Rohani

Take Me Deeper

There is a longing
Only You can fill
A raging tempest
Only You can still
My soul is thirsty Lord
To know You as I’m known
Drink from the river
That flows before Your throne

[Chorus:]
Take me deeper
Deeper in love with You
Jesus hold me close in Your embrace
Take me deeper
Deeper than I’ve ever been before
I just want to love You more and more
How I long to be deeper in love

Sunrise to sunrise
I will seek Your face
Drawn by the Spirit
To the promise of Your grace
My heart has found in You
A hope that will abide
Here in Your presence
Forever satisfied

[Chorus x2:]
Take me deeper
Deeper in love with You
Jesus hold me close in Your embrace
Take me deeper
Deeper than I’ve ever been before
I just want to love You more and more
How I long to be deeper in love

How I long to be deeper in love

By : Don Moen

Posted from WordPress for Android

Bagi Dia

Dia Yesus
t’lah mati bagiku
Dia Tuhan
s’lamatkan jiwaku

Bagi Dia pujianku
tak dapat kubalas
kasihNya

Dia angkatku
jadi anakNya
b’ri damai
di dalam hidupku

Bagi dia sembahku
hanya Dia
s’galanya bagiku

Bagi Dia
segala pujian
hormat serta syukur
kekal selamaNya

Bagi Dia
segala pujian
hormat serta syukur
s’lama-lamanya

Be With You

Verse 1:

Savior of my soul
I confide in You
Through all my darkest moments
In You I find my peace
My comfort when I’m weak
I trust in You, through storm and raging sea

Verse 2:

Faithful, You’re my God
You’re the glory and the lifter of my head
Your light it fills my days
It leads me in Your ways
Forever I surrender all to You

Chorus:

And I live to worship You
My Jesus You’re the only one for me
Nothing will ever take Your place
My previous savior
Who can stand between my Lord and me

Lord I live to honor You
And I long to bring my life an offering
Take me higher
Draw me deeper
I give all to be with You

By : Sendy Stepvina

He Has Risen!

“…Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi,” (Yohanes 16 : 7)

Hari ini adalah hari peringatan akan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Jujur aja, boro-boro gw menghayati peristiwa yang luar biasa itu, tadi pagi gw pergi ke gereja dengan perasaan depresi. Selama ini gw merasa gagal banget melakukan kehendak Tuhan. Kayanya apa yang gw perbuat gada yang beres, dalam segi apapun. Ditambah gw orangnya angin-anginan, kayanya makin hari makin bikin dosa, ngga taat dan tekun. Sampai tadi pagi gw berpikir bahwa Tuhan pasti marah sama gw kalo ngeliat kelakuan gw sekarang. Gw ngomong ke diri sendiri, “Jangan ngimpi bisa dapet apa yang lu inginkan, Rin, doa lu ga bakalan didenger Tuhan, karena lu ga pantes buat dapetin itu. Lu liat dong temen-temen lu, mereka ya pantes dapetin apa yang mereka pengen, itu ya karena mereka udah ngelakuin yang terbaik untuk Tuhan. Nah, elu??,”. Kondisi gw seperti jenuh, tipis harapan, terintimidasi dan marah sama diri sendiri. Dan gw jadi ga yakin kalau angkot yang gw naikin saat itu tabrakan dan gw mati, gw bakalan masuk Surga atau ngga.

Gw merasa gw adalah NOL BESAR. Totally a loser.

Sampai akhirnya gw sampe gereja, gw cuman bisa berdoa, “Tuhan, plis kuatkan aku. Aku cape banget, cape sama diri sendiri. Aku tahu aku berdosa dan ga layak untuk menghandap hadirat-Mu. Aku mohon Engkau berbicara padaku saat ini. Ampuni aku yang ga setia dan taat ini,”

Tuhan menjawab doa gw saat itu juga lewat khotbah pendeta. Dia mengingatkan gw kembali akan Kasih Karunianya yang ga terbatas untuk gw.

