videography

Proses Shooting Video Klip “Natrium Klorida” (Tim Pelayanan Adik Asuh Panglima Polim)

Wah gila, udah lama banget gw ga nulis…(Bosen ya openingnya begini melulu)

Percaya atau tidak, betapa gw ingin memulai menulis dari kemarin. Tapi ya begini kalau udah kelamaan ga nulis, rasanya skill menulis gw seperti menumpul, ibarat pisau yang terlalu lama tidak dipakai, berkarat dan tumpul. Gw sebenernya sedih, entah kenapa gairah gw untuk membaca dan menulis menjadi hampir hilang sama sekali.

Aneh. Kalau dulu kelamaan tidak menulis gw akan merasa terbeban, seperti orang yang punya hutang dan ingin cepat-cepat membayar. Kalau sekarang masih merasa seperti punya hutang juga, hanya saja kali ini gw enggan untuk membayar hutang gw. Gw ingin berlama-lama menunda melunasi.

Apa mungkin karena gara-gara gw pacaran? *mikir keras*

Haha, ngga juga sih. Kemarin gw fokus mempersiapkan diri gw untuk test LPDP. Dan banyak kegiatan lain. Besok adalah pengumuman LPDP, gw berharap hasilnya adalah kado natal terindah dari Tuhan di tahun ini 🙂

Ayo kembali semangat membaca dan menulis, Rin!

Hmm…kali ini gw mencoba menulis pengalaman kemarin membuat video klip bersama adik-adik asuh gw, dalam rangka Healthy Dance Competition di Jambore Sahabat Anak 2016.

Seperti postingan gw sebelumnya di sini, di tahun ini, meskipun gw anak baru, Puji Tuhan gw mendapat kehormatan untuk menjadi PJ Area Panglima Polim di JSA (Jambore Sahabat Anak) 2016. Pada acara JSA XX tahun ini, masing-masing komunitas peserta mendapat kesempatan mengikuti Healthy Dance Competition Video. Jujur, mengetahui hal ini membuat gw merasa tertantang dan bergairah, karena sesungguhnya dunia videografi merupakan bagian dari passion gw juga. Setelah melihat contoh videonya, segera gw membuat konsep video bersama kakak-kakak yang lain.

Gw sangat menikmati proses pembuatan video klip ini

  • Dimulai dari membuat lirik lagu “Natrium Klorida” (Untuk mengisi irama lagu Dawin – Desert). Beryukur ada kakak asuh bernama Permata Okvianti (Ovi) yang suaranya bagus banget! Bersyukur juga Ovi bisa merekam suaranya sendiri dan mengeditnya di suatu software.
  • Membuat konsep bersama kakak panitia JSA dari Panglima Polim, berkaitan dengan kostum, setting, property, timeline, dll. Kebetulan adik-adik setiap minggu belajar di PSKD 4, sehingga kita memutuskan untuk syuting di gedung sekolah, dengan kostum yang casual. Sebisa mungkin, kita low budget, hehe. Puji Tuhan banget gw punya kamera, thank you, Lord 🙂
  • Bertemu dengan pelatih dancer, temennya Mas Jojo (a.k.a pacarku, hehe), lumayan jadi nambah temen
  • Menemani adik-adik berlatih nari. Bukan hal yang mudah menghadapi anak-anak remaja yang tukang ngelesnya luar biasa dan susaaaahhhh banget buat diatur. Gw disini belajar buat sabar
  • Tidak cukup sampai disitu, gw juga harus super sabar banget saat menjadi sutradara dan mengatur adik-adik ketika rekaman berlangsung. Terimakasih untuk kakak-kakak yang membantu gw, maafkan kalo sikap gw saat itu berasa kaya sutradara yang merintah-merintah crew. Gw terharu ada yang ngipasin gw, mayungin gw, bantuin ngatur adik-adik (baca : ngomel), ahaha…
  • Gw jadi belajar lagi tentang teknik pengambilan gambar dan jadi punya ide bagaimana untuk mensetting peralatan untuk syuting di lapangan.
  • Gw seneng banget bisa belajar ngedit video Adobe Premiere Pro. Sofware ini amazing banget, sangat memudahkan gw dalam mengedit. Puji Tuhan juga laptop gw masih kuat buat nginstall softwarenya yang cukup berat, hehe
  • BERYUKUR BANGET kalau akhirnya di kompetisi ini, videonya bisa dapet juara 1! Wah Tuhan, sungguh Engkau luar biasa!! So proud of you guys…kakak-kakak dan adik-adik!!!
  • Bersyukur bisa melihat adik-adik peserta Healthy Dance Competition ini bisa tampil di panggung utama. Tujuan gw memang supaya mereka punya pengalaman tampil berani di atas panggung dan punya pengalaman saat syuting (bisa melihat kejadian di balik layar)

