Indonesia

Jambore Sahabat Anak XX 2016 (Pengalaman sebagai PJ Area)

Okay…Inhale…exhale…Take a deep breath…

HELLO EVERYBODYYYYYYY!!!

Astaga…gw sadar betul kalau gw udah terlalu lama tidak menulis. Terlalu banyak kejadian yang gw alami selama 3 bulan terakhir, dan sayangnya gw blm punya waktu untuk merekamnya dalam waktu tulisan. Untung ada sosmed yang bernama Path dan Instagram, jadi gw sempat mengabadikan momen di saat event sedang berlangsung. Makin hari makin terasa, bahwa gw membutuhkan lebih dari 24 jam sehari.

Hmm…dimulai darimana ya?

Oya, gw akan menulis tentang satu event besar tanggal 30-31 Juli 2016 : Jambore Sahabat Anak XX 2016.

Suatu kehormatan tersendiri bagi gw ketika Ketua Tim Pelayanan Adik Asuh yang bernama Kak Anna, di saat bulan April kemarin, meminta gw untuk menjadi PJ Area Panglima Polim untuk Jambore Sahabat Anak 2016. Gw bingung, yang terlintas di kepala gw adalah apa itu PJ Area? Apa itu Jambore Sahabat Anak? Gw kan baru 3 bulan pelayanan disini, kok udah dipercayakan hal yang nampaknya besar? Kak Anna meminta gw dengan santainya ketika sedang rame-rame makan pecel lele di depan Gereja seusai latihan nyanyi untuk pernikahan Kak Afri, meninggalkan gw dengan tanda tanya. Kak Arend, yang saat itu ikut makan malam bersama kami, sangat menyarankan gw untuk ikut. Deadline S2 masih lama kan? Ikutan aja, Rin, siapa tau ketemu jodoh. Sialan.

Gw dengan berani langsung mengiyakan untuk mengemban tanggung jawab sebagai PJ Area. Karena gw yakin, gw akan mendapat banyak pengalaman dan teman baru melalui kegiatan ini. Kalo masalah ketemu jodoh, yah saat itu gw ga berharap banyak deh, hehe. Itu gw anggep sebagai bonus dari Tuhan aja kalau memang dipertemukan.

Btw, yang mau tau lebih banyak tentang Jambore Sahabat Anak, bisa mengunjungi websitenya  disini

IMG-20160801-WA0184

PJ Area Panglima Polim dari kiri ke kanan : Kristyarin a.k.a gw sendiri (2016), Anung (2015), Gisel (2014), Hegel (2013 & 2012)

Benar saja, setelah itu gw mengalami rentetan momen-momen yang baru dan menyegarkan. Briefing Jambore membuat gw tahu tempat-tempat baru seperti base camp Sahabat Anak Tumbak, dan kantor Microsoft (bersyukur banget gw dapet kesempatan bisa masuk dan melihat2 kantor Microsoft!). Gw juga bisa kenalan dengan teman2 dari komunitas serupa, yang membuat gw ingin mengunjungi anak-anak di komunitas mereka.

IMG-20160724-WA0008

Berkunjung ke SKM (Street Kids Ministry) Tomang. Adik-adik belajar bersama di bawah jembatan Tomang. Suatu saat gw pasti kesini lagi 🙂

Dan satu hal yang tidak kalah menyenangkan adalah membuat video bersama adik2 dan video tersebut mendapat juara 1 berdasarkan penilaian juri!! Cerita tentang pembuatan video bisa dilihat di sini

Terlibat dalam Jambore Sahabat Anak 2016 membuat gw sangat-sangat bersyukur. Betapapun capenya gw selama persiapan, semuanya itu hilang ketika berhadapan dengan anak-anak. Betapa gw mencintai anak-anak dengan segala kejujurannya. Gw sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan untuk memberikan apa yang gw punya, sebisa mungkin, setulus mungkin.

IMG_20160730_095629

Semangat jambore siang-siang panas-panas pake merah-merah. Bumi Perkemahan Ragunan, bakaaarrrr!!!

IMG-20160801-WA0000

Foto bersama adik-adik dan kakak-kakak SKM Tomang dan Tim Pelayanan Adik Asuh Panglima Polim.

IMG-20160801-WA0002

Edisi kakak-kakaknya aja 😀

IMG-20160816-WA0009

Terimakasi Slamet dan Via untuk gelangnya 🙂

As a bonus, melalui momen ini juga gw bisa mengenal seorang Yohannes Loui Pattinama lebih dekat. We are in a relationship now. Rasa syukur gw berlimpah-limpah ketika mengingat cara Tuhan mendekatkan kita secara ajaib. Bersyukur memiliki kekasih yang bisa diajak untuk berdoa dan melayani bersama. Seringkali juga kita berbagi cerita tentang kebaikan Tuhan. Terimakasih Tuhan Yesus yang baik 🙂

IMG-20160817-WA0010

No caption needed 🙂 ❤

Maaf kalo gw ga cerita tentang acara Jambore Sahabat Anak secara detail. Melalui blog ini gw hanya ingin menceritakan apa saja yang membuat gw merasa bersyukur selama persiapan hingga menjelang hari-H Jambore. Dengan Jambore ini gw juga semakin dikuatkan dan diteguhkan, untuk terus membagikan waktu, ilmu dan kasih kepada anak-anak yang membutuhkan.

