunjukkan menyanyi oleh anak-anak kelas 1-2 SD

IMG_8652

Pertunjukkan Seni Tari Betawi oleh ana-anak kelas 5-6 SD

IMG_8552

Paduan suara anak-anak SMP, yang paling kiri bukan anak asuh ya *alias gw*, hehehe

IMG_20160220_154035

Pertunjukkan tari TOR-TOR oleh adik asuh SMA

IMG_8695

Tiup lilin peringatan ulang tahun adik asuh ke 17. Wahhh…17 tahun lho! 

IMG_8756

Foto bersama adik-adik asuhkuuu 🙂

IMG_8782

Foto bersama kakak-kakak asuh

Gw pribadi senang bisa berkumpul dengan para adik, juga beserta para orangtua. Kami bisa berbagi sukacita, tanpa memandang perbedaan agama dan status sosial di antara kami.

Segitu dulu aja tulisan gw tentang Pentas Seni Adik Asuh 2016. Kapan-kapan gw pasti bakal tulis lagi post tentang pelayanan ini lebih dalam lagi, mengenal adik-adik, kakak-kakak dan kegiatan yang ada di dalamnya.

See you!

 

Share The L.O.V.E

Postingan gw kali ini semoga menginspirasi kalian para pembaca 🙂

Dalam rangka pra-Natal, kemarin Gereja gw melakukan aksi bakti sosial ke panti asuhan, untuk berbagi kasih Natal kepada saudara yang membutuhkan. Bukan kristenisasi ya, kami murni ingin berbagi aja. Ngomong-ngomong kristenisasi, gw tadi nonton di YouTube yang nayangin kristenisasi di CFD Jakarta. Itu video terakhir gw liat udah menarik perhatian 1,6 juta penonton dengan berbagai komentar yang kebanyakan negatif. Gw cuman bisa geleng-geleng, no comment aja deh. Segini kerasnya ya masalah SARA di Indonesia. Kalo Ahok bukan cina kafir kaya yang orang-orang bilang, yakin deh, ga bakalan ada deh yang demo ribut-ribut minta Ahok turun dari gubernur. Dalihnya sih katanya gara-gara si Ahok mulutnya kaya comberan. Lah, kalo kaya gitu mendingan kalian urusin si Fadli Zon yang mulutnya ga sekolah tuh, kerja kaga, nyindir-nyindir orang mulu iya, mancing-mancing keributan iya. Yang gini-gini nih yang bikin gw sirik sama orang-orang di Eropa ato mereka, dimana mereka memandang seseorang bukan dari SARAnya, tapi dari prestasinya. Ato at least mereka ga peduli deh sama keadaan orang lain karena individualis, Hmpfftt.

Sudah, sudah, lanjut.

Panti asuhan yang bernama Panti Asuhan Muslim Sartika yang kami kunjungi itu deket banget dari rumah gw. Selain karena gw panitia Natal, gw mesti dateng lah, orang panti asuhannya deket banget dari rumah gw, beda satu blok doang. Gw agak malu juga sebenernya karena gw sama sekali ga pernah menginjakkan kaki gw ke tempat itu. Segitu ga pedulinya ya gw.

Sebenernya sempet terjadi perdebatan juga pas rapat panitia natal dua hari sebelumnya. Temen-temen panitia natal yang lain agak ketakutan kalau kegiatan ini akan ditanggapi sebagai kristenisasi oleh para penghuni panti atau bahkan oleh warga sekitar. Ada panitia yang nanya berkali-kali, udah survey belum ke pantinya, jangan-jangan mereka ga tau kalau kita dari Gereja. Trus ada lagi yang nyaranin buat ngecek lagi kaos-kaos sumbangan layak pakai yang bakalan kita kasih ke mereka, jangan-jangan ada tulisan ayat atau ada tanda salibnya. Dan ada lagi pertanyaan yang paling ga make sense : coba tanyain deh ke pantinya, jangan-jangan mereka ga mau nerima baju bekas, takutnya mereka nganggep baju bekas kita tuh najis. Pertanyaan mereka berkutat di sekitar situ : khawatir, ketakutan, pikirannya negatif semuanya jadi satu. Mba Eri, sebagai ketua acara yang sudah survey ke tempatnya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, menjawab serangan pertanyaan-pertanyaan yang sarat dengan ketakutan yang ga jelas itu sampe berbusa. Gw ga bisa membantu berdebat karena gw pun gak ikutan survey gara-gara ga sempet. Tapi yang jelas gw sangat tidak simpati akan pertanyaan-pertanyaan itu. Sama sekali tdak. Gw rasa mereka baru nonton YouTube yang gw bilang sebelumnya, dan jadinya mereka trauma. Atau mungkin masing-masing punya pengalaman traumatis di masa lalu.