IMG-20160612-WA0046IMG-20160612-WA0045IMG-20160612-WA0043IMG_20160612_171541IMG_20160612_171420IMG_20160612_172427DSC_0002

img-20160617-wa0004

Begitulah cerita singkat dari proses pembuatan video klip di bulan Juni kemarin. Gw merasa sangat terberkati dengan prosesnya, Tuhan kasih gw kesempatan memiliki pengalaman yang luar biasa seperti ini. Mendapat juara 1 dan juga…pacar (ehm) adalah bonus :). Terimakasih Tuhan untuk kehidupan yang menyenangkan 😀

IMG-20160801-WA0172

IMG_20160731_145319

Aku bangga dengan kalian, adik-adik! 🙂

Video klip “Natrium Klorida” bisa dilihat di sini

Sekian tulisan gw kali ini. Akhirnya semangat gw nulis kembali lagi. Yah, seperti pepatah, alah bisa karena biasa, alah biasa karena dipaksa! :p

Sampai bertemu di momen Jambore Sahabat Anak selanjutnya! Gw pasti jadi panitia lagi 🙂

God bless us!

Publikasi Kebaktian Paskah – Prapaskah 2015

Lagi-lagi gw membuat video. Kali ini bertujuan untuk membuat publikasi kepada jemaat di Gereja gw, GKJB Pepanthan Bansel mengenai rangkaian kebaktian Prapaskah hingga Paskah. Berbekal (lagi-lagi) dengan kamera pinjaman, gw melakukan shooting dalam beberapa jam di hari yang sama, lalu mengeditnya dengan sederhana di Windows Movie Maker. Enjoy! 🙂

Dibuang Sayang

Pas iseng-iseng buka folder foto lama di komputer, terkadang terselip video-video pendek yang berisi rekaman berbagai kejadian. Pada saat itu tujuan gw merekam video hanya untuk menangkap suasana momen tertentu, walaupun pada akhirnya video-video itu dipikir-pikir ga terlalu penting memang. Daripada dibuang sayang, gw punya ide untuk membuat video dokumenter kecil-kecilan dari gabungan video-video yang kurang penting tersebut, sekalian untuk melatih kemampuan gw dalam mengedit video.

Alur video dibuat mengalir saja seiring dengan penggabungan video-video yang ada. Gw mengelompokkan video tentang langit (pagi, siang, sore), tentang momen bersama teman dan keluarga, tentang pantai, dll. Kemudian gw memilih lagu “The Beauty of The Way We’re Living” dari Club 8 sebagai backsound dari video ini, yang dimana lirik dan nadanya menunjang untuk memperkuat suasana pada video. Semua ini dikerjakan menggunakan software Windows Movie Maker. Kesulitan pembuatan video ini terletak pada sinkronisasi antara lagu dan momen pada video.

Sayang, jadinya resolusi gambar pada video ini kurang bagus. Sebenernya data size pada video ini sengaja dicompress supaya jadi kecil dan gampang untuk diupload ke Youtube. Harap maklum, hehe.

Sebenernya gw agak menyesal, kenapa gw ga merekam setiap tempat yang gw kunjungi. Hmm…untuk kedepannya gw mungkin akan selalu merekem video di setiap travelling yang gw lakukan, lalu gw bagikan pada pembaca sekalian. Untuk tantangan berikutnya mungkin gw akan mengedit video dengan Adobe Premiere Pro yang katanya memiliki fitur-fitur yang lebih variatif.

Silakan menikmati video sederhana yang baru gw buat :

Have a nice dream, readers! 🙂

The Amateur Director

Hello! Topik gw postingan kali ini tentang kisah gw menjadi sutradara for the first time. Meskipun hanya bikin film kecil-kecilan plus ilmu videografi ala amatiran, Puji Tuhan gw bisa menyelesaikan film pendek berdurasi sepuluh menit selama kurang lebih satu minggu. Jangan tanya masalah kualitas ato teknik gw dalam mengambil gambar, pokonya jangan, namanya juga amatiran, haha. Videonya bisa rampung aja Puji Tuhan banget.

