Sad

Cukup

Dunia kita berbeda katamu
Mimpi kita juga ujarku
Membisu tidak akan mampu membuat itu menjadi sama

Aku disini merapuh
Menggenggam ingatan akan janji-janjimu
Tentang jalan itu dan senja itu
Wajahku lesu dan ragaku layu karena menunggu
Pinta saja aku untuk menanti,maka aku akan berdiri
Nyatanya kau tidak peduli, ketika seiring waktu aku lemah disini

Cukup sudah angan-angan ini,aku sudah terlalu sakit
Ketika aku melangkah pergi tanpa pamit
Baru kusadari bahwa selama ini aku memang seorang diri

Dan entah kau ingat janjimu atau tidak

Sepertinya tidak.

Kesepian dan Harapan

Kawan lama datang kembali,

Namanya Kesepian,

Akhir-akhir ini ia sering menghampiri,

Tanpa diundang, ia malah menjamuku dan berusaha menyenangkanku,

Berdua kami menikmati matahari sore, juga memandang terang bulan,

Lihat, betapa asiknya ia berceloteh, sedangkan aku bungkam tenggelam sendiri,

Mendengarkan senandungnya tentang masa lalu ,

Sambil menyesap manisnya suguhan kenangan yang sudah lewat,

Sesekali ia mengalunkan lagu tentang rindu,

Untuk para sahabat yang menari di seberang lautan,

Untuk kekasih yang berjanji untuk datang, namun tak berjanji kapan ia akan tiba,

Untuk mimpi-mimpi yang tak kunjung jua menjadi nyata,

Untuk orang yang disini dan orang yang ada disana,

Huh, temanku ini sama sekali tidak berguna!

Untuk apa dia membuat lagu seperti itu? Menyakitkanku saja!

Maka kusiram saja dia dengan air kenangan yang ada di gelasku,

Aku benci, aku muak, aku marah dengannya,

Pergilah dari sini! Jangan datang lagi!

Kesepian terkesiap, pintu kubanting di depan matanya,

Ia bingung, merasa bersalah, lalu ia mencari cara,

Keesokan harinya ada yang mengetuk pintu di pagi hari,

Bersamaan dengan terbitnya mentari di ufuk timur,

Adalah Harapan, kerabat si Kesepian,

Membawakanku seikat bunga tulip,

Lengkap dengan kartu ucapan maaf dari Kesepian,

Kesepian tidak bisa datang di kala pagi, katanya,

Namun ia tidak bisa menunggu lama untuk meminta maaf padaku,

Lalu kupeluk erat Sang Harapan hingga tersedu,

Mengadu, tentang betapa jahatnya Si Kesepian,

Sekarang giliran aku yang bercerita dan Harapan yang memasang telinga,

Setelah semua keluh kesah berganti dengan kelegaan,

Harapan membuka telapak tangan dan memberiku benang dan jarum pintal,

Harapan mengajariku cara menyulam mimpi ,

Aku senang sekali merenda angan bersama Harapan,

Aku bisa tersenyum kembali,

Air mataku tidak mengalir lagi,

Apakah kamu suka melakukan ini? tanya Harapan,

Tentu saja, kataku langsung tanpa berpikir,

Sebenarnya, katanya lagi, Kesepian akan kembali lagi kemari,

Dia teman yang baik dan juga setia,

Dia bermaksud untuk menemani, hanya saja ia tidak mengerti,

Kenakanlah sulaman ini ketika ia tiba,

Supaya kamu tidak kedinginan,

Supaya air matamu bisa diseka,

Supaya kau ingat juga akan aku,

Aku berjanji aku akan datang setiap pagi,

Seketika mukaku muram, kugenggam kain rajut yang sudah jadi itu erat-erat,

Lalu Harapan pergi seiring senja datang,

Benar saja, tak lama Kesepian datang lagi,

Seperti biasa, aku tidak menyambutnya, dan dia menyiapkan segala sesuatunya sendiri,

Namun aku mau berdamai dengannya,,

Kuterima saja dia dalam diam,

Kudengarkan saja celotehannya yang dingin, menusuk dan mengigit,

Terimakasih kepada Harapan,

Aku tetap hangat dalam rajutan angan,

Hangat kurasa hingga terlelap saat Si Kesepian berbicara,

Diam-diam kuhapus air mataku ketika Kesepian tidak melihat,

Aku akan sabar menunggu malam ini lewat,

Dan menyambut esok pagi bersama ia yang membuatku bersemangat,

Walaupun hari-hari terasa berjalan amat sangat lambat,

Selalu kupegang kata-kata Sang Harapan,

Percayalah, Kesepian pun suatu saat akan bosan membual,

Ia juga akan pergi ketika waktu dan jarak bersepakat untuk memisahkan kalian.