He has risen! Ada tiga hal menjadi keuntungan kita ketika Yesus naik ke Surga :

1. Hal itu membuktikan bahwa pekerjaannya sudah selesai.

Yesus sudah menyelesaikan segala sesuatunya untuk kita yang percaya kepada-Nya. Dia telah melewati siksaan di kayu salib dan siksaan kubur, namun Ia menang dan Ia bangkit. Ia menang atas maut, dan Ia sudah layak kembali untuk ke Surga, maka Ia naik. Kematian saja Ia taklukkan, keselamatan sudah mutlak ada di tangan-Nya. Apa lagi yang kita takuti jika kita percaya kepada-Nya?

The Christian life is full of hardwork. It’s full of hardwork. The hardwork is not what you think it is. The hardwork is to relax and receive of Christ’s finished work. It is counter-intuitive to our “do something for God” culture – Tullian Tchividjian

Ternyata inilah yang selama ini gw takuti, tapi tidak gw sadari. Gw udah terseret oleh logika dunia. Gw masih di bawah hukum taurat. Gw berusaha untuk taat, namun dengan motivasi yang salah. Dalam keadaan yang diintimidasi oleh pertanyaan orang sekitar tentang masa depan gw, gw selalu berharap gw mendapatkan apa yang gw inginkan. Gw menyangka selama ini berdoa, pelayanan, bekerja, puasa dan apapun itu hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Salah. Gw melakukan itu semua supaya Tuhan mendengarkan doa gw. Gw melakukan itu supaya janji hidup kekal dan masuk Surga ga terlepas dari tangan gw. Gw pengen Tuhan semakin memberkati gw dengan apa yang telah gw lakukan. Gw pengen dipakai Tuhan karna gw mengusahakan hidup gw untuk kudus. Gw berusaha untuk ga berbuat dosa supaya berkat Tuhan boleh mengalir lewat gw untuk orang lain. Dan pada saatnya gw terjatuh, seringkali gw merasa gagal besar dan sulit untuk bangkit.

Tuhan membukakan mata gw lebar-lebar tadi pagi. Bahwa pandangan gw selama ini salah besar.

Kasih setia-Nya, penyertaan-Nya, berkat-Nya selalu ada untuk gw, terlepas apapun yang gw lakukan selama ini. Semuanya tentang Kasih Karunia.

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu. Sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna,” 2 Korintus 12 : 9

Be relax. Jadilah tenang. Janganlah menjadi taat didasari dengan ketakutan. Jangan khawatir. Jangan takut. Kematian saja sudah Ia taklukan dan Ia berikan dengan cuma-cuma. Tuhan Yesus pasti memberkati anak-anak-Nya terlepas dari dosa yang telah mereka perbuat. Tidak ada satupun yang mampu memisahkan kita dengan Kasih Karunia-Nya, asalkan kita percaya. (Roma 8 : 31-39). Terimalah segala pekerjaan yang telah Ia lakukan bagi kita dengan penuh ketenangan. Gw sadar betul, bahwa segala kekhawatiran yang gw tuliskan di atas adalah serba berkebalikan, karena gw hidup gw sudah berlimpah kasih karunia. Perbuatan gw ga ada kontribusinya sama sekali untuk “membujuk” Tuhan supaya Ia mau melakukan apa yang gw inginkan, karena semuanya adalah tentang Kasih Karunia-Nya. Thanks God!

Maka gw sekarang akan hidup taat, murni sebagai bentuk pengucapan syukur kepada Yesus dan untuk kemuliaan bagi Dia. Gw akan menikmati Kasih Karunia Tuhan dengan penuh iman kepercayaan, tanpa ragu-ragu.

2. Membuat kita memiliki Sang Pembela di Surga

Iblis, selain ialah bapa pendusta, ia juga sosok penuduh sejati. Dia selalu mengintimidasi orang-orang percaya supaya merasa tidak layak untuk menerima Kasih Karunia. Dia selalu mengingatkan atas apa yang telah kita perbuat, memutar balikkan fakta, hingga kita menjadi goyah untuk tidak percaya lagi dengan apa yang telah Yesus perbuat.

“Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!,” (Yakobus 3 : 4)

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si Iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh,” (1 Petrus 5 : 8-9)

Mulai sekarang gw mau belajar untuk melawan setiap perkataan Iblis yang mengintimidasi gw dengan Firman Tuhan dan Iman.