Btw soal najis, gw pernah suatu hari lagi duduk-duduk di teras rumah sama nyokap bokap gw siang-siang. Saat itu sedang jam pulang anak sekolah. Ada sekumpulan anak-anak kecil yang memakai seragam putih marah lewat depan rumah gw. Gw bisa liat mereka, tapi mereka gabisa ngeliat kami yang di teras rumah. Tiba-tiba salah satu dari mereka ngomong kaya gini : “Eh, eh, ini kan rumahnya orang Kristen, kita jangan deket-deket, soalnya najis,”. Gw, nyokap sama bokap gw sontak langsung ketawa bareng! Lucu banget emang polemik agama di negeri ini sampe anak kemaren sore aja ikut-ikutan.

Lanjut. Atas permintaan temen-temen Natal yang lain, akhirnya Mba Eri, gw dan Mega mendatangi pemilik panti asuhan untuk sekedar memastikan dan menjawab kekhawatiran temen-temen panitia. Nama pemiliknya Bu Babay. Umurnya mungkin sekitar lebih dari 70 tahun. Beliau dan petugas panti yang lain sangat ramah menyambut kami. Di balik tubuhnya yang agak ringkih karena usia lanjut, gw bisa melihat sosok yang cerdas dan berpikiran terbuka lewat cara berbicara dan matanya. Selai itu gw juga terkesan dengan anak-anak kecil yang mencium tangan kami ketika hendak masuk ke asrama. Bu Babay berkata bahwa mereka menerima apa saja yang diberikan, berhubung jumlah anak pantinya juga banyak, yaitu sekitar 84 orang. Saat itu gw juga mereka terenyuh. Mereka sama sekali ga patut untuk dicurigai.

Ternyata pas survey sebelumnya nyokap gw juga menemani Mba Eri dan nyokap gw juga yang menjadi juru bicara untuk menyampaikan maksud kami untuk berbakti sosial ke Panti Asuhan Sartika. Dari pertama nyokap gw tanpa basa-basi langsung ngomong kalau kami dari Gereja Kristen Jawa. Nyokap gw berprinsip kalau kita harus berani bilang apa-adanya seperti itu, jangan ada yang ditutup-tutupi, toh lagian motivasinya juga baik untuk berbagi, bukan yang aneh-aneh. Kalau kita ketakutan dan jadinya menutup-nutupi, nanti kalau ketahuan merekanya malah merasa tertipu. I agree with you, Mom, the wisest woman in this world :). Gw cuman bisa berdoa, menyerahkan acara bakti sosial besoknya kepada Tuhan. Terjadilah kehendak-Nya yang terbaik, tapi yang jelas motivasi kami hanya untuk berbagi kasih. Ga ada yang perlu ditakutkan sebenarnya.

Besoknya pas pulang gereja, ada kabar yang mengecewakan. Ketua panitia natal tidak menyetujui kalau kami nyanyi dan bermain games dengan anak-anak panti, karena takut merekanya menyangka kalau niat kami adalah untuk kristenisasi. Jadinya rencananya cukup ngasih barang-barang sumbangan, kasih sepatah dua patah kata sambutan dan pulang. Oh, come on guys! Kita nyanyi lagu yang umum aja kok, bukan lagu rohani Kristen! Gimana caranya anak-anak panti itu tau kalau kita mengasihi mereka kalau kitanya sendiri kaku kaya gitu. Sekalian aja ngasihnya lewat kurir. Hadeehhh…

Payah.