That’s all, reader. I hope you’re doing well, and also as happy as me 🙂

God bless us!

 

Menunggu di Bonbin Tamansari Bandung

Apa? Nungguin di kebon binatang? Ngapain??

Hahaha…iya, kebon binatang. Tanggal 25 Maret 2016 gw mengunjungi tempat yang tepat berada di sebelah kampus tercinta gw, ITB. Sebenernya gw pengen banget maen-maen kesini waktu jaman kuliah, tapi bagi gw waktu itu tiket masuk sebesar 15ribu tuh kayanya mahaalll banget, alhasil waktu itu gw gajadi masuk deh. *sedih amat ya*

Sebenernya gw tanggal 25 Maret itu ga ada rencana kesini juga sih, random aja gitu masuk sini gara-gara kelamaan nungguin temen gw. Karena gw tau galat ketepatan waktu temen gw itu minimal 2 jam, maka dari itu gw memutuskan untuk killing time disana. Sekalian belajar fotografi juga, hehe.

Gw selalu merindukan udara pagi daerah Dago yang dingin, bonus aroma daun dan tanah basah. Gw selalu mencium ini dulu ketika jam kuliah pagi. Kebun binatang Tamansari Bandung saat itu pun seperti itu. Banyak anak-anak yang melihat-lihat binatang bersama ayah ibunya. Gw pengen banget memotret ekspresi mereka yang lucu dan polos, hanya saja gw ga ga enak hati sama orang tua mereka, nanti gw disangka oknum penculik anak lagi, hehe.

DSC_0072

Berikut objek binatang yang gw tangkap dengan kamera, dengan ilmu fotografi seadanya yang gw punya. Hope you enjoy these B)

DSC_0109

DSC_0113

DSC_0119DSC_0152DSC_0141

 

DSC_0160

 

Entah gw salah liat atau gimana, tapi entah kenapa gw merasa binatang disini kaya kurang perhatian. Badannya kurang gemuk, lesu, sebagai pengunjung gw merasa kebun binatang disini suram dan perlu pembaruan disana-sini. Misalnya, jalan setapaknya nampaknya harus diganti konblok yang baru karena sudah ditumbuhi lumut yang sangat licin, sangat bahaya untuk anak-anak, ibu hamil dan orangtua yang rawan terpeleset. Sayang sekali, padahal kebun binatang ini bisa dijadikan potensi wisata yang bagus bagi masyarakat kota Bandung.

DSC_0154

Suatu saat gw pasti akan ke kebun binatang Ragunan Jakarta, kebun binatang Gembiraloka Jogjakarta dan kebun binatang Surabaya, untuk membandingkan keadaan kebun binatang populer yang ada di negeri ini. Gw sangat berharap apa yang gw yang liat nanti sesuai dengan harapan gw, negeri ini butuh peran pemerintah dalam perawatan kebun binatang yang perkepribinatangan (yang memperhatikan nasib binatang maksudnya, ga hanya sekedar ekploitasi untuk menambah pemasukan kas pemda aja). Taman Safari jangan ditanya karena pengelolaannya oleh pihak swasta (yang tentunya hasilnya jauh lebih keren).

DSC_0128

Karena gw jalan sendirian disana (hanya ditemani kamera, jadi hanya fokus foto-foto tanpa mengobrol), gw mengelilingi area kebun binatang sekitar 2 jam. Lumayan, olahraga pagi, hehe.

Segitu dulu aja cerita gw di kebun binatang tamansari Bandung. Nantikan cerita gw di kebun binatang yang lain (di luar negeri juga, maybe? Amen!)

See you!

*All picture in this post was taken with Nikon DSLR D3200

Menikmati Indonesia

Hari ini (mumpung mood), gw merampungkan tiga blog gw sekaligus. Atau mungkin lebih, haha.

Tanggal 26 Maret 2016, gw pulang dari Bandung menggunakan kereta ekonomi. Berbeda dengan kereta kelas bisnis yang bertolak dari Stasiun Hall Bandung ke Stasiun Gambir, kereta ekonomi berangkat dari Stasiun Kiaracondong dan berakhir di Stasiun Pasar Senen. Harganya tiketnya cukup terjangkau, yaitu Rp 70.000,00.

IMG_20160327_123148

Stasiun KA Kiaracondong

Sambil menunggu keberangkatan kereta, gw duduk di ruang tunggu. Dan entah kenapa gw sangat-sangat ingin mengobrol dengan ibu-ibu paruh baya di sebelah gw. Gw lupa nama ibunya siapa, beliau bilang mau pulang kampung ke Sukoharjo. Sebenernya sang ibu ga pengen pulang kampung karena masih ingin terus bekerja di Jawa Barat, namun karena beliau terkena penyakit hepatitis B, maka dia harus pulang untuk beristirahat (sang majikan juga kurang berkenan menerima beliau untuk bekerja di rumahnya lagi). Ibu ini terkena penyakit hepatitis B gara-gara transfusi darah beberapa bulan lalu. Transfusi ini waktu itu dilakukan karena ibu ini menderita anemia yang parah sehingga pengobatannya harus dengan jalan transfusi. Majikannya kurang memperhatikan apa yang beliau makan, dan parahnya lagi ga dikasih uang makan juga.