Menurut gw ini project yang cukup gila, karena sebagian besar eksekusinya dihandle oleh gw sendiri dan videonya harus jadi dalam rentang seminggu. Berawal dari permintaan temen-temen panitia paskah di Gereja untuk membuat video tentang keluarga (mereka tau kalau gw suka bikin naskah) dalam rangka menghimbau jemaat untuk bersaat teduh di lingkungan keluarga. Dikasih tanggung jawab kaya gitu kepala gw langsung mumet mikirin gimana caranya soalnya gw belum pernah bikin video sama sekali!

Pas dapet tugas kaya gitu, gw langsung kepikiran beberapa langkah yang harus gw jalanin  :

  1. Bikin naskah
  2. Cari dan hubungi para pemain yang cocok dengan karakternya
  3. Latihan akting
  4. Ambil gambar
  5. Edit video
  6. Uji tayang di gereja

Banyak yee…kelar kaga ya seminggu?

Gw kepikirannya untuk shooting kali ini dibutuhkan kamera yang bagus, supaya kualitas gambar yang diambil mantep. Oleh sebab itu gw tadinya mau minta tolong Ariza atau Mas Catur buat minta tolong pengambilan gambar, tapi berhubung Ariza tempat tinggalnya terlalu jauh dan Mas Catur menolak dimintai tolong lantaran belom pernah video shooting sama sekali (apalagi gue!), walhasil antara berani dan nekat gw memutuskan buat shooting sendiri. Nekat banget gila, gw pake kamera oke aja belom pernah! Sebenernya gw sangat suka dan tertarik luar biasa dengan dunia photography dan cinematography, tapi ya gimana ya, belom punya duit buat beli kamera bagus yang mendukung hobby gw yang satu itu, hehe. Tapi gw yakin suatu saat Tuhan pasti kasih gw kamera :0

Tapi Tuhan memang selalu baik. Dia selalu menyediakan apa yang kita butuhkan, terlebih untuk pelayanan. Gw tadinya berpikir buat shooting pake pocket camera aja, berhubung gw ga pernah pake DSLR ato handycam. Susah banget nyari yang mau minjemin pocket camera, satu-satunya yang mau minjemin malah nawarin kamera DSLR Canon EOS 60D, gokillll. Jesus, You rock! Terimakasih buat Muhammad Edo Marshall yang mau mempercayakan kamera super kerennya di tangan gw selama dua hari, semoga lu cepet dapet jodoh (Amen!). Btw itu doi dapet kamera itu dari doorprize kantor pas akhir tahun kemaren, betapa iriiiii banget gw saat itu pas tau si Edo yang dapet, soalnya gw ngincer banget dooprize yang satu itu. Tapi setelah dikasih kesempatan “bermain” sama kameranya selama dua hari kemarin, ternyata gw mendapat kegembiraan yang lebih dari cukup J

Berikut kronologis gw dalam membuat film pendek :

Minggu, 8 Februari 2015 – Senin, 9 Februari 2015

Selama dua hari gw memikirkan konsep cerita dan menuangkannya dalam bentuk naskah pendek. Puji Tuhan, akhirnya gw bisa menemukan para pemain yang cocok dan mau berkomitmen. Berikut naskah asli yang gw tulis :

Pembukaan

Pak Firdaus :

Shalom, bapak, ibu dan saudaraku di Gereja Kristen Jawa Bandung Pepanthan Bandung Selatan. Apakabar? Semoga semuanya baik, sehat dan selalu dalam perlindungan Tuhan. Sebentar lagi kita akan merayakan Paskah. Apakah kita sudah mempersiapkan hati kita untuk menyongsongnya, atau biasa-biasa saja seperti hari-hari yang lain?

Drama Keluarga

Karakter

  • Ibu                               : Rempong, cerewet           , oleh Bu Agus Rianto
  • Bapak                          : Pendiam (Tokoh Utama) ,  oleh Om Satrio
  • Anak laki-laki               : cuek, suka maen PS         , oleh Awan
  • Anak perempuan         : centil, sibuk sendiri,          , oleh Riri

(Alkisah diceritakan ada sebuah keluarga di GKJ Pepanthan Bandung Selatan)

(Setting Meja Makan)

Bapak     : Awan, awan?

Awan     : Iya (nada ogah-ogahan)

Bapak     : Ayo makan

Awam    : Ga ah, lagi seru nih main Psnya!

Bapak     : Hmm…Riri? Ayo makan!

Riri         : Aduh paakkk, ntar deehh…ini gosipnya lagi seru nih…halo Cyin, jadi gimana2? Si   Cinta jadian sama si              Rangga?? Sumpe loo??