Berhubung acara menyanyi dan bermain ditiadakan, Mba Eri gajadi latihan nyanyi dan games sama gw, padahal rencananya dia akan membawakan games itu untuk anak-anak. Padahal di otak gw udah ada dua games yang gw pikirin bakalan seru kalo dimainin rame-rame.

Tibalah saatnya kami mengunjungi Panti Asuhan Muslim Sartika. Kompleks asrama dan sekolah rupanya menyatu di area yang cukup luas. Anak-anak sepertinya nyaman untuk bermain dan berlari kesana kemari di tempat itu. Lingkungannya bersih.

Kami semua, baik anak-anak panti maupun para panitia natal berkumpul di suatu aula yang besar dan nyaman. Kedatangan kami disambut oleh paduan suara anak-anak Panti Auhan Sartika. Kalau tidak salah mereka menyanyikan tiga lagu rohani muslim. Gw terhibur dengan persembahan lagu dari mereka, mereka bagus lho nyanyinya, kompak dan ga fals. Two thumbs up for you all, guys! Gw juga seneng ngeliat anak-anaknya tertib, sopan dan duduk manis ketika mendengarkan kata sambutan dari panitia. Panti ini sukses mendidik mereka dengan baik sepertinya. Gw terenyuh melihat anak-anak kecil di barisan depan. Gw inget, pas umur segitu gw juga lagi dalam tahap ngalamin hidup susah karena gejolak ekonomi di keluarga gw. Tapi gw rasa kesulitan yang gw alami waktu itu pasti ga ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang anak-anak ini alami. Gw ga kebayang kalau harus bertumbuh tanpa kasih sayang dan bimbingan orang tua, pasti rasanya berat sekali.

IMG-20141201-WA0018

Mungkin karena hatinya sama tersentuhnya sama gw, tiba-tiba sang Ketua Panitia Natal berubah pikiran dan meminta kepada Seksi Acara untuk membawakan games yang direncanakan. Mungkin karena setelah melihat kenyataan bahwa ada jarak yang jauh antara kami dan mereka. Gw antara seneng dan kesel juga. Senengnya karena dia akhirnya pikirannya terbuka juga. Nah, yang bikin kesel itu adalah kita belom ada persiapan games sama sekali, kalau tau kaya gini kan tadi pas kita nganggur tadi pas nungguin keberangkatan bareng-bareng ke panti bisa dipake buat latihan dulu. Karena ga mungkin latihan games di tempat, akhirnya Mba Eri langsung menunjuk gw sebagai MC, karena cuman gw yang tau gamesnya kaya apa.

(Speechless). Hufft.

Come on, Rin, you can do it!

Aye, Sir!

Jadilah gw saat itu menjadi MC tembakan. Tapi Puji Tuhan gw punya bekal sedikit pengalaman gw saat jadi MC Sekolah Minggu dan gw ingat betul games ini dari dua ret-ret yang gw ikutin bertahun lalu. Ini lagu games yang gw bawakan :

I say L

I say L-O

L-O-V

L-O-V-E

Everybody needs a love, cu cu cu cu

Everybody needs a love

Everybody needs a love, cu cu cu cu

Everybody needs a love

Di permainan ini peserta harus membentuk huruf L, O, V, dan E dengan tangan dan kaki mereka sambil menyanyikan lagu di atas. Tapi ketika di tengah lagu mereka mendengar suatu jumlah angka yang disebut oleh MC, “Tiga belas!,” misalnya, maka mereka harus membentuk suatu kumpulan orang yang berjumlah tiga belas orang. Yang ga kebagian kelompok harus maju kedepan untuk dihukum.