Sedih banget ya ceritanya? Tuhan memberkatimu ya buu…dimanapun anda berada sekarang

Akhirnya gw masuk juga ke kereta untuk berangkat. Satu hal yang tidak gw suka dari kereta ekonomi : posisi kursinya permanen berhadap-hadapan. Untuunggg banget di depan gw waktu itu anak kecil. Kalau orang dewasa, cowo, trus ganteng kan salah tingkah gw, haha *apasih. Tapi overall gw merasa nyaman karena full AC. Terimakasih PT. KAI yang memperhatikan kereta kelas ekonomi.

IMG_20160327_140728

Pulas.

Pemandangan hijau dari balik jendela menyambut gw di awal perjalanan. Deretan sengkedan persawahan, perbukitan, perkebunan, sungai, membuat gw jatuh cinta lagi dan lagi dengan Indonesia. Walaupun saat itu gw ngantuk, walaupun gw sudah melihat pemandangan yang sama berkali-kali, gw ga rela untuk memejamkan mata, seakan takut ada pemandangan indah yang terlewat.

Sekitar dua jam kemudian, kereta berhenti sejenak di sekitar Stasiun Purwakarta. Ada tempat yang sangat unik dan menarik : tumpukan gerbong kereta api tua, entah itu kereta tahun berapa. Entah kenapa gw merasa tempat itu romantis, cocok untuk mengambil gambar dengan efek dramatis, atau efek horor kalau mau, hehe. Sayang sekali, gw ga bisa keluar dari gerbong karena pintunya dikunci, padahal gw bawa kamera DSLR.

Ada hal unik lain lagi yang gw liat dalam perjalanan : komplek perumahan dengan antena yang mencuat. Antena ini dipasang di ujung bambu yang panjang supaya bisa menangkap sinyal televisi yang lebih baik. Gw ga yakin orang-orang di luar negeri akan sekreatif itu dalam mencari sinyal televisi yang lebih baik. Orang Indonesia memang kreatif! Hehehe.

IMG_20160327_160042

Ketika kereta mendekati Stasiun Pasar Senen, gw malah melihat pemandangan yang miris. Kanan kiri kereta dipenuhi oleh pemukiman kumuh masyarakat pinggiran. Tempatnya jauh dari bersih dan gw heran mereka bisa bertahan hidup. Segera gw merekam keadaan ini dan upload di Instagram untuk melapor ke Bapak Ahok. Namun katanya wilayah ini merupakan ranahnya PT. KAI dan gubernur kurang berperan disana. Gw udah mention juga PT. KAI-nya, semoga mereka baca.

IMG_20160327_171037

Tempat tinggal kumuh di pinggir rel kereta

Dari Pasar Senen, gw kembali menggunakan kereta KRL untuk menuju kostan gw. Senja di Stasiun Manggarai ternyata indah juga.

IMG_20160327_181153

Senja di Stasiun Manggarai

Yah, beginilah pengalaman gw naik kereta ekonomi kemarin, yang bagi gw menyenangkan. Ada sensasi  tersendiri dalam melihat Indonesia dari balik kaca jendela kereta (sambil makan pop mie, mantap!). Buat kamu yang pengen sekali-kali mencoba, pesanlah tempat duduk di dekat jendela, sebelah kanan menurut arah jalannya kereta. Sampai di Jakarta pasti kamu memiliki pandangan yang baru tentang Indonesia.

Udah dulu deh ceritanya. Terimakasih sudah membaca dan melihat-lihat fotonya. Bye!

Another Solo Trip :Pulau Kelor, Onrust dan Cipir

Untuk kedua kalinya gw melakukan travelling sendirian. Ga jauh-jauh kok, masih dekat dari Jakarta, tepatnya ke wilayah Kepulauan Seribu. Cerita perjalanan solo trip gw  yang pertama bisa dibaca di sini. Sebenernya gw pengen melakukan solo trip ini sejak Desember 2015, namun karena satu dan lain hal akhirnya gw bisa melakukannya pada 10 Januari 2016.

Open trip yang gw ikutin ini sebenernya gabungan dari beberapa agen yang tergabung di Backpacker Indonesia. Gw pribadi mendaftar lewat agen Kili-Kili Adventure. Peserta lain ada yang dari Mahalang Wisata. Sekali-kali cobain travelling sendirian deh, ikutan open trip, lumayan dapet kenalan temen baru, syukur2 kenal sama yang ganteng *lho.

Semua peserta berumpul di pelabuhan nelayan kecil di teluk utara Jakarta yang bernama Muara Kamal. Suasananya kurang lebih sama dengan pelabuhan Muara Angke, banyak kios pedagang ikan segar. Kalo gw udah jadi ibu-ibu kayanya gw bakalan borong ikan dan udang dari sana, haha. Gw tiba disana tepat pukul 07.30 menggunakan ojek. Sambil menunggu pemberangkatan, gw menyempatkan diri untuk sarapan dan berkenalan dengan peserta lain.

IMG_20160110_080128

Pelabuhan Muara Kamal di pagi hari.