Hero of My Story

He never ever saw it coming at all
He never ever saw it coming at all
He never ever saw it coming at all

It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right

Hey, open wide here comes original sin
Hey, open wide here comes original sin
Hey, open wide here comes original sin

It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right

No one’s got it all
No one’s got it all
No one’s got it all

Power to the people
We don’t want it
We want pleasure
And the T.V.s try to rape us
And I guess that they’re succeeding
Now we’re going to these meetings
But we’re not doin’ any meetin’
And we’re trying to be faithful but we’re cheatin’, cheatin’, cheatin’

Hey, open wide here comes original sin
Hey, open wide here comes original sin
Hey, open wide here comes original sin

It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right

No one’s got it all
No one’s got it all
No one’s got it all

Power to the people
We don’t want it
We want pleasure
And the T.V.s try to rape us
And I guess that they’re succeeding
And we’re going to these meetings
But we’re not doin’ any meetin’
And we’re trying to be faithful but we’re cheatin’, cheatin’, cheatin’

I’m the hero of the story
Don’t need to be saved
I’m the hero of the story
Don’t need to be saved
I’m the hero of the story
Don’t need to be saved
I’m the hero of the story
Don’t need to be saved

It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right
It’s al-right, it’s al-right, it’s al-right

No one’s got it all
No one’s got it all
No one’s got it all

by : Regina Spektor

Love Love Love

Well, maybe I’m a crook for stealing your heart away
Yeah, maybe I’m a crook for not caring for it
Yeah, maybe I’m a bad, bad, bad, bad person
Well, baby, I know.

And these fingertips
Will never run through your skin
And those bright blue eyes
Can only meet mine across the room filled with people that are less important than you.

All ’cause you love, love, love
When you know I can’t love
You love, love, love
When you know I can’t love
You love, love, love
When you know I can’t love you

So I think it’s best we both forget before we dwell on it
The way you held me so tight
All through the night
‘Til it was near morning

‘Cause you love, love, love
When you know I can’t love
You love, love, love
When you know I can’t love
You love, love, love
When you know I can’t love you

All ’cause you love, love, love
When you know I can’t love
You love, love, love
When you know I can’t love
You love, love, love
When you know I can’t love you

by : Of Monsters and Man

Tetap Dalam Jiwa

tak pernah terbayang
akan jadi seperti ini pada akhirnya
semua waktu yang pernah kita lewati bersama
nyata hilang dan sirna

hitam putih berlalu, janji kita menunggu
tapi kita tak mampu
seribu satu cara kita lewati
tuk dapatkan semua jawaban ini

bila memang harus berpisah
aku akan tetap setia
bila memang ini ujungnya
kau kan tetap ada di dalam jiwa

tak bisa tuk teruskan
dunia kita berbeda
bila memang ini ujungnya
kau kan tetap ada di dalam jiwa

memang tak mudah tapi ku tegar
menjalani kosongnya hati
buanglah mimpi kita yang pernah terjadi
dan simpan tuk jadi history

hitam putih berlalu, janji kita menunggu, tapi kita tak mampu
seribu satu cara kita lewati tuk dapatkan semua jawaban ini

bila memang harus berpisah, aku akan tetap setia
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa

tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (dunia kita berbeda)
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (dunia kita berbeda)
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (dunia berbeda)
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda (ooooh oooo)

bila memang harus berpisah, aku akan tetap setia
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa
tak bisa tuk teruskan, dunia kita berbeda
bila memang ini ujungnya, kau kan tetap ada di dalam jiwa

by : Isyana Sarasvati

Keep Smiling, Keep Dreaming, Keep Praying.