IMG-20141201-WA0030

IMG-20141201-WA0029

IMG-20141201-WA0032

IMG-20141201-WA0033

We are in the train of love (Hey) 2x

We are in the train of love fantasy

We are in the train of love

When I say chiki, when I say chaka

When I say chiki (4x) chaka

When I say chaka, when I say chiki

When I say chaka (4x) chiki

Kalau di permainan yang ini seluruh peserta harus membentuk formasi lingkaran saling membelakangi temannya dan ketika semuanya berjalan seperti membentuk rangkaian kereta api. Kalau menyenyi kata “chiki”, mereka harus lompat ke depan, sedangkan kata “chaka”, mereka harus melompat ke belakang.

Di luar dugaan, anak-anak merasa sangat terhibur dengan permainan ini, mereka antusias luar biasa! Walau permainan disudahi, mereka bilang “Lagi, lagi, kak, lagi!”. Gw sebagai MC sampe habis nafas lantaran harus teriak-teriak dan loncat-loncat, tapi rasa senang di hati gw ga terkatakan banget saat itu. Seneng banget rasanya liat anak-anak kecil senyum dan tertawa lepas dan tulus seperti itu, melupakan sejenak beban hidup mereka sejenak. Kami semua panitia Natal saat itu berbaur dengan mereka. Tidak ada lagi jurang pembatas agama di antara kami, yang ada hanyalah “kasih”, sama persis seperti lagu permainan yang kita nyanyikan :). Sayang kegembiraan kami harus berakhir sampai disitu.

IMG-20141201-WA0022

Setelah penyerahan sumbangan secara simbolis, kami semua berfoto bersama. Saking berkesannya dengan permainan tersebut, anak-anak masih aja memeragakan huruf L.O.V.E saat difoto.

IMG-20141201-WA0003

“Lain kali datang lagi ya, kak!” kata anak-anak tersebut. Gw sedih pas harus melambaikan tangan saat akan pulang ke rumah 😥

Percaya atau engga, sampai di rumah, gw langsung menangis tersedu-sedu. Menangis karena gw sangat bersyukur karena Tuhan sangat baik. Kalau bukan karena Dia yang berkehendak dan memampukan gw, gw pasti ngga bakalan bisa menjadi MC kaya tadi. Gw beryukur sekali kalau gw dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa baik. Gw bersyukur boleh dikasih kesempatan sama Tuhan untuk melihat keluar dan berbagi dengan teman-teman panti asuhan yang lucu-lucu sekali. Apalah gw ini, manusia yang tercela tapi Tuhan mau memakai gw. Oh Tuhan, kasih aku kesempatan berkali-kali-kali-kali lagi di masa depan untuk melayani anak-anak dan orang lain yang membutuhkan.

Kalau gw mengingat wajah, kepolosan dan keceriaan mereka lagi, gw jadi mengerti mengapa anak-anak kecil adalah empunya Kerajaan Surga seperti yang Tuhan Yesus bilang :

“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Lukas 18 : 16-17)

Kemarin, tanggal 30 Juni 2014, menjadi salah satu hari yang berkesan di hidup gw. Hari yang membuat gw semakin mantap dan yakin, bahwa visi dan misi gw kedepan adalah untuk melayani saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air yang masih belum beruntung, sebuah visi yang gw punya sejak gw SMA. Yang terpenting bukanlah seberapa banyak pencapain yang kita raih menurut ukuran dunia, melainkan seberapa banyak yang kita lakukan untuk orang lain demi kemuliaan nama Tuhan 🙂

Demikian post gw kali ini, kayanya ini potingan blog terpanjang yang pernah gw buat deh, haha, maaf ya, gw lagi semangat banget nulis ini karena kesan yang gw dapet dari panti asuhan kemaren masih ada sampai sekarang di hati gw. Semoga menginspirasi teman-teman untuk tetap jangan menyerah untuk menolong sesama, walau terpisah benteng SARA. Jika kita punya niat yang tulus, Tuhan pasti bersama kita 🙂

Good night, people! Have a nice dream tonight! 😀