Sebenernya sempet ngerasa agak bete karena peserta dibikin nunggu selama satu jam di atas kapal karena adanya kesalahan teknis mesin kapal. Tapi ya sudahlah, dinikmatin aja (padahal sempet sewot dikit pas nanya sama nelayannya, haha, maap ya pak). Akhirnya pukul 9 kami bertolak dari pelabuhan Muara Kamal menuju Pulau Kelor. Perjalanan menuju pulau tersebut hanya setengah jam lebih, cukup dekat ternyata.

IMG_20160110_104419

Selamat datang di Pulau Kelor! Tiny but beautiful.

Pulau Kelor adalah pulau yang sangat kecil, dengan sedikit pohon pula. Kita bisa melihat seluruh tepi pulau cukup dengan berdiri di tengahnya. Namun yang membuat pulau ini unik adalah adanya bangunan bersejarah berupa benteng kecil yang dibangun dari batu bata merah, peninggalan dari zaman penjajahan Belanda. Sejarah lengkapnya baca aja sendiri di Wikipedia yee! hehe.

IMG_20160110_101527

Pemandangan di dalam benteng

DSCN0780

Mati gaya banget. Yang lain angkat tangan, gw enggak! haha

Setelah puas berfoto-foto di Pulau Kelor selama kurang lebih satu jam, kami kembali berlayar menuju Pulau Onrust. Pulau ini tiga kali lebih besar daripada Pulau Kelor dan lebih kerasa “Belandanya”. Suasana di tengah pulau agak kelam, ternyata rupanya ada kompleks kuburan orang Belanda dan juga ada pondasi bangunan yang dahulunya adalah tempat karantina haji. Hmm…bukan objek foto yang menarik, hehe. Tetapi gw senang mendapati objek sejarah di pulau ini cukup terawat dengan baik. Gw sangat menikmati suasana pulau ini dengan meminum es kelapa muda di tengah teduhnya pepohonan, ditiup angin laut sepoi-sepoi di siang hari. Mantap!

IMG_20160110_115613

IMG_20160110_123936     IMG_20160110_122607    DSCN0800

Saat itu di pulau ini ada sekumpulan fotografer professional yang sedang melakukan fotografi dengan objek beberapa model yang memakai baju bikini dengan perut selurus papan. Cukup membuat banyak cowo di antara kami menjadi betah berlama-lama di pulau ini, haha.

Sekitar pukul 13.00, kami mengunjungi destinasi terakhir, yaitu Pulau Cipir. Dibandingkan Pulau Onrust, suasana pulau ini jauh lebih kelam lagi. Hmmm…wajar saja, ternyata di tengah-tengahnya terdapat bekas bangunan rumah sakit pada waktu zaman penjajahan Belanda. Gw sempat melintas sebentar saja di tengah-tengah bangunan tak beratap itu, lalu gw berfoto-foto di tepian pulau. Pemandangan pantai nya cukup indah, kalau saja airnya jernih (maklum, konsentrasi polutan di Teluk Jakarta sangat tinggi). Sebetulnya ada jembatan peninggalan zaman Belanda yang menghubungkan pulau Onrust dan pulau Cipir, hanya saja jembatan tersebut ditutup karena terpengaruh abrasi sehingga dikhawatirkan membahayakan siapapun yang berjalan di atasnya. Tapi gw bersama Vidia dan Laila tetap saja berjalan-jalan di atas jembatan itu (dasar bandel! hehe). Pemandangannya indah banget!

IMG_20160110_133211

Jembatan penghubung Pulau Cipir – Onrust

IMG_20160110_144020

DSCN0815   DSCN0809

Cuaca saat itu cerah luar biasa, padahal masih di bulan Januari. Kepulauan Seribu sepi pengunjung berhubung kebanyakan orang memperkirakan khawatir ombak akan pasang di musim penghujan. Tapi bagi gw sangat sangat sangat menyenangkan. Cuaca yang cerah membuat pencahayaan fotografi yang sangat bagus dan memanjakan mata gw sendiri ketika menikmati pemandangan yang ada disana.  Pulau Cipir jadinya berasa pulau sendiri, hehe.

Oya, tour guide kami adalah penduduk lokal dari kepulauan seribu, namanya Ibu Ayu. Kulitnya yang gelap mencerminkan ketangguhannya dalam mencari nafkah sehari-hari di pantai atau di tengah laut. Dia bercerita, selama ini dia bertahan hidup hingga membiayai sekolah anak-anaknya dengan menjalani usaha catering untuk para wisatawan seperti kami, menyewakan perahu dan menjadi pemandu dari pulau ke pulau. Seorang ibu yang luar biasa!

IMG_20160110_145806

Ibu Ayu

Akhirnya menit-menit berlibur di Pulau Kelor, Pulau Cipir dan Pulau Onrust berakhir juga. Dalam perjalanan pulang di atas kapal, gw mengamati banyak bambu yang ditancap di tengah air (mungkin airnya cukup dangkal). Ternyata bamboo-bambu yang malang melintang itu berguna untuk budidaya kerang hijau. Hmmm…kalau kerang hijau dibudidayakan di Teluk Jakarta yang sarat polutan seperti itu, apakah kerang hijau tersebut layak untuk dikonsumsi?

DSCN0833

Kumpulan bambu, tempat budidaya kerang hijau di Teluk Jakarta.

