Memorable

Share The L.O.V.E

Postingan gw kali ini semoga menginspirasi kalian para pembaca 🙂

Dalam rangka pra-Natal, kemarin Gereja gw melakukan aksi bakti sosial ke panti asuhan, untuk berbagi kasih Natal kepada saudara yang membutuhkan. Bukan kristenisasi ya, kami murni ingin berbagi aja. Ngomong-ngomong kristenisasi, gw tadi nonton di YouTube yang nayangin kristenisasi di CFD Jakarta. Itu video terakhir gw liat udah menarik perhatian 1,6 juta penonton dengan berbagai komentar yang kebanyakan negatif. Gw cuman bisa geleng-geleng, no comment aja deh. Segini kerasnya ya masalah SARA di Indonesia. Kalo Ahok bukan cina kafir kaya yang orang-orang bilang, yakin deh, ga bakalan ada deh yang demo ribut-ribut minta Ahok turun dari gubernur. Dalihnya sih katanya gara-gara si Ahok mulutnya kaya comberan. Lah, kalo kaya gitu mendingan kalian urusin si Fadli Zon yang mulutnya ga sekolah tuh, kerja kaga, nyindir-nyindir orang mulu iya, mancing-mancing keributan iya. Yang gini-gini nih yang bikin gw sirik sama orang-orang di Eropa ato mereka, dimana mereka memandang seseorang bukan dari SARAnya, tapi dari prestasinya. Ato at least mereka ga peduli deh sama keadaan orang lain karena individualis, Hmpfftt.

Sudah, sudah, lanjut.

Panti asuhan yang bernama Panti Asuhan Muslim Sartika yang kami kunjungi itu deket banget dari rumah gw. Selain karena gw panitia Natal, gw mesti dateng lah, orang panti asuhannya deket banget dari rumah gw, beda satu blok doang. Gw agak malu juga sebenernya karena gw sama sekali ga pernah menginjakkan kaki gw ke tempat itu. Segitu ga pedulinya ya gw.

Sebenernya sempet terjadi perdebatan juga pas rapat panitia natal dua hari sebelumnya. Temen-temen panitia natal yang lain agak ketakutan kalau kegiatan ini akan ditanggapi sebagai kristenisasi oleh para penghuni panti atau bahkan oleh warga sekitar. Ada panitia yang nanya berkali-kali, udah survey belum ke pantinya, jangan-jangan mereka ga tau kalau kita dari Gereja. Trus ada lagi yang nyaranin buat ngecek lagi kaos-kaos sumbangan layak pakai yang bakalan kita kasih ke mereka, jangan-jangan ada tulisan ayat atau ada tanda salibnya. Dan ada lagi pertanyaan yang paling ga make sense : coba tanyain deh ke pantinya, jangan-jangan mereka ga mau nerima baju bekas, takutnya mereka nganggep baju bekas kita tuh najis. Pertanyaan mereka berkutat di sekitar situ : khawatir, ketakutan, pikirannya negatif semuanya jadi satu. Mba Eri, sebagai ketua acara yang sudah survey ke tempatnya dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, menjawab serangan pertanyaan-pertanyaan yang sarat dengan ketakutan yang ga jelas itu sampe berbusa. Gw ga bisa membantu berdebat karena gw pun gak ikutan survey gara-gara ga sempet. Tapi yang jelas gw sangat tidak simpati akan pertanyaan-pertanyaan itu. Sama sekali tdak. Gw rasa mereka baru nonton YouTube yang gw bilang sebelumnya, dan jadinya mereka trauma. Atau mungkin masing-masing punya pengalaman traumatis di masa lalu.

Btw soal najis, gw pernah suatu hari lagi duduk-duduk di teras rumah sama nyokap bokap gw siang-siang. Saat itu sedang jam pulang anak sekolah. Ada sekumpulan anak-anak kecil yang memakai seragam putih marah lewat depan rumah gw. Gw bisa liat mereka, tapi mereka gabisa ngeliat kami yang di teras rumah. Tiba-tiba salah satu dari mereka ngomong kaya gini : “Eh, eh, ini kan rumahnya orang Kristen, kita jangan deket-deket, soalnya najis,”. Gw, nyokap sama bokap gw sontak langsung ketawa bareng! Lucu banget emang polemik agama di negeri ini sampe anak kemaren sore aja ikut-ikutan.