Bapak     : Bu, Ibu, temenin Bapak makan yok…

Ibu          : (nyamperin bapak, duduk di kursi meja makan, tapi sambil main gadget)

Bapak     : Bu, ini anak-anak gimana toh ya, disuruh makan tapi kok pada sibuk sendiri-sendiri…kan enak gitu loh kalo kita sehari sekali aja makan berempat di meja makan…Bu…Bu!

Ibu          : Apa toh Pak?

Bapak     : Ini lagi Ibu juga asik sendiri, pasti lagi fesbukan

Ibu          : Ih, Bapak sok tau…ini ibu lagi nyari resep masaaakk…kan kalo ibu masak yang enak juga siapa? Bapak sama anak-anak juga kan?

Bapak     : Itu loh bu, anak-anak…

Ibu          : Ya udahlah pak, namanya juga anak-anak yang lagi remaja, punya dunianya sendiri-sendiri…wes ah, aku mau praktek resep ini dulu…pasti enak, slurrppp…

(Ibu pergi, tinggal Bapak di meja makan sendiri)

***

(Bapak mengambil alkitab, ada kertas yang jatuh, lalu mengambil kertas tersebut. Bapak tersenyum sendiri, lalu pergi)

(Sang Bapak memanggil anggota keluarganya satu per satu, ada penolakan tapi akhirnya nurut juga)

(Semua anggota keluarga berkumpul di ruang tamu)

Bapak     : Bapak kumpulkan kita semua disini buat renungan bareng. Sebentar aja kok, ga akan menghabiskan waktu kalian.

Kemarin kan waktu kita ke gereja kita dikasih ini nih (sambil ngacungin kertas renungan), renungan untuk keluarga dalam masa Pra-Paskah. Gimana kalau mulai hari ini kita teratur buat saat teduh bareng? Sebentar aja setiap harinya.

Awan     : Ah, ngebosenin amat sih pak

Bapak     : Dicoba dulu…kamu main PS bisa sampe 4 jam, masa untuk renungan bareng yang ga nyampe setengah jam aja gak bisa??

(Keluarga hening)

Bapak     : Ya udah yuk, sebelum mulai renungan ini mari kita berdoa…

Ibu          : Ulangan 30 : 15 – 20

Awan     : Mazmur 1

Riri         : Lukas 9 : 22-25

Bapak     : Renungan Singkat

(Drama ditutup dengan adegan berdoa bareng sekeluarga)

***

Penutup

Pak Firdaus          :

Dengan ini saya mengajak bapak ibu dan saudara sekalian untuk memulai kebiasaan ber-saat teduh, dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan ini amat sangat baik untuk membangun hubungan baik dengan Tuhan, mengintropeksi diri, khususnya mempersiapkan hati kita dalam menyongsong hari raya paskah. Perayaan Paskah bukanlah hari yang biasa. Kita sepatutnya sangat bersyukur karena perayaan ini mengingatkan kita akan kasih Allah yang luar biasa bagi kita sekalian.

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Selamat hari minggu saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.

***

Gimana naskah gw? Jadi inget film jadoel “Keluarga Cemara” yak? :p

Selasa, 10 Februari 2015 – Rabu, 11 Februari 2015

Dua hari ini terasa cukup berat dijalani karena gw harus fokus dalam mengambil gambar dalam keadaan badan meriang. Hufft.

Gw menerima kamera si Edo di tangan gw pas Selasa siang. Waktu itu gw cepet aja diajarin sama dia cara nyalainnya, cara megang yang bener, cara ambil gambar, cara ngecharge sampe cara buat masukkin kamera ke tas. Saking hati-hatinya, gw ngejaga kamera itu kaya ngejaga bayi gw sendiri (lebay yak, haha). Sensasi megang kamera mahal yang gw impi-impikan tuh….gitu deh, deg-degan kaya ketemu gebetan, haha. Tuhan, plis kasih gw kamera yang semacem itu, Ameenn!

Selasa siang terima kamera, Selasa malemnya langsung janjian sama pemain buat latihan drama plus shooting, karena keterbatasan waktu. Shooting dilakukan di rumah Keluarga Agus Rianto di daerah Cincin Permata Indah. Saat pertama dateng ke rumahnya, gw langsung ngeliat-liat ruangan yang ada di rumah itu untuk mengira-ngira sudut pandang gambar yang akan gw ambil dengan pencahayaan yang cukup, disesuaikan dengan naskahnya.