Kawanan burung putih besar yang gw lihat di Taman Mangrove (ceritanya bisa dibaca di sini), juga gw lihat di perairan Teluk Jakarta. Teruslah bertahan kawan, di tengah lingkungan yang semakin rusak.

DSCN0837

Pemandangan langka kawanan burung putih di Teluk Utara Jakarta. 

Akhirnya kami berpisah satu sama lain di Muara Kamal, kembali ke realita bahwa kami harus bekerja di keesokan harinya. Terimakasih Tuhan untuk cuaca yang baik, dan bersama teman-teman baru yang baik juga.

IMG_20160110_104916

Selfie sama temen baru, Vidia (tengah) dan Laila (kanan)

Sampai jumpa di solo trip berikutnya!

Saturday Fun Day at Taman Mangrove, PIK

Ini adalah postingan keempat gw di minggu ini, wow! Rajin amat ya nulis, ketauan banget gw lagi kurang kerjaan, hahaha. Btw, I’m in a very good mood 🙂

Kali ini gw mau cerita lagi tentang tempat baru yang gw kunjungi bersama temen-temen gw : Taman Mangrove di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Gw ke sana bersama sohib kuliah gw : Della dan Fetty pada tanggal 9 Januari 2016.

Sebenernya kami waktu itu ga ada rencana sama sekali untuk mengunjungi tempat tersebut. Bener-bener random aja gitu. Awalnya kita bertiga ketemuan di mall Grand Indonesia Jakara Pusat, niatnya hanya nongkrong2 cantik aja disana. Della udah dandan total, Fetty udah cantik banget, gw yah…udah mentok segini aja, berusaha berpakaian yang sewajar mungkin, haha. Setelah kami “update status” tentang kehidupan kehidupan kami (dicampur sama ngegosip, haha), tiba2 gw nanya,”Udah gini aja nih? Cuman disini aja?”. Lalu Della jadi ngomongin tempat yang lagi ngehits di Jakarta, namanya Taman Mangrove di Pantai Indah Kapuk. Dan berhubung di Fetty udah punya mobil sendiri, ya sudah, tanpa berpikir panjang kami langsung cabut ke PIK like a boss B)

Tiket masuk Taman Mangrove ternyata hanya Rp. 25.000,00 per orang (lumayan murah juga). Setiba di sana cuacanya kelewat cerah, bikin kami sadar kalo kami salah kostum. Untung aja gw pake sepatu kets. Yang paling kasian tuh si Della. Doi jadi susah jalan di jembatan kayu bakau lantaran pake sepatu hak tinggi. Belum lagi doi disepet sama orang yang disana “Salah kostum kali tante,” BOOM! Sabar yaa Della, hehehe.

Sebagai anak yang suka banget sama wisata alam, gw sangat menikmati Taman Mangrove. Suasananya jelas sangat asri. Biarpun cuaca panas, tapi teduh karena dedaunan bakau di sepanjang jalan setepaknya. Tapi berhubung kalo foto bagusnya di tempat yang terbuka, kami rela panas-panasan demi dapet foto selfie yang terbaik. Alhasil kulit gw gosong dengan sukses!

20160109_150746

Gw (kiri), Fetty (tengah) dan Della (kanan)

Walaupun hanya berbekal kamera HP, sebisa mungkin gw abadikan pemandangan indah di Taman Mangrove. Dedaunan yang hijau dan langit biru yang bersih adalah kombinasi sempurna untuk foto landscape. Sayang, di sudut-sudutnya masih ada aja orang Indonesia yang norak buang sampah sembarangan.

IMG_20160109_151148

IMG_20160109_153323

20160109_162905

Serasa di Kyoto!

Tidak hanya melihat-lihat muara sungai yang ditutupi tanaman bakau, gw juga sempet liat satwa yang berhabitat disana seperti burung dan biawak. Gw memandangnya dengan penuh kagum. Senang, ternyata masih ada tempat seperti ini di Jakarta yang lekat dengan pencitraan “Hutan Beton”

IMG_20160109_165858

IMG_20160109_171255

Pemandangan burung putih besar (gw gatau namanya) yang hinggap di pohon mangrove, terlihat dari menara pengamat. Kontras dengan pemandangan crane dan jembatan di belakangnya.

Itu aja cerita singkat dari gw pas pergi ke Taman Mangrove. Ayo kesini, ga bakalan nyesel deh! Wawasan kalian akan bertambah tentang ekosistem Mangrove. Jangan ke mall mulu guys, hehe.

Sampai bertemu di post selanjutnya ya! 😀

Ngopi-Ngopi Cantik Di Bandung

Halo readers! Piye kabare??

Kali ini gw mau cerita tentang momen ngopi-ngopi cantik di kafe bernuansa alam di kawasan dago pakar, Bandung (ga usah sebut nama yeee, ntar dikira promosi lagi, haha). Gw, bersama temen-temen naik gunung gw yaitu Mba Saras, Dega, Adit, Ester, dan Andre (cerita lengkapnya bisa dibaca disini) berkunjung ke kafe ini pada tanggal 26 Desember 2015, tepat sehari setelah Natal. Setelah ngomongin beberapa wacana ini-itu (pernah kita ngomongin muluk-muluk mau naik Gunung Cikurai tapi ga jadi, hiks), akhirnya wacana ke natural cafe ini yang kesampean. Kita ga mau cape, suasana alamnya dapet, refreshingnya dapet, yang penting bisa makan, ngobrol, ketawa-ketawa dan foto-foto, haha. Maklum, sebagian besar dari kami bekerja di ibukota, jadi udah muak dengan suasana perkotaan dan pengen melihat yang hijau-hijau, tapi ga mau cape lantaran energi kami sudah terkuras habis di kantor.