Lanjut. Atas permintaan temen-temen Natal yang lain, akhirnya Mba Eri, gw dan Mega mendatangi pemilik panti asuhan untuk sekedar memastikan dan menjawab kekhawatiran temen-temen panitia. Nama pemiliknya Bu Babay. Umurnya mungkin sekitar lebih dari 70 tahun. Beliau dan petugas panti yang lain sangat ramah menyambut kami. Di balik tubuhnya yang agak ringkih karena usia lanjut, gw bisa melihat sosok yang cerdas dan berpikiran terbuka lewat cara berbicara dan matanya. Selai itu gw juga terkesan dengan anak-anak kecil yang mencium tangan kami ketika hendak masuk ke asrama. Bu Babay berkata bahwa mereka menerima apa saja yang diberikan, berhubung jumlah anak pantinya juga banyak, yaitu sekitar 84 orang. Saat itu gw juga mereka terenyuh. Mereka sama sekali ga patut untuk dicurigai.

Ternyata pas survey sebelumnya nyokap gw juga menemani Mba Eri dan nyokap gw juga yang menjadi juru bicara untuk menyampaikan maksud kami untuk berbakti sosial ke Panti Asuhan Sartika. Dari pertama nyokap gw tanpa basa-basi langsung ngomong kalau kami dari Gereja Kristen Jawa. Nyokap gw berprinsip kalau kita harus berani bilang apa-adanya seperti itu, jangan ada yang ditutup-tutupi, toh lagian motivasinya juga baik untuk berbagi, bukan yang aneh-aneh. Kalau kita ketakutan dan jadinya menutup-nutupi, nanti kalau ketahuan merekanya malah merasa tertipu. I agree with you, Mom, the wisest woman in this world :). Gw cuman bisa berdoa, menyerahkan acara bakti sosial besoknya kepada Tuhan. Terjadilah kehendak-Nya yang terbaik, tapi yang jelas motivasi kami hanya untuk berbagi kasih. Ga ada yang perlu ditakutkan sebenarnya.

Besoknya pas pulang gereja, ada kabar yang mengecewakan. Ketua panitia natal tidak menyetujui kalau kami nyanyi dan bermain games dengan anak-anak panti, karena takut merekanya menyangka kalau niat kami adalah untuk kristenisasi. Jadinya rencananya cukup ngasih barang-barang sumbangan, kasih sepatah dua patah kata sambutan dan pulang. Oh, come on guys! Kita nyanyi lagu yang umum aja kok, bukan lagu rohani Kristen! Gimana caranya anak-anak panti itu tau kalau kita mengasihi mereka kalau kitanya sendiri kaku kaya gitu. Sekalian aja ngasihnya lewat kurir. Hadeehhh…

Payah.

Berhubung acara menyanyi dan bermain ditiadakan, Mba Eri gajadi latihan nyanyi dan games sama gw, padahal rencananya dia akan membawakan games itu untuk anak-anak. Padahal di otak gw udah ada dua games yang gw pikirin bakalan seru kalo dimainin rame-rame.

Tibalah saatnya kami mengunjungi Panti Asuhan Muslim Sartika. Kompleks asrama dan sekolah rupanya menyatu di area yang cukup luas. Anak-anak sepertinya nyaman untuk bermain dan berlari kesana kemari di tempat itu. Lingkungannya bersih.

Kami semua, baik anak-anak panti maupun para panitia natal berkumpul di suatu aula yang besar dan nyaman. Kedatangan kami disambut oleh paduan suara anak-anak Panti Auhan Sartika. Kalau tidak salah mereka menyanyikan tiga lagu rohani muslim. Gw terhibur dengan persembahan lagu dari mereka, mereka bagus lho nyanyinya, kompak dan ga fals. Two thumbs up for you all, guys! Gw juga seneng ngeliat anak-anaknya tertib, sopan dan duduk manis ketika mendengarkan kata sambutan dari panitia. Panti ini sukses mendidik mereka dengan baik sepertinya. Gw terenyuh melihat anak-anak kecil di barisan depan. Gw inget, pas umur segitu gw juga lagi dalam tahap ngalamin hidup susah karena gejolak ekonomi di keluarga gw. Tapi gw rasa kesulitan yang gw alami waktu itu pasti ga ada apa-apanya dibandingkan kesulitan yang anak-anak ini alami. Gw ga kebayang kalau harus bertumbuh tanpa kasih sayang dan bimbingan orang tua, pasti rasanya berat sekali.

IMG-20141201-WA0018

Mungkin karena hatinya sama tersentuhnya sama gw, tiba-tiba sang Ketua Panitia Natal berubah pikiran dan meminta kepada Seksi Acara untuk membawakan games yang direncanakan. Mungkin karena setelah melihat kenyataan bahwa ada jarak yang jauh antara kami dan mereka. Gw antara seneng dan kesel juga. Senengnya karena dia akhirnya pikirannya terbuka juga. Nah, yang bikin kesel itu adalah kita belom ada persiapan games sama sekali, kalau tau kaya gini kan tadi pas kita nganggur tadi pas nungguin keberangkatan bareng-bareng ke panti bisa dipake buat latihan dulu. Karena ga mungkin latihan games di tempat, akhirnya Mba Eri langsung menunjuk gw sebagai MC, karena cuman gw yang tau gamesnya kaya apa.