Lagi lagi pengen nulis. Mungkin karena gw sekarang lagi krisis temen cewe yang bisa diajak bicara. Sosmed bisa aja membantu menghubungkan gw dan sahabat-sahabat gw, tapi apa daya mereka udah punya urusannya masing-masing. Gw butuh temen yang real bisa diajak bicara di hadapan gw sekarang. Tapi daripada pikiran gw melantur kemana-mana, lebih baik gw menuangkannya pada blog.

Malem minggu yang galau. Bukan gara-gara jomblo, bukan gara-gara gw malem ini ga kemana-mana, tapi gw dapet berita lagi-lagi kehilangan kolega di kantor. Kolega gw itu cewe.

Ditinggalin itu rasanya engga enak banget. Hari demi hari gw menyaksikan para kolega gw satu per satu meninggalkan tempat dimana gw bekerja, menyongsong kehidupan mereka yang baru, yang terlihat sangat sangat sangat menyenangkan. While I still stuck in my place, overwhelmed with boredom and rutinity. Sebagai seorang yang berjiwa petualang besar dan memiliki daya imajinasi tinggi, gw merasa sangat terkungkung di tempat gw yang sekarang. Sekarang gw tau banget rasanya si katak yang terjebak dalam tempurung. Gw sangat tersiksa dengan kebosanan, ditambah harus melihat kenyataan temen-temen gw yang sudah hijrah ke dunia luar sana.

Kemarin jumlah cewe di kantor gw masih ada tiga. Sekarang setelah kolega cewe yang satu angkat kaki dan kolega cewe yang satu lagi udah punya kehidupannya sendiri karena beliau sudah menikah, alhasil gw bener-bener ngerasa sendirian. Gw sangat menikmati persahabatan dengan temen-temen cowo di kantor gw, mereka semuanya asik-asik banget kok. Tapi percayalah, setomboy-tomboynya gw masih butuh temen cewe.

Ga hanya di tempat kerja, temen-temen gw yang lain yang di luar lingkaran tempat kerja, khususnya di lingkungan Gereja, juga satu per satu mulai keluar Bandung. Yang paling sedih lagi, gw tau bulan kapan aja di masa mendatang saat sahabat-sahabat gw pergi.

Rasanya sedih…banget.

Rasanya lelah untuk bertanya,”Kapan?,” terhadap diri sendiri dan Tuhan.

Sekarang udah lewat tengah malam, lebih baik gw tidur.

Gw percaya, berdoa bukanlah hanya suatu solusi, tapi itu adalah solusi yang melebihi di atas segala solusi.

Keep smiling, Rin. Cheers.

Esok pagi bangunlah dari tidurmu, dan terus bermimpi.

Sunday Bloody Sunday (U2 Cover)

I can’t believe the news today
Oh, I can’t close my eyes and make it go away
How long, how long must we sing this song?
How long, how long?
Tonight, we can be as one tonight

Broken bottles under children’s feet
And bodies strewn across the dead end street
But I won’t heed the battle call
It puts my back up
Puts my back up against the wall

Sunday, bloody Sunday
Sunday, bloody Sunday
Sunday, bloody Sunday
Sunday, bloody Sunday

And the battle’s just begun
There’s many lost, but tell me who has won
The trench is dug within our hearts
And mothers, children, brothers, sisters torn apart

Sunday, bloody Sunday
Sunday, bloody Sunday

How long, how long must we sing this song?
How long, how long?

And it’s true we are immune
When fact is fiction and TV reality
And today the millions cry
We eat and drink while tomorrow they die, yeah

I wipe the tears from your eyes
I wipe your tears away
(Tonight, tonight)
I wipe your tears away
(Tonight, tonight)
I wipe your tears away
(Tonight, tonight)
I wipe your bloodshot eyes
(Tonight, tonight)

Sunday, bloody Sunday
Sunday, bloody Sunday
Sunday, bloody Sunday
(The real battle just begun)
Sunday, bloody Sunday
(To claim the victory Jesus won on…)

Sunday, bloody Sunday
Sunday, bloody Sunday

by : Paramore

My deep condolence to people in Palestine. Dear God, please stop the war. #SavePalestine