Dasar gw dodol ga nyimak diskusi grup Whatsapp dengan baik, bayangan gw tuh kita harus hiking dulu untuk mencapai café itu. Maka gw dengan santainya pakai kaos dagadu, sepatu kets dan ransel. Dan ternyata gw salah kostum banget!! Si Ester dan Mba Saras pake baju cantik (pake dandan segala lagi), Si Adit udah kaya cover boy, si Andre pake poloshit. Sedangkan gw rambut aja lepek banget (sengaja ga keramas, kirain mau hiking). Haduuhh, kalo gagal fokus jadinya begitu kan. Untung gw ga pake baju gembel ala-ala anak lapangan gitu.

Tapi gapapa, gw tetep ikutan foto-foto cantik. Epriting is gonna bi olllrait! 😀

Kami mencapai lokasi  dengan mobil pribadi pada pukul 08.30 (padahal kafenya buka jam 9, haha, kerajinan ). Ternyata ada untungnya juga dating kepagian, soalnya kalo datengnya lewat dari jam 9 langsung masuk waiting list!

Ketika masuk ke dalam kafenya, ternyata gw baru nyadar kalau gw kangen sama suasana alam seperti itu. Udaranya sejuk, sekaligus hangat oleh sinar matahari pagi. Meja kami langsung menghadap hutan pinus di perbukitan. Wangi rerumputan yang sedap terhirup oleh hidung gw. Ditambah lagi bersama teman-teman yang seru dan sarapan yang hangat. Perfect.

DSCN0661

DSC_6563IMG_20151226_095501DSC_6597IMG-20151227-WA0012IMG_20151226_104827

Tapi menit-menit surgawi itu hanya bisa dirasakan hingga jam 10, setelah itu panasnya minta ampuunn.

DSC_6656

Dandanan udah tomboy, tapi tetep aja pake payung. Manja ga tahan panas. Dasar Kristyarin!

Oya, gw sempet juga belajar pake kamera DSLR, tutorial sebentar sama mba Saras. Hasilnya lumayan juga, terbukti dengan dipakainya hasil jepretan gw itu di profpic-nya Mba Saras dan Si Ester (parameter keberhasilan yang aneh). Berikut jepretan gw hasil tutorial singkat ga nyampe 10 menit bareng Mba Saras :

DSC_6624

DSC_6631

Segitu aja cerita gw refreshing sebentar sambal temu kangen dengan temen-temen gw di natural cafe. Semoga bisa jadi referensi buat pembaca sekalian yang pengen liburan ke Bandung namun dengan suasana yang berbeda.

See you again, readers!

 

Masih di #kamitidaktakut

Di pertengahan bulan ini, tepatnya tanggal 14 Januari 2016, Indonesia mendadak dibuat panas oleh teror bom di Jalan Thamrin, tepatnya di pos polisi depan Mall Sarinah dan di kafe Starbucks Coffee (berita selengkapnya bisa dibaca di sini). Hari ini tepat dua minggu sejak kejadian tersebut, namun rasanya orang-orang Indonesia cepat melupakan suasana teror hari itu yang cukup mencekam. Tidak heran, kelemahan rakyat Indonesia ini seringkali digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengalihkan isu.

Post gw kali ini bukan ingin menyoroti kejadian di TKP atau analisis penyebab terjadinya peledakan dan penembakan pada saat itu. Gw hanya ingin menggambarkan ketegangan yang dialami mayoritas penduduk Jakarta—bahkan Indonesia—saat teror tersebut terjadi. Saat itu gw sedang bekerja di balik meja kantor saya. Walaupun TKP cukup jauh dari kantor gw, namun konsentrasi gw cukup terganggu dengan pemberitaan yang saya baca melalui media online, melalui televisi (kolega saya langsung menyalakan TV keras-keras hingga suaranya bergaung hingga ke seluruh penjuru ruangan kantor, menambah suasana kelam saat itu), dan juga melalui grup WhatsApp dan Line.

Jujur, saat itu gw resah dan cemas sekali. Setiap menit ada saja isu yang benar maupun tidak benar beredar (kebanyakan yang beredar adalah yang tidak benar, bayangkan!). Belum lagi foto TKP dan para korban yang membuat perut gw agak mulas. Mata gw terus memantau smartphone saya, sambil berdoa.