(Speechless). Hufft.

Come on, Rin, you can do it!

Aye, Sir!

Jadilah gw saat itu menjadi MC tembakan. Tapi Puji Tuhan gw punya bekal sedikit pengalaman gw saat jadi MC Sekolah Minggu dan gw ingat betul games ini dari dua ret-ret yang gw ikutin bertahun lalu. Ini lagu games yang gw bawakan :

I say L

I say L-O

L-O-V

L-O-V-E

Everybody needs a love, cu cu cu cu

Everybody needs a love

Everybody needs a love, cu cu cu cu

Everybody needs a love

Di permainan ini peserta harus membentuk huruf L, O, V, dan E dengan tangan dan kaki mereka sambil menyanyikan lagu di atas. Tapi ketika di tengah lagu mereka mendengar suatu jumlah angka yang disebut oleh MC, “Tiga belas!,” misalnya, maka mereka harus membentuk suatu kumpulan orang yang berjumlah tiga belas orang. Yang ga kebagian kelompok harus maju kedepan untuk dihukum.

IMG-20141201-WA0030

IMG-20141201-WA0029

IMG-20141201-WA0032

IMG-20141201-WA0033

We are in the train of love (Hey) 2x

We are in the train of love fantasy

We are in the train of love

When I say chiki, when I say chaka

When I say chiki (4x) chaka

When I say chaka, when I say chiki

When I say chaka (4x) chiki

Kalau di permainan yang ini seluruh peserta harus membentuk formasi lingkaran saling membelakangi temannya dan ketika semuanya berjalan seperti membentuk rangkaian kereta api. Kalau menyenyi kata “chiki”, mereka harus lompat ke depan, sedangkan kata “chaka”, mereka harus melompat ke belakang.

Di luar dugaan, anak-anak merasa sangat terhibur dengan permainan ini, mereka antusias luar biasa! Walau permainan disudahi, mereka bilang “Lagi, lagi, kak, lagi!”. Gw sebagai MC sampe habis nafas lantaran harus teriak-teriak dan loncat-loncat, tapi rasa senang di hati gw ga terkatakan banget saat itu. Seneng banget rasanya liat anak-anak kecil senyum dan tertawa lepas dan tulus seperti itu, melupakan sejenak beban hidup mereka sejenak. Kami semua panitia Natal saat itu berbaur dengan mereka. Tidak ada lagi jurang pembatas agama di antara kami, yang ada hanyalah “kasih”, sama persis seperti lagu permainan yang kita nyanyikan :). Sayang kegembiraan kami harus berakhir sampai disitu.

IMG-20141201-WA0022

Setelah penyerahan sumbangan secara simbolis, kami semua berfoto bersama. Saking berkesannya dengan permainan tersebut, anak-anak masih aja memeragakan huruf L.O.V.E saat difoto.

IMG-20141201-WA0003

“Lain kali datang lagi ya, kak!” kata anak-anak tersebut. Gw sedih pas harus melambaikan tangan saat akan pulang ke rumah 😥

Percaya atau engga, sampai di rumah, gw langsung menangis tersedu-sedu. Menangis karena gw sangat bersyukur karena Tuhan sangat baik. Kalau bukan karena Dia yang berkehendak dan memampukan gw, gw pasti ngga bakalan bisa menjadi MC kaya tadi. Gw beryukur sekali kalau gw dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa baik. Gw bersyukur boleh dikasih kesempatan sama Tuhan untuk melihat keluar dan berbagi dengan teman-teman panti asuhan yang lucu-lucu sekali. Apalah gw ini, manusia yang tercela tapi Tuhan mau memakai gw. Oh Tuhan, kasih aku kesempatan berkali-kali-kali-kali lagi di masa depan untuk melayani anak-anak dan orang lain yang membutuhkan.