Pengambilan gambar berlangsung lancar. Gw salut sama para pemain yang tidak perlu berlama-lama latihan, tapi dapat mengekspresikan karakter yang gw bayangkan. Satu jam pertama digunakan untuk  script reading dan latihan acting, kemuadian satu jam berikutnya langsung dilakukan shooting. Puji Tuhan, ga perlu berkali-kali retake. Good job guys! Besok malemnya gw janjian sama Pdt. Firdaus buat shooting  pembuka dan penutup film pendek tersebut.

Gw ga pernah ambil gambar sama sekali sebelumnya, hanya berbekal dari nonton film aja. Untung kameranya cukup berat, jadi tangan gw gabisa gemeteran, hehe. Tapi telapak tangan gw jadi dingin banget gara-gara nervous.

Jadi sutradara itu asik banget. Sensasi saat mengatakan “Action!” dan “Cut!” itu…

Menyenangkan 🙂

Kamis, 12 Februari 2015 – Jumat, 13 Februari 2015

Gw belum bisa bernafas lega karena gw harus menyatukan dan mengedit semua video yang gw ambil, gw takut gabisa pake software-nya karena gw tuh gaptek banget (gw sering dibilang ndeso sama Vian, asem). Di tengah kondisi badan yang kurang fit (gejala flu dan gejala sakit perut mau dapet, nice…), kerjaan kantor yang banyak dan pikiran persiapan wawancara beasiswa pas weekend, gw khawatir gw ga bakalan maksimal dalam mengedit video. Belum lagi ditambah harus ikutan rapat panitia paskah, super exhausted!

Pas gw tanya Edo sama Vian sih katanya gampang ngedit video pake Windows Movie Maker ato Adobe Premier Pro. Setelah belajar dikit sama Karin, ternyata ngedit video itu….gampang dan menyenangkan lho! Kalo kata Pak Bos Benyamin Sapiie, kalo anak ITB gabisa pake software dalam waktu 2 minggu itu sungguh dipertanyakan. Pepatah yang jero banget untuk gw yang gaptek, hehehe.

Dalam mengedit video, proses yang paling lama adalah menyeleksi video yang terbaik dari beberapa kali retake, trimming, dan menggabungkannya. Untuk final touch seperti mengattach musik dan menyisipkan tulisan bisa dibilang cukup cepat.

Berikut soundtrack yang gw pake sebagai pensuasanaan dalam film :

  • More Than by Hillsong United
  • All Praise to The King by Hillsong United
  • I Could Sing of Your Love Forever by Hillsong
  • I Could Sing of Your Love Forever by Hillsong United

Terimakasih untuk dukungan Mama dan Papa yang mau nemenin gw selama pengambilan gambar, mau menjadi penonton pertama atas karya anaknya serta memberi masukan dalam mengedit video 🙂

Sabtu, 14 Februari 2015 – Minggu, 15 Februari 2015

Di hari ini gw menguji coba tayang film pendek yang sudah gw buat di Gereja, berkoordinasi dengan Pak Parman untuk mengecek sound systemnya juga. Puji Tuhan tidak ada tantangan yang berarti :). Untuk yang mau beli kamera Canon EOS 60D, sangat gw rekomendasikan dalam membuat video bagi pemula, karena resolusi gambarnya tajam dan kualitas suara yang ditangkap sangat baik.

Tadi pagi di barisan paling belakang gw turut menyaksikan pemutaran film pendek itu untuk pertama kalinya ditonton oleh seluruh jemaat gereja sebelum mulai kebaktian. Sebagian besar berkomentar positif, ada juga yang berkomentar negatif karena durasi videonya kelamaan (10 menit, susah banget buat ngurangin durasi video tanpa mengurangi esensi ceritanya!). Semoga semua jemaat boleh terberkati oleh film yang gw buat. I do all the works and You get all the glory, Jesus 🙂

Thanks Lord for everything. Thanks for this great opportunity. Actually  I dream about this all the time and You give me this chance to bring it into reality. I believe, there is another chance in the future to do the same thing again, to make an inspiring movie for many audience. Amen.

Buat yang mau nonton, berikut videonya :

Sekian kisah gw menjadi sutradara film  dan kisah Sang Sutradara hidup gw yang mengasihi gw dan mengerti segala keinginan dan cita-cita gw, sehingga gw boleh punya pengalaman fantastis kaya gini.

Happy Valentine! Selamat hari kasih sayang, readers! Sampai jumpa di karya-karya gw selanjutnya! )