Berikut adalah pesan yang gw kopi langsung (tanpa edit) beberapa  grup di WhatsApp dan Line, yang saat itu (bodohnya) gw percayai sebagai live report :

  • [1/14, 11:20] pedro ginanjar: Jangan ada yg keluar kantor dulu guys, ada terios hijau sama motor trail bawa2 ak 47 nembak
    [1/14, 11:21] pedro ginanjar: Nembakin pengguna jalan membabi buta
  • Hindari tmpt2 makan/minum yg merupakan franchise dr Amerika…
    Karena saat ini ada ancaman bbrp titik tmpt2 tsb sudah dipasangin bom…Stay aja di rumah, lebih baik…
  • Sdh terjadi peledakan di 5titik…
    – Sarinah
    – Pondok Indah
    – Alam Sutera
    – Palmerah
    – Kedutaan Perancis…Terjadi Baku Tembak juga…
  • Dari orang BIN: Might be like paris attack.. Jd better gak usah do any unnecessary travel utk hari ini……. Go straight home….. Lagi expecting several bom menyusul…. 7 kali ledakan soalnya dan baku tembak
  • Info pak Andi Kapolsek , hari ini ada rencana 53 titik peledakan bomb di jakarta..mohon waspada , please share to all your staff…Kapolsek pademangan
  • Kebon jeruk dan cikini baru saja ada peledakan
  • Info dr teman di kemenlu sehub dgn JAKARTA UNDER ATTACK!

Info OHSE: Bapak dan Ibu sekalian.

Mhn bisa dijalankan Instruksi ini dan disebarkan kepada pihak lain yg membutuhkan.

Hindari bepergian ke arah mall, lokasi restaurant atau caffee, lokasi hang out atau apapun saat ini juga.  Kurangi dahulu activitas bertemu dengan pihak ke 2 bak itu relasi maupun customer.

Lakukan monitoring berita dengan valid dan update. Hindari dengan sosmed dan info satu dengan lainnya yg kurang mendasar sumber nya. Ini bisa menyesatkan dan membingungkan.

Sekali lagi tetap tenang dan waspada. Jgn terpancing kepada apapun apalagi memposting, melihat dan ikut serta membantu. Cukup tenang dan jaga kondisi selalu.

Pihak kami msh terus koordinasi dengan beberapa pihak yg berhubungan dengan hal tsb.

Demikian  update nya. Thanks

  • Irjen Anton Charliyan call interview di metro nih skrg, ktnya ledakan di Slipi, Kuningan, Cikini tdk benar. Jd teroris jg melakukan teror lewat sosmed. Beware!
  • Pesan dari grup sebelah:
    Prinsip terorisme adalah “membunuh satu orang untuk menyebarkan ketakutan kepada jutaan orang.” Jangan bantu teroris dengan turut menyebarkan ketakutan dan foto korban berlebihan. Mereka ingin kita overreact dan hidup dalam ketakutan. Tetap waspada dan terus berdoa.
  • Transkrip Jokowi

di Rumah Kerang Jalan Ki Ageng Tapa, Kab. Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/1/2016).

Tadi kurang lebih 40 menit yang lalu. Saya mendapatkan laporan, mendapatkan informasi mengenai kejadian ledakan dan penembakan di Jalan Thamrin di Jakarta.

Kita semuanya tentu saja berduka atas jatuhnya korban dari peristiwa ini. Tapi kita semuanya juga mengecam tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat, mengganggu ketenangan rakyat, dan menebar teror pada masyarakat.

Saya telah perintahkan pada kapolri, menkopolhukam, untuk kejar, untuk tangkap, baik yang di peristiwa maupun yang ada di jaringan2 ini.

Negara, bangsa, dan rakyat, kita, agar tidak boleh takut, tidak boleh kalah oleh aksi teror seperti ini. saya berharap masyarakat tetap tenang karena semuanya terkendali

  • Guys menanggapi aksi pengeboman di 6 lokasi di Jakarta. PLEASE, Jangan bikin hastag. Jangan bikin hastag. Jangan mau jadi buzzer gratisan. Ini tujuannya world attentions. NO #PRAYFORJKT.
    Makin kalian bikin, rupiah bisa 17rb.
    >Kalian semua bikin hastag.
    >Trending
    >Worldwide
    >Investor cemas Direct invest flow ditarik
    >Uang beredar naik Saving turun
    >Suku bunga naik
    >Kredit gagal bayar
    >Rupiah lemah
    >Inflasi
    >Krisis
    Jangan bikin psikologi netizen dunia rusak. Kalo mau social campaign bikin yg positif.
  • Dapat dari Teman:

Hindari mal kokas, fx, alam sutera dan palmerah
Tempat yg disebut tadi, dikonfirmasi oleh polisi.
Ancaman bom itu sdh sejak sebulan lalu
Himbauan dari rekan dari Dit.Intel Polda Metro…agar menghindari utk singgah dan mendekat ke semua tempat mkn dan minum American Branded…ada bbrp titik yg sdh dipasang bom…dan saat ini gegana sedang operasi

  • [1/14, 11:20] Fe (Nebengers): Jangan ada yg keluar kantor dulu guys, ada terios hijau sama motor trail bawa2 ak 47 nembak
    [1/14, 11:21] Fe (Nebengers): Nembakin pengguna jalan membabi buta
  • Himbauan dari rekan dari Dit.Intel Polda Metro…agar menghindari utk singgah dan mendekat ke semua tempat mkn dan minum American Branded…ada bbrp titik yg sdh dipasang bom…dan saat ini gegana sedang operasi
  • [14/01 12:02] SM Mas Suryo: ISIS sdh warning bahwa akan ada “konser” di indonesia — Anton Charliyan (kadiv humas polri)
  • [14/01 12:02] ‪+62 856-5917-5545: Palmerah confirmed bom, senayan confirmed bom, belakang dpr lapangan tembak cofirmed bom, alam sutra dibom confirmed..
  • [1/14, 11:32 AM] ‪+62 852-7153-8857: Info dr grup sebelah: Salah satu pelaku lari kearah semanggi. Masih nenteng senjata. Maka semanggi diutup. Pakai tril, infonya baju putih masih bawa senjata laras panjang.
  • [1/14, 11:36 AM] ‪+62 852-7153-8857: Info lain
    Jangan ada yg keluar kantor dulu guys, ada terios hijau sama motor trail bawa2 ak 47 nembak
    Nembakin pengguna jalan membabi buta

 

See? Kerasa ga hawa mencekam saat itu, HANYA DARI BACA GROUP CHAT.

Begonya gw, gw lebih percaya dengan setiap kata dari pesan broadcast yang menyebar dengan sangat cepat itu daripada media online yang terpercaya. Gw pikir media online lambat atau kurang update daripada pesan broadcast.

Teman-teman gw yang di Bandung bahkan juga terkena virus yang sama. Mereka bertanya tentang kabar gw, mereka mengaku kalau mereka juga sangat khawatir. Gw semakin panik waktu gw tau kalau kakak gw lagi ada di Kantor Pajak Jakarta Pusat dan dekat dengan lokasi kejadian.

Entah apakah orang lain merasakan hal yang sama dengan gw, tiba-tiba gw pengen pulang. Gw inget bokap nyokap gw dan gw jadi sangat merindukan mereka. Gw meminta mereka untuk mendoakan gw dan kakak gw. “Mama sayang ade,” balas nyokap gw begitu. Gw jadi sedih.

Jakarta dirundung mendung. Suasananya tegang dan mencekam. Akhirnya Polisi mengatakan bahwa situasi sudah terkendali dan pelaku sudah ditangkap. Tegang berganti rileks, lalu lemas. What a day!

Setelah tahu kenyataannya bahwa ledakan hanya terjadi di sekitar Mall Sarinah, mendadak gw merasa konyol dan bodoh sekali. Kok bisa-bisanya gw percaya broadcast yang menyerbu group chat seperti virus dan gw mempercayainya tanpa menyaringnya sama sekali? Dasar teroris k*mpr*t!!!

Tetapi saat itu gw bersyukur dengan perasaan lega yang terkira. Sebenarnya weekend minggu ini gw berencana untuk ke Thamrin City untuk berbelanja sama temen gw. Bersyukur teror tersebut tidak terjadi di kala weekend. Tuhan, Engkau sungguh baik!

Tidak hanya gw, rakyat Indonesia pun merasakan kelegaan yang sama ketika situasi sudah terkendali. Maka selanjutnya, pemberitaan yang menegangkan berganti dengan lelucon yang konyol. Inilah orang Indonesia, situasi apapun bisa dijadikan bahan untuk melucu. Dan pada dasarnya orang Indonesia itu susah untuk serius dalam waktu yang lama, kadang bercandaannya kelewatan. Beberapa lawakan yang gw salin dari group chat, beserta beberapa meme (kok bisa yang kepikiran? Haha)

  • Yang lucu :
    Ini bukan hoax ..
    Bagi teman teman yg bekerja dihimbau untuk tidak keluar kantor dulu…kecuali sudah pasti diterima di kantor lain..
  • Dari group sebelah : Jangan ke mall dulu ya semuanya, karena sekarang apapun bisa dibeli online di www.lazada.co.id
  • Himbauan :

Agar menghindari tempat mkn dan minum American Branded…di sarankan mendekat ke rumah makan padang setempat

Ttd
RM Sederhana

  • Manteman hati-hati di jalan yaa. Barusan banget aku keluar dari rumah. Tetiba ada yang ngancem pake gunting. Alhamdulilah aku sigap kasih batu. Kalau aku kasih kertas pasti menang.
  • Barusan dapet info dari temen, di daerah bandara Soekarno-Hatta juga ada penembakan.Tapi si ceweknya nolak dengan tegas dan pergi meninggalkan si pria.

Belum lagi dengan meme-meme yang ada :

IMG-20160114-WA0016

IMG-20160114-WA0017

 

Yah itulah orang Indonesia. Situasi apapun bisa dijadikan objek untuk melucu. Ohhh…I love Indonesia!

Setelah ketegangan sepanjang siang hari itu, gw merenung. Teroris itu berhasil membuat rakyat panik, cemas, takut dan resah saat itu, dengan menyebarkan isu yang tidak benar melalui sosmed. Namun gw, bersama jutaan rakyat Indonesia yang lain, tidak akan merasa takut untuk seterusnya. Kami tidak takut dengan kalian, hai teroris. Apapun yang kalian lakukan, kalian tidak akan berhasil membuat kami terpecah belah!

Maka selanjutnya, gw teringat dengan lagu Pandji Pragiwaksono yang berjudul “Kami Tidak Takut,”. Mendengar lagu itu, keberanian gw menjadi terbangun. Lagunya bisa didengerin di sini

Keep praying for our country guys! God bless us!