Kalau gw mengingat wajah, kepolosan dan keceriaan mereka lagi, gw jadi mengerti mengapa anak-anak kecil adalah empunya Kerajaan Surga seperti yang Tuhan Yesus bilang :

“Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Lukas 18 : 16-17)

Kemarin, tanggal 30 Juni 2014, menjadi salah satu hari yang berkesan di hidup gw. Hari yang membuat gw semakin mantap dan yakin, bahwa visi dan misi gw kedepan adalah untuk melayani saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air yang masih belum beruntung, sebuah visi yang gw punya sejak gw SMA. Yang terpenting bukanlah seberapa banyak pencapain yang kita raih menurut ukuran dunia, melainkan seberapa banyak yang kita lakukan untuk orang lain demi kemuliaan nama Tuhan 🙂

Demikian post gw kali ini, kayanya ini potingan blog terpanjang yang pernah gw buat deh, haha, maaf ya, gw lagi semangat banget nulis ini karena kesan yang gw dapet dari panti asuhan kemaren masih ada sampai sekarang di hati gw. Semoga menginspirasi teman-teman untuk tetap jangan menyerah untuk menolong sesama, walau terpisah benteng SARA. Jika kita punya niat yang tulus, Tuhan pasti bersama kita 🙂

Good night, people! Have a nice dream tonight! 😀

Cokelat Medley

Dia

Tersipu aku oleh senyuman
Begitu indah walaupun sejenak
Ku tak mengerti resah di hati
Kian terasa bergetardi sukma

Reff :
Dia … sinari hatiku s’lalu
Dia … hangatkan jiwaku s’lalu
Adakah dia tahu,asa hatiku
Akankah dia nanti,milikku satu
S’lama-lamanya…

Saat kau hadir hiasi mimpi
Dekap diriku,damaikun tidurkan

Kembali ke : Reff

Saat kau hadir hiasi mimpi

Kembali ke : Reff(2x)

Terlalu Indah

Satu yg kudamba,harapan jiwaku
Hadirnya dirimu,datangnya bayangmu
Menyentuh jiwa ini,menghanyutkan semua angan

Apa yg kucari,hanyalah asaku
Kepada dirimu,seluruh hidupku
Berikan kepadaku,setitik rasa itu

Reff.
Aku mencoba ungkap rasa ini
Namun ku tak sanggup,tak mampu ku berbicara
Begitu berat untuk kukatakan
tak sanggup ku menatapmu,terlalu indah bagiku

Adakah berarti diriku bagimu
Akankah hatimu terbuka untukku
Dimana celah itu,kan kuberi sinarku

Tak kan henti kuberharap
Kelak satu saat nanti
Semua kan terjadi

Salah

Usahku menepis rasa
Rindu yang mendera jiwa
Kau buat aku tersiksa
Bayangan trus menghampiri
Kemanapun kucoba pergi
Dimana harus sembunyi

[hooww wooouuu…]
Lemahku lemah
Tak berdaya

Reff:
Salahkah bila
Ku tak henti mengharapkannya
[hooww woouuu…]
Meskipun akhirnya
Ku tahu dia hanya membuatku terluka

Bayangan trus menghampiri
Kemanapun kucoba pergi
Adakah dia peduli

[huuu huuu huuu huuu huuu huuu huuu]

[howw wooouuu…]
Lemahku lemah
Tak berdaya

Back to Reff:

[huuu]
[howw wooouuu…]
[huuu]
[howw wooouuu…]
[huuu]
[howw wooouuu…]
[huuu]
[howw wooouuu…]

Welcome to My Past!

Tadinya mau nekat menghapus blog tumblr gw yang lama, tapi sayang. Masalahnya disana banyak lirik lagu dan quotes favorit gw. Hanya sedikit aja postingan yang gw bikin sendiri.

Jadi akhirnya tadi gw putusin buat menghapus beberapa “konten terlarang” dalam blog gw tersebut dan mengedit sedikit tampilannya. Boleh dilihat di http://12009039.tumblr.com/

Semua orang punya masa lalu, setiap orang pasti punya masa alay (menurut hipotesis gw aja sih, hehe) dan blog tumblr itu adalah sebagian kecil dari masa lalu gw yang tersisa selain daripada ingatan gw. Yang buruk dihapus, yang baik selalu diingat. Mari memulai cerita baru yang lebih bermakna, menyenangkan dan membawa kebaikan, Rin!

Have a nice weekend!!

Ku Disini

Stop redam amarah mu
Namun jangan berlalu
Hentikan tangismu
Lenyapkan ragumu
Yang selalu lupakan
Semuanya t’lah termaafkan
Tataplah hari baru
Berlari bersamaku
Jangan menyerah ku di sini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi, ku di sini
Genggam erat jiwaku..Ooo

Reff :
Jangan menyerah ku di sini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku di sini
Genggam erat jiwaku

Lihat wajahku lagi
Lihat wajahmu lagi
Katakan cinta mu
Dan untuk selamanya
Jangan menyerah ku di sini
Genggam erat tanganmu
Jangan sembunyi ku di sini
Genggam erat jiwaku..Oooooo

Reff :
Jangan menyerah ku di sini.. Di sini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku di sini
Genggam erat jiwaku..Oooo

by : Sherina Munaf