“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”

Syukur kepada Allah, karena pada hari penghakiman nanti, ada Tuhan Yesus yang membela gw. Gw membayangkan, ketika Allah menjadi hakim, iblis menjadi jaksa, Tuhan menjadi pembela dan gw menjadi terdakwa. Iblis menuduh gw dengan serangan tuduhan yang bermacam-macam. Ia memaparkan semua data dengan akurat dan menuntut gw untuk masuk neraka. Semua tuduhan itu benar, sangat benar. Tapi ada Yesus yang membela gw. Ia berkata bahwa Kasih Karunia-Nya telah menebus gw dengan cuma-cuma dan gw telah dibayar lunas. Gw bukan orang benar, tapi dibenakan. Gw bukan orang yang layak, tapi Ia layakkan untuk hidup kekal bersama-Nya di Surga. Sungguh, gw sebagai terdakwa pasti akan menari kegirangan karena Tuhan Yesus baik !!

3. Membuat kita memiliki Sang Penolong di bumi.

Siapapun pasti akan membantah tentang konsep Kasih Karunia ini. Karena apa? Sama seperti yang Tullian Tchividjian bilang, bahwa sudah intuisi kita untuk melakukan sesuatu untuk Tuhan, maka Ia akan memberkati kita, mendengarkan doa kita dan mengampuni kita. Sudah intuisi kita untuk tunduk di bawah peraturan Hukum Taurat, maka kita layak untuk dikasihi Tuhan. Intuisi kita mengatakan, bahwa bekerja keraslah terlebih dahulu dulu, maka selanjutnya kita akan mendapatkan upah yang pantas.

Sadarkah kita, bahwa apapun yang kita lakukan, pasti tidak ada apa-apanya di mata Allah. Manusia itu tercela, hina dan tidak pantas untuk masuk Surga, jangan harap sebanyak apapun yang mereka lakukan bisa membuat luluh hati Allah. Hanya Kasih Tuhan yang bisa membayar itu semua dengan harga yang pantas. Syaratnya satu : percaya saja.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3 : 16)

See? Semuanya bukan tentang apa yang telah kita lakukan. Tetapi semuanya adalah tentang apa yang Yesus lakukan.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2 : 8-9)

Dan yang membantah konsep ini juga mengatakan, “Enak banget ya jadi orang Kristen, karena mereka percaya bahwa mereka mendapat Kasih Karunia. Mereka bisa santai dong, kan udah dapet berkat keselamatan, modal percaya doang!”

Salah. Kasih karunia justru memotivasi, bukan memanjakan.

“Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku,” (1 Korintus 15 : 10)

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” Galatia 5 : 13

Karena kebangkitan-Nya, maka Yesus mencurahkan Roh Kudus bagi anak-anak-Nya yang ia tinggalkan di dunia ini. Roh kudus menolong kita untuk bekerja lebih keras lagi, terus berbuah dan melakukan kehendak Allah.

Mari teman-teman, kita bekerja lebih keras lagi untuk lebih tenang dalam menikmati pekerjaan-Nya yang sudah Ia selesaikan di kayu salib. Terimalah Kasih Karunia-Nya dengan iman yang tegus. Lakukanlah segala sesuatu untuk kemuliaan Allah dan penuh ucapan syukur. Jadilah terang supaya menjadi berkat bagi banyak orang, khususnya bagi mereka yang belum percaya, supaya mereka boleh menerima hal yang sama pula dengan kita.

“Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8 : 31-32)

Ketika kita percaya, maka hidup kekal pasti Ia berikan. Hal itu saja sudah lebih dari cukup, namun Ia tetap memberikan berkat yang lain. Percaya saja. Tidak ada yang menghalangi kita dengan Kasih Karunia-Nya.

Amen.

Pelangi Kasih-Nya

apa yang kau alami kini,
mungkin tak dapat engkau mengerti,
cobaan yang engkau alami,
tak melebihi kekuatanmu.

Tuhanmu tak akan memberi,
ular beracun pada yang minta roti,
satu hal tanamkan di hati,
indah semua yang Tuhan b’ri.

tangan Tuhan sedang merenda,
suatu karya yang agung mulia,
saatnya ‘kan tiba nanti,
kau lihat pelangi kasihNya.

Terimakasih Tuhan untuk hari ini, terjadilah kehendakMu di bumi